Stop Partai, Lihat Caleg


Banyak orang curiga, kemenangan sementara Partai Demokrat versi quick count disebabkan oleh kecurangan sistematik dengan menggunakan mekanisme kekuasaan yang dimiliki oleh SBY saat ini. Tapi, praduga ini masih harus dibuktikan secara faktual oleh pihak-pihak yang berkepentingan dan merasa dirugikan.

Terlepas dari berbagai analisis mengapa demokrat bisa menang (salah satunya oleh M Qodari), tentu kita tak perlu terpaku oleh fenomena yang membuat partai-partai besar sebelum seperti Golkar dan PDIP pusing tak habis pikir. Yang perlu dicermati saat ini adalah tentang caleg-caleg yang berhasil menapakkan kaki di gedung parlemen. Apakah mereka-mereka itu adalah wakil rakyat yang akan serius memperjuang kesejahteraan rakyat dan mengangkat derajat bangsa ini lepas dari cengkraman asing, ataukah tak lebih pegawai politik yang hanya sumringah mendapatkan gaji setiap bulan.

Karena yang dipilih masyarakat pada tanggal 9 April yang lalu bukanlah Partai, tapi orang. Caleg yang kadang-kadang tak terlalu menghiraukan ideologi partai yang mengusungnya apa, tetapi lebih melihat peluang jika ia bergabung dengan partai tersebut. Jika yang terpilih adalah orang-orang yang kritis, kredibel, lebih mementingkan keadilan untuk rakyat, daripada tekanan politis partai yang mengusungnya, maka kita bisa bernafas lega karena ada harapan cerah dengan kehadiran mereka.

So, mulai sekarang jangan lagi terlalu sibuk dengan perolehan suara Demokrat, tapi mulailah telusuri siapa gerangan caleg yang melenggang ke senayan. Karena, lewat merekalah aspirasi kita akan diperjuangkan.

Iklan

3 thoughts on “Stop Partai, Lihat Caleg

  1. Halo mas anggun, salam kenal! ni adit, adek kelas mu di filsafat. tukeran link yo.. baru aja belajar nge blog ni, hehe..

    PDI P mungkin kalah gara2 Megawari selama ini kalo ngritk pemerintaham dgn cara yg kekanak2an, kesannya jadi sirik gitu, trus masyarakat jadi ilfil deh..

    Golkar mungkin kalah gara2 pada bosen, dari dulu yg menang golkar mulu..

    asal aja nih saya, haha…

  2. Permasalahan Indonesia tidak hanya pada sosok sang pemimpin. Namun yang paling krusial adalah sistem yang sekarang bercokol di Indonesia. Yaitu sistem Kapitalisme yang cacat dan menghinakan manusia. Maka dari itu dilihat caleg mana yang mengusung perubahan sistem!!! ternyata gak ada, yang ada caleg yang mengumbar janji-janji kosong!! selain itu partai-partai Islam juga tidak terang2an mengusung perubahan sistem. mungkin semuanya pengecut. atau ikut terbuai dengan sistem demokrasi yang kufur. Maka dari itu untuk perubahan bangsa menuju lebih baik mesti mengikuti metode yang benar. yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

  3. Kalau yang saya garis bawahi dari tulisan Pak Qodari itu malah klaim dia tentang IKLAN yang jadi senjata utama kemenangan SBY dan PD, mas…

    Ini kemenangan gaya baru nih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s