“Ingin ku tuliskan lagu memori cinta kepadamu… Ingin kucurahkan kasih dan sayangku kepadamu… Namun, kini aku merana kesorangan, berteman angin malam, jauh darimu.. Dinginnya malam ini, hantarkan kenangan dulu, duhai kekasih…”

“Betapa sakitnya saat engkau acuhkan aku, Adinda.. Ku rindu senyuman, tapi kebisuan nan engkau hantarkan… Terlalu aku mendambakan dirimu. Di malam syahdu ini, wajahmu kembali terbayang dalam ingatan…”

“Adinda, ku tulis bait demi bait kata-kata ini, ketika hujan gerimis… Ketika ku harus kecewa hari ini karena engkau telah memilih yang lain. Tapi, izinkanlah aku memimpikan dirimu dalam malam-malam sepi.. Ingin kulihat engkau untuk terakhir kali.. Jadikan senyummu abadi di hati. Setelah ini, aku kan pergi jauh membawa lukaku…”