Pemilu dah di depan mata. TPS di dekat asramaku sudah selesai ditata. Tinggal action, besok pagi jam 07.00 pagi. Pencontrengan dilakukan sampai jam 12.00. Setelah itu, acara contreng-mencontreng ngak ada lagi kecuali ada hal-hal khusus.

Setelah melakukan elaborasi sana-sini akhirnya aku dah dapat keputusan mau milih apa besok. Kartu pemilih dah ada, tinggal besok memberikan suara. Terlepas pandangan beberapa kelompok Islam yang lebih memilih golput dengan alasan Pemilu adalah produk demokrasi dan demokrasi dianggap melanggar syariat, aku akan tetap memilih.

Kalau ingin melakukan perubahan, maka memilih caleg yang baik tentu menjadi salah satu caranya. Bangsa ini akan berubah jika pemimpin yang ada adalah orang-orang yang amanah. Dan jalur untuk memilih mereka, ya lewat Pemilu. Kesempatan ada di tangan kita. Puluhan ribu caleg sudah tertera di kertas suara. Tinggal kepada kita mau memanfaatkan kesempatan ini atau tidak. Tentu pandangan negativa yang menganggap semua caleg sama bobroknya bukanlah sebuah pandangan yang bijak. Masih ada caleg-caleg yang baik yang bisa kita pilih.

Jadi, datanglah besok di TPS-TPS untuk memberikan suara. Mudah-mudahan lewat Pemilu kali ini, jalan menuju kebaikan semakin terang bagi bangsa Indonesia.

Sebelum postingan ini saya tutup, agaknya pernyataan berikut penting untuk menanggalkan sikap apatis terhadap Pemilu.

“Gunakanlah hak pilih. Karena menolak mafsadah (kerusakan) yang lebih besar dengan mafsadah yang lebih kecil adalah sikap yang terbaik di tengah dilema. Pilihlah caleg atau partai yang lebih dekat dengan kita dan memperjuangkan keyakinan kita, Agama yang sempurna, Dinul Islam.”