Dalam Surat Al Baqarah ayat 173 Allah berfirman:

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah[108]. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ayat ini menerangkan tentang beberapa makanan yang diharamkan oleh Allah, yaitu:

A. Bangkai

  1. Hewan yang mati dengan sendirinya.
  2. Hewan yang dimatikan tidak sesuai dengan syariat Islam (seperti: dicekik, ditenggelamkan)
  3. Hewan yang mati karena dipukul atau disentrum.
  4. Hewan yang jatuh dari tempat yang tinggi (termasuk hewan yang mati ditabrak)
  5. Hewan yang mati karena diserang oleh hewan lainnya (ditanduk, diterkam atau yang lainnya).

Bangkai yang dikecualikan dan bisa dimakan yakni ikan dan belalang.

B. Darah

Darah yang diharamkan yaitu darah yang mengalir dari hewan yang disembelih. Darah jenis ini dikategorikan sebagai najis. Sementara sisa darah yang menempel pada daging sembelihan termasuk halal dan tidak dikategorikan sebagai najis. Sementara itu, hati dan limpa halal untuk dimakan.

C. Daging Babi

Baik babi yang dipelihara ataupun babi liar. Termasuk juga zat yang dikeluarkan dari tubuh babi tersebut.

D. Sembelihan untuk selain Allah

Syarat penyembelihan adalah menyebut nama Allah. Jika lupa, maka daging sembelihan itu dianggap bangkai. Namun, sang penyembelihan tidak mendapatkan dosa, karena dia melakukan kesalahan karena lupa. Menyebut nama Allah di sini tidak mesti dengan ucapan bismillah, tapi juga bisa dengan melafadzkan bismi rahman, atau bismi ‘aziz.

E. Binatang buas

Baik itu binatang buas yang bertaring ataupin yang memiliki kuku yang tajam atau anggota badan lainnya yang digunakan untuk membunuh mangsa.

F. Keledai Jinak/Peliharaan, dalam hal ini, syariat memperbolehkan kita keledai liar ataupun kuda.

G. Hewan yang dilarang dimakan karena faktor apa yang dimakannya, misalnya: hewan pemakan kotoran, hewan yang memakan bangkai.

Terkait dengan hewan yang hidup di 2 alam seperti kepiting, kura-kura dan anjing laut, belum ditemukan dalil yang tegas tentang kehalalan maupun keharamannya.

NB: Artikel ini bersumber dari ceramah Ahad Pagi Masjid Kampus UGM, 5 April 2009 dengan pembicara Ust. Abu Abdirrahman. (Semua isi artikel ini tanggung-jawab penulis. Jika ada kesalahan mohon diperbaiki)