Hari ini masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Hujan turun menjelang ashar. Untung aku bisa cepat pulang, jadi bisa angkat jemuran yang tadi pagi tadi ku cuci. Meski agak terlambat, alhamdulillah cuma basah-basah dikit. Kalau ngak, alamat krisis pakaian akan menimpaku. He2..

Tadi pas kuliah Seminar Religi dan Budaya, hanya beberapa beberapa orang yang hadir. 15 Menit pertama hanya aku dengan Pak Miska, sang Dosen Pengampu. Karena ngak ada yang presentasi makalah, akhirnya kuliah hanya diisi dengan obrolan santai tentang mahalnya biaya kuliah dan pemilu yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi.

Meskipun uang masuk UGM sudah tinggi sekarang, tapi kata Pak Miska kesejahteraan dosen juga ngak meningkat. Kenaikan gaji dosen hanya beberapa ratus ribu saja. Tak proporsional dengan jumlah kenaikan uang kuliah. Terus uang yang banyak itu kemana? Entahlah, Pak Miska juga ngak tahu kemana. Yang jelas, sumber dana yang besar itu dikelola oleh Rektorat.

Soal Pemilu, Pak Miska lebih banyak bercerita tentang sepak terjang para caleg yang menghabiskan dana ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Sementara kursi yang diperebutkan hanya sekian persen. Konon caleg DPR-RI mencapai 11.000-an orang. Sementara kursi yang tersedia cuma 500-an kursi. Maka sangat beralasan prediksi beberapa kalangan, RS Jiwa akan penuh pasca pemilu nanti. Sementara caleg yang berhasil melanggeng ke parlemen, pastinya pertama kali akan berpikir bagaimana dana yang sudah dikeluarkan saat kampanye harus bisa segera kembali.

Terus terang aku memang masih binggung mau milih 9 April besok atau ngak. Tadi pagi, di sela-sela menjelang berangkat kuliah aku teringat dengan Pak Hamdan Zoelva yang beberapa kali mengunjungi blog ini. Langsung saja ku kirimkan mail ke Pak Hamdan. Selang beberapa saat beliau langsung balas. Kayaknya beliau baru bisa berehat setelah melewati kampanye melelahkan di dapil beliau, di NTB. Setelah beberapa kali balas-balasan email, akhirnya aku bisa dapat beberapa informasi penting.

Tapi aku masih butuh informasi penting lainnya. Terutama dari Ustadz Ridwan. Tapi aku khawatir juga, apakah Ustadz Ridwan dah ada di Jogja dalam 2 hari ini. Ya, mudah2an menjelang tanggal 9 beliau dah back dari Saudi Arabia.

Sore ini, setelah beberapa hari menunggu, akhirnya invite yang ku kirimkan diapprove oleh seorang sahabat spesial. Sahabat yang namanya kuabadikan lewat nama blog ini. Terbitlah kegembiraan di hati ini. Meski masih tergiang-giang di telinga saat pacarnya menelponku beberapa waktu yang lalu. Aku benar-benar senang. Karena ku sangka ia telah melupakan dan tak mau lagi menghubungiku. Tapi hari ini, aku bisa tersenyum karena melihat dia tersenyum di facebook.

Kegembiraan tak cukup sampai di situ.  Sore ini, setelah sekian lama melacak di internet, akhirnya aku bisa menemukan sang pemberi inspirasiku akhir-akhir ini. Yang namanya selalu ku dendangkan setiap malam menjelang aku larut bersama malam. Ya, aku bisa menemukan blog mbak dari Wonosobo itu. Meski tadi malam dia sudah memohon kepadaku untuk tak lagi mendekatinya karena sudah punya tunangan.

Aku hanya bisa menyampaikan kepadanya bahwa aku tak hendak menimbrung ikatan yang sudah dia jalin. Tapi aku tak mampu untuk menjelaskan kenapa aku terus mengirimkan sms padanya. Hanya lewat syair ini ku sampaikan yang ku rasakan:

You were my strength when I was weak… You gave me faith with you believed… You have been my inspiration… I want tell very so sorry for mail… Seriously, difficult to me to forget you… Because my heart always loud, I love You…