Pagi ini badan terasa pegal. Mungkin bawaan habis main bola kemarin. Otak belum juga bisa komproni untuk menghafalkan bahan-bahan ujian. Cuaca masih dingin, meskipun mentari sudah mulai cerahkan pagi.

Setelah sms iseng yang kukirimkan kepada Bu Laily, dosen muda Filsafat UGM, tadi malam, tiada yang mampu bangkitkan semangatku pagi ini. Sms aneh, nanyain “Siapakah penyanyi yang melebihi keindahan suara indahnya Siti Nurhaliza?”. Benar-benar sms ngawur. Tapi namanya dosen, bu Laily pinter juga balas smsku itu. “Masalah selera kan orang beda-beda tho”. He2.. He2.. Aku hanya bisa tersenyum.

Pagi ini, entah kenapa aku kembali iseng mengetikan nama-nama orang spesial yang pernah mengisi hari-hariku. The First, ya seorang gadis yang namanya Greaty Souvanir. Gadis idaman tapi tak bisa kudapatkan. Maklumlah, dia sudah punya calon suami. He2.. He2.. Hari ini, kutemukan facebooknya lewat bantuan paman google. Mudah-mudahan dia meng-approve permintaanku. Amien.

Kemarin malam, sebagai warga yang baik, kuikuti pertemuan sosialisasi Pemilu yang diadakan di balai RW. Ya, tidak ada yang istemewa, kecuali aku semakin sadar bahwa permasalahan Daftar Pemilih Tetap memang persoalan yang cukup serius pada pemilu kali ini.

Aku teringat dengan Ayah di kampung sana. Maklumlah, Ayahku bekerja di KPUD. Pasti deh akan banyak kerjaan yang mesti dirampungkan menjelang hari-hari menegangkan dan konon rawan konflik tanggal 9 April esok. Mudah-mudahan tiada masalah serius dan pemilu dapat berjalan baik-baik saja. Amien..

Ujian tlah di depan mata. Saatnya belajar, dan biarkanlah dosen yang menilai apa adanya. He.. He2.. Ngapal dulu ya. Ntar disambung lagi..

Iklan