Buat pemuda dan pemudi yang sudah punya kemampuan materi dan kesiapan psikologis, saya pribadi menyarankan segeralah menikah. Ini bukan karena apa-apa, godaan dunia saat ini sudah benar-benar gila. Nafsu terus dibakar dimana saja kaki ini dilangkahkan. Mata tak henti-hentinya diterjang pemandangan yang membutakan hati dan memabukkan pikiran.

Cobalah lihat dan amati pergaulan anak muda sekarang. Keperawanan tak lagi menjadi patokan kesucian. Ciuman dan permainan sekwilda sudah menjadi aktivitas lumrah berpacaran.

Ketika mata silau oleh kecantikan ataupun ketampanan seseorang, dan hati terniat untuk melakukan pendekatan, ketahuilah sangat mungkin dia yang engkau taksir sudah dahulu “disikat” orang. Jadi, tak ada guna menerbangkan lamunan agar bisa menjadi orang spesial baginya. Entah incaran itu seorang yang berpenampilan islami ataupun buka-bukaan.

Ini zaman, dimana sulit menemukan gadis pingitan. Yang ada kebanyakan adalah bekas-bekas orang lain. Entah hatinya pernah bersandar pada yang lain, ataupun tubuhnyapun sudah pernah “disentuh” oleh yang lain. Tentu jika didapatkan yang benar-benar suci, sungguh anugerah terindah, tanda sayang Tuhan kepada kita.

Terlanjur mencintai tunangan orang lain. Terlanjur mencintai pasangan yang lain. Terlanjur mencintai istri orang lain. Mudah-mudahan tak membawa kepada kenistaan yang teramat hina. Cepat-cepatlah lari darinya, karena godaan syetan akan menenggelamkan dalam bayang-bayang hitam hina.

Cinta memang nikmat yang tak dapat dipungkiri oleh manusia. Tapi cinta buta membuat hati tak berdaya menghadapi godaan syetan nan durjana. Entahlah, kenapa Tuhan menitipkan cinta di hati manusia? Ataukah pertanyaan ini tak seharusnya terucapkan dari lisan hina yang telah jauh dari jalan-Nya???