Arogansi Caleg


Apa justifikasi bagi mobil para caleg dengan “arogan” membunyikan sirene ketika menembus antrian lampu merah di perempatan jalan? Saya benar-benar kesel mendengar suara menganggu telinga dari mobil kampanye sebuah partai politik yang hari ini mendapat jatah kampanye terbuka di Jogja.

Kita sama-sama warga negara yang sedang memanfaatkan fasilitas negara. Masing-masing kita punya kepentingan dan urusan pribadi. Tapi landasan para caleg itu menerobos aturan baku yang telah berlaku di lampu merah? Apakah posisi mereka lebih tinggi dari pengendara yang lain? Sorry aja. Mentang-mentang anda caleg terus sudah bisa merasa menjadi pejabat negara? Tunggu dulu.

Kalau kelakukan semasa belum menjabat saja sudah semena-mena dalam masalah yang masih ringan, apalagi jika sudah menjabat, alamat akan banyak kepentingan kita yang akan mereka terabas. Sorry deh kalau milih caleh macam itu.

Benar-benar, kita sudah jemu dengan kampanye dan janji-janji yang disampaikan. Ketika jadwal kampanye dibuka, para caleg tidak mencoba mendekati pemilih lewat door to door menyosialisasikan program dan misi mereka maju sebagai “wakil rakyat”, tetapi malah membuat rakyat semakin tidak cerdas lewat mobilisasi massa yang lebih banyak berisikan kalimat-kalimat manis dan memuji diri sendiri.

Apakah inilah demokrasi yang diagung-agungkan itu? Mengimpikan etika politik di tengah pesta demokrasi kali ini ibarat pungguk mendambakan bulan. Sulit. Banyak pengamat khawatir akan efek pemilu yang memakan dana triliyunan ini. Karena cuma 25% kursi yang akan tersedia dari seluruh caleg yang terdaftar. Kalau cara mencapai kursi parlemen dengan gila-gilaan, bisa jadi yang terpental akan jadi penghuni baru Rumah Sakit Jiwa.

Oleh karena itu, santai saja duhai para caleg. Kalau di jalan ya berlaku biasa-biasa aja. Kalau lampu merah, kenapa tidak sabar berhenti sejenak. Toh, cuma beberapa menit saja. Jangan malah meraung-raungkan sirene yang semakin menguatkan sikap antipati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s