Cukup Sudah Adinda


Cukuplah sudah. Aku telah lelah menjadi pengemis, menghiba-hiba dan menghinakan diri untuk mendapatkan cintamu. Aku memang pengembara yang haus akan kasih sayang. Dan telah ku memohon kepadamu.

Karena kata orang, tabiat wanita itu suka menguji keseriusan seseorang yang mencoba mendekatinya. Hingga aku tetap teguh untuk melunakkan hatimu. Ku pakai juga rumus Thomas Alva Edison untuk perjuangkan rasa ini. Tapi tiada juga engkau mengerti.

Aku juga manusia yang punya harga diri. Dan aku juga bukanlah orang bodoh, sedia terus mengharapkan dirimu. Toh, aku ngak jelek-jelek amat. Aku masih punya modal untuk mendapatkan yang lebih baik darimu.

Cuma kehadiranmu di kala aku benar-benar membutuhkan, membuatku sulit untuk melupakanmu. Tapi sudahlah. Bukankah alam bawah sadar bisa dirubah jika dikehendaki.

Setelah ini, aku tak akan menghubungimu lagi. Dulu dendam, sakit hati telah membuat semangatku berlipat-lipat ganda untuk pembuktian bahwa aku adalah orang yang spesial. Tapi hari ini, aku tak akan menyisakan dendam untukmu. Karena percuma saja. Akan membuat hatiku semakin terluka. Pikiran semakin keruh.

Aku akan berjalan dengan impianku. Aku akan terus mencari cintaku. Hatta jika tak kutemukan di dunia ini, akan ku mulai perjuangan menemukan Bidadari  sorga? Bukankah ini lebih mulia, daripada aku terus mengharap kedatanganmu yang tiada kepastiannya.

Hari ini, hatiku menangis. Tapi ku yakin suatu hari ketika masa bahagia akan segera menjelang. Sakit karena cinta memang teramat lara. Namun, inilah yang akan membuat hidupku lebih bermakna…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s