Kampanye Terbuka Parpol Hari 1


“Mas, anda harus bayar denda Rp. 12.800 karena telat mengembalikan buku”. Aku terkejut mendengar penuturan dari petugas perpustakaan filsafat itu. Rasa-rasanya semua denda telah ku bayar. Kok masih diminta lagi? Usut demi usut, ternyata itu denda beberapa buku yang terlambat saat tahun 2006 yang lalu. Oh, sudah begitu lama. Tapi mengapa baru sekarang diminta? Dan yang aku ngak habis pikir, setahuku kalau punya denda ngak boleh minjam buku sebelum melunasi denda. Entahlah, dimana letak troblenya.

Tapi berhubung aku lagi malas bersengketa dan petugas yang sekarang juga pegawai baru yang tak tahu apa-apa, ku redam saja emosiku. Toh, uang Rp. 12.800 tak sebanding dengan sakit hati yang ditimbulkan akibat perselisihan. Meski dengan uang segitu selamat makan selama sehari.

Tapi aku mau titip pesan sama petugas perpus, agar “korban” tidak bertambah banyak, sebaiknya data yang di komputer dicocokan dengan data manual yang diharuskan diisi oleh mahasiswa sewaktu membayar denda. Karena setahuku, data elektronik sering kelupaan diupdate oleh petugas.

Setelah pusing dari perpus, aku ngak mood lagi lama-lama di kampus. Segera aku meluncur pulang ke asrama. Pas di jalan, tampak polisi sibuk menertibkan arus kendaraan karena lampu merah dah “disabotase” oleh iringan kendaraan parpol yang hari ini memulai kampanye terbuka. Ada rasa jengkel juga. Ya cari cara yang lebih elegan gitu. Masak kayak rombongan sirkus yang mau mentas. Bikin macet jalan aja. Huh…

Ya, beginilah gaya demokrasi di negeri ini. Yang konon dipuji-puji oleh negara-negara Barat. Pesta demokrasi yang menghabiskan uang 20 triliyunan sebagaimana yang disampaikan oleh pak Ahmad Tohari di kolom resonanasi hari ini. Harga yang mahal, tapi ngak tahu apakah hasilnya sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan.

Yang jelas, kayaknya pemilu 9 April besok aku mau golput aja. Masalahnya ngak kenal dengan calon-calon yang sering tersenyum padaku di sudut-sudut jalan itu. Gimana mau memilih kalau ngak tahu track record mereka seperti apa?

Gitu dulu deh.. Otakku benar-benar dah panas. Mungkin lebih baik istirahat dulu biar jadi fresh…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s