Kehormatan bagiku, atas kunjungan di blog sederhanaku ini. Mungkin dirimu tak tahu betapa gembiranya hati ini. Bagaikan setitis air ketika aku terlantar dalam kehausan. Meski kunjunganmu di saat engkau sedang menikmati bulan madu yang tentu teramat indah.

Aku takkan mengusik dirimu lagi. Karena tak pantas bagiku. Bukankah keirian amat dicela oleh agama kita. Dan apapun yang terjadi padaku, dan skenario apa yang Tuhan inginkan atas diriku, kan ku cuba jalani tanpa harus bersedih hati.

Aku mungkin dilahirkan sebagai pria penyendiri. Belakangan, keterbukaanku, berubah menjadi orang yang humoris dan tak lagi asosial hanya menambah deretan orang-orang yang tersakiti. Sulit bagiku untuk berkumpul dan ikut hiruk-pikuk bersama orang lain. Jiwa kesendirianku agaknya terlalu sulit menerima keramaian.

Buat mas Luqman dan teman-teman IMM UGM, aku mohon maaf karena tak bisa berlama-lama dalam acara temu alumni tadi sore di Foodcourt UGM. Entah kenapa aku tak bisa enjoy dan menikmati pertemuan seperti itu.

Buat bu Sartini. wakil dekanku yang baik. Maaf ya buk, aku tak punya alasan untuk tinggal mendengarkan ceramah saat workshop penulisan tadi pagi.

Buat Mas Najib, mahasiswa filsafat yang begitu energik dan gila menulis, saya hendak minta maaf karena tak bisa menghadiri peluncuran Jurnal Kacamata kemarin sore.