Earth From Above


Satu jam aku terpaku di depan TV. “Earth Freom Above”, reportase ilmiah dari Perancis yang barusan disiarkan oleh Metro TV. Banyak fakta yang diungkap terkait masa depan planet kita, Bumi. Isu global warming, memang sudah santer terdengar. Akan tetapi, kebanyakan orang seakan acuh tak acuh dengan lingkungan. Mungkin hanya beberapa orang saja yang peduli dengan masa depan bumi ini.

70% hutan di Indonesia habis dibabat. Terutama sekali untuk pembuatan kertas, furniture, dan untuk area kelapa sawit. Perambahan hutan membabi-buta di Kalimantan (Borneo) demi keuntungan sesaat telah mengusur pemilik lahan dan keaneragaman hayati-hewani lewat tangan besi aparat pemerintah berkongsi dengan konglemerat yang di otaknya cuma uang tanpa peduli dampak lingkungan.

Aku jadi teringat beberapa teman-temanku yang pintar di kampus, saat ini mereka menjadi pegawai perusahaan-perusahaan yang merusak hutan Indonesia. Ada yang kerja di perkebunan sawit dan ada yang kerja di pembuata kertas. Ya, anak-anak muda cerdas Indonesia digunakan untuk menghancurkan tanah airnya sendiri. Ironis memang. Tapi inilah kondisi bangsa ini, dimana lapangan kerja begitu sulit dan perusahaan besar dan perusahaan multinasional yang menjanjikan gaji yang besar jadi rebutan anak-anak pintar Indonesia.

9 miliar orang akan hidup 40 tahun mendatang butuh makan. Beberapa perusahaan pertanian telah melakukan rekayasa bioteknologi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Salah satunya adalah GMO yang dilakuan Monsanton, telah berhasil menciptakan tanaman-tanaman yang tahan penyakit dan ancaman iklim. Namun, menurut ilmuan, bioteknologi GMO telah merusak tatanan ekologis, merubah struktur fisiologi tumbuhan, hewan bahkan manusia.

Beberapa orang memang telah mendedikasikan hidupnya demi kelangsungan dan keindahan bumi ini untuk diwarisan pada anak-cucu di masa yang akan datang. Namun, kerja-suara mereka hanyalah teriakan di tengah hutan, seolah-olah tak terdengar oleh siapapun. Iklim yang tak menentu, bencana alam akibat ketidakseimbangan alam yang saat ini terjadi seakan tak mampu menyadarkan para perusak ekosistem. Dan rakyatlah yang jadi korban. Politisi yang mengambil keputusan kebijakan publik, tentu menanggung “dosa” yang teramat besar jika kebijakan merusak lingkungan terus dibiarkan.

Di negara ini, Indonesia, petani yang membanting tulang untuk menyedia pangan untuk ratusan juta orang masih berkutat dengan kesulitan ekonomi. Padahal dari peluh-keringat merekalah kita bisa menikmati berbagai makanan yang kita santap di meja-meja mewah, sambil ketawa. Petani tetap miskin, sementara atas jasa merekalah kita menikmati makanan. Suatu keadaan yang seharusnya tidak terjadi. Sebuah tradegi kemanusiaan yang seharusnya tidak mesti terjadi…

Bumi memang akan hancur juga. Berita-berita agama telah memberi kabar kepastian akan terjadinya kiamat. Namun bukan berarti, kiamat menjadi justifikasi bagi kita untuk tidak bertindak, melawan segala bentuk pengrusakan terhadap bumi ini.

Iklan

21 thoughts on “Earth From Above

  1. aku juga nonton di metro TV tuh..bagus banget!!! rasanya pengen nangis pas ngelihat pohon berusia ratusan tahun di Kalimantan ditebangi ..gara buat lahan kelapa sawi :(( menyebalkaan!

  2. Sekarang langkah kongkrit apa yang harus kita lakukan dan yang bisa kita lakukan untuk ikut berpartisipasi menyelamatkan bumi. Mungkin hal2 kecil yang kalau bisa kita lakukan dan kita tularkan kepada orang lain, pasti bisa menyelamatkan lingkungan. Mari kita mulai sekarang juga…

    Salam Bumi Damai

  3. yach..,satu kata untuk “earth from above”..,teruskan..!! siaran itu telah menggugah hati dan pikiran ku.., apa yang telah kuperbuat kepada bumi pertiwi ini…, ternyata hanya rasa bersalah dan berdosa yg aku rasakan..!! padahal aku sendiripun tidak tau apakah aq memang punya andil dalam penghancuran bumi ini..!! hhaaacchhhh…,bumi ku..!!

  4. ” Bumi nggak akan menjadi musuh bagi orang-orang yang mencintainya,,”
    Cuma kata2 itu yang buat saya mencoba untuk tdk mrusak bumi kita sampai skrang..

  5. “tiap 25000 anak lahir dari awal acara ini ditayangkan, tugas kita adalah untuk membuat bumi ini sama seperti saat diberikan kepada kita. agar generasi kita bisa merasakannya”
    keren bgt itu kata2 yg diucapin sama host na!
    dalem maknanya :-)
    ako sedih, ternyata indonesia yg sok nge klaim dirina sebagai negara dg SDA terkaya ini kalah total sama bhutan (liat kan ep. hari ini?) negara kecil diantara india-china, yg punya prinsip 60% dari tanahnya harus tetap ditanami hutan :-D
    keren bgt!
    mereka sepakat nolak pemasangan listrik (yg menurut mereka, dg adana kabel2 yg dipasang di tanah mereka, bakal bikin burung2 yg bermigrasi k tanah mereka jadi trganggu)
    hmhm, segitu pedulinya mereka ,,,
    apalagi, pas tau kalo ternyata mereka (yg notabenenya pendudukna lebih miskin dari kita) lebih milih pake panel tenaga surya daripada masang listrik…
    kapan indonesia siap seperti mereka?
    siap tertinggal dari negara maju, untuk menyelamatkan bumi???
    ekonomi, polularitas dan uang bukan segalanya …
    “bumi akan baik kalo kita perlakukan mereka dg baik” itu kata2 yg ako kutip dari acara ituh :-)

  6. Saya g tahu harus bicara apalagi tentang kondisi hutan Indonesia… ada sikap ambivalen yang diperlihatkan oleh negara Barat. satu sisi mengkampanyekan “selamatkan bumi”, tapi di sisi lain “mereka menginginkan hutan kita terus ditebang untuk memenuhi kebutuhan mereka… Entahlah, semoga semakin mencekamnya keganasan alam belakangan ini bisa membuat orang bisa tersadar betapa manusia sudah terlalu rakus memperkosa alam..

    sama kayak dengan kasus flu babi, sebagai kutukan dari Tuhan atas kedurhakaan manusia yang tidak mau mendengarkan larangan Tuhan..

    Mudah2an kita termasuk orang disadarkan dan diselamatkan… Amien

  7. aku juga sering menonton,tanpa ketinggalan satu episode pun.saya ingin tahu,bagaimana sih cara melihat websitenya dalam bahasa indoneia/inggris?tahu tidak?

  8. Mulailah lakukan hal-hal kecil semampu kita untuk mengurangi dampak pemanasan global. Menanam pohon lebih banyak di sekitar rumah, hemat pemakaian listrik seminimal mungkin (utk mengurangi kapasitas pembakaran bahan bakar pada turbin2 listrik), kurangi penggunaan kendaraan bermotor, mulailah menggunakan bahan2 yang bersahabat bagi lingkungan (gunakan tas belanja sendiri dan sebisa mungkin kurangi penggunaan kantong plastik berlebihan) dan yang terpenting adalah “Sejak dini ajarkan anak-anak kita untuk tidak mengulangi kesalahan2 yang telah kita lakukan pada bumi ini agar kelak bumi lebih bersahabat pada mereka”.

    Yakinlah, masih belum terlambat bagi kita untuk memperlakukan bumi lebih adil..

  9. Emang deh saya udah jatuh cinta dengan acara ini dari awal penayangannya. Metro TV emang pandai milih acara.
    Awalnya juga, saya pikir ini acara sains biasa, eh rupanya jauh dari perkiraan. Rupanya ini film dokumenter. Film yang juga memperlihatkan sisi gelap dari Bumi yang telah rusak oleh tangan2 kita sendiri.
    Karena itu, mulailah berubah dari sekarang! Jangan cuma tau film 2012 aja. Jangan cuma tahu Let’s Go Green aja. Mari kita lakukan langkah nyata untuk menghijaukan kembali bumi ini.

  10. tlong dumz, metro tv nayangin lgi earth from above… aq hny ntn bbrp episode sj…

    negara kita boleh maju, tp jgn sampe mengorbankan alam ato hutan kita….
    jika kita mngorbankan alam ato hutan kita, pasti alam kita akan marah…
    so, lestarikan bumi kita untuk generasi masa depan

  11. iya metro tv pls…….tayngin lgi dong earth from above nya,soal’a kern bngt acara’a sama tema’a buat pendidikn kan bgus buat nambah wawasan kita.

  12. Luar biasa dan aku baru sekali lihat di metro TV. Banyak ilmu dan pengetahuan didapat dari acara tersebut sekaligus membuka kesadran bahwa Tuhan telah memberikan alam nan indah untuk dilindungi kelestariannya, Mari kita melindungi alam kita untuk kita dan anak cucu kita.

  13. Earth From Above….sebuah reportase yang sangat dahsyat sekali, jujur, lugas dan tegas yang belum pernah ada di negeri kita Indonesia. Banyak pelajaran yang bisa diambil dalam reportse ini, tentang lingkungan hidup, perilaku manusia bahkan tentang tehnik cara pengambilan gambar dalam sebuah reportase….

  14. Yang tentang Jepang juga gak kalah mengerikan Mas.

    Ternyata banyak manusia selain merusak hutan juga tidak berperikehewanan. Masa di Jepang ada peternakan sapi “kejar tayang”. Dicekokin pakan organik supaya cepet gemuk tapi kandangnya cuma 2×3 m. Sapi2 ini gak pernah keluar kandang. Hiburan bagi sapi2 ini hanya ban bekas yang digantungkan dengan rantai…agar sapi bisa bebas stres dan bisa mengusir lalat katanya.
    Waaaaw…sapi2 itu tidak pernah refreshing dan kandangnya pun penuh kotoran. Kebayang kan bagaimana kualitas daging sapi itu. Memang gemuk dan tebal…tapi penuh kortisol sebab mereka stress.
    Gimana gak kena penyakit sukuzaki, lha wong makanan berdaging dan susunya diproduksi dari sapi yang terpenjara.
    Semoga peternak Indonesia gak ikut2an.

  15. seharusnya acara yang kayak begini yang banyak ditayangin di tv…daripada sinetron kayak apa saja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s