Tadi sore sehabis pulang dari kampus dan sholat ashar, terdengar ribut-ribut di ruang TV. Ternyata ada acara recorded “The Young Candidate” yang diadakan oleh Metro TV dalam rangka mencari pemimpin-pemimpin masa depan negeri ini, The Next Leaders. Acara langsungnya tadi malam. Sempat juga nonton, tapi cuma sebentar. Wah, dari 3 kandidat ternyata 2 dari Jogja.

Dan yang menang adalah Agung Baskoro. Kalau dilihat dari argumen-argumen yang diungkapkan Agung sang anak UGM ini memang terlihat lebih sistematis dan jelas dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari panelis. Bahkan saat sesi debat, Agung terlihat menampakkan karakter Jogja-nya yang ngak mau ngrasa-ngrusu memotong pembicaraan kandidat yang lain. Berbeda dengan Hariqo yang juga dari Jogja.

Kalau boleh saya menilai, memang Agung layak jadi pemenang. Selain lebih tenang, pemaparan yang disampaikannya cukup realistik dan ilmiah. Sementara Reggy kayaknya niru-niru Motivator yang sekarang lagi beken, Mario Teguh. Dan Hariqo yang konon aktivis HMI DIPO berkutat dengan jawaban-jawaban normatif.

Kalau boleh berkomentar lagi, sebenarnya di UGM banyak “Agung2” yang lain, bahkan yang melebihi intelektual Agung mungkin lebih banyak. Tapi mereka tidak mau terlibat dalam acara populer kayak The Candidate. Ya, mungkin sikap rendah hati masih dipegang kuat.

So, kemenangan Agung mempertegas eksistensi mahasiswa UGM dalam kancah persaingan dengan perguruan tinggi lain di Indonesia. Banyak anggapan pengajaran di UGM terlalu teoritis. Tapi dari kekuatan teori itulah yang membuat mahasiswa-mahasiswa UGM menjadi idealis dan memiliki kacamata yang beragam dalam meneropong realita yang ada.

Kemenangan Agung tentunya, kemenangan UGM juga. Hidup Agung.. Hidup UGM.