Lagi-Lagi Ahmadiyah


Barusan aku menonton “Apa Kabar Indonesia Pagi” di TV ONE. Ada diskusi seru tentang SKB Ahmadiyah yang lama tak terdengar. TV One menghadirkan 2 pembicara yakni Andik dari AKKBB dan Amin Djamaluddin dari FUI. Kenapa persoalan Ahmadiyah terus saja bergulir? Padahal kalau dilihat dari aspek teologis para Ulama telah menyatakan Ahmadiyah itu sesat. MUI-pun sudah mengeluarkan fatwa haram. Kenapa masih ada orang yang membela Ahmadiyah atas dasar perlindungan terhadap HAM dan keberlangsungan demokrasi di Indonesia? Memang nih, HAM dan Demokrasi sudah jadi kata-kata pamungkas untuk berlindung atas kesalahan pikir.

Jelas Ahmadiyah tu punya kenyakinan yang sesat dan punya kitab sendiri. Bahkan ayat-ayat Alqur’an diputar-balik dan diacak-acak oleh Mirza sang pendiri Ahmadiyah tu seenak perutnya sendiri. Ya mbok, cari Nabi yang lebih keren gitu. Masak Nabinya Mirza Ghulam Ahmad yang konon bikin-bikin wahyu biar bisa nikah sama gadis cantik. Eh, lagi-lagi teori Freud kepakai untuk konteks ini (kebanyakan tindakan manusia dilandasi oleh dorongan seksual).

Kalau lagu Indonesia raya aja kalau diubah pasti deh ditangkap polisi. Apalagi kalau yang diubah tu Kitab Suci. Ya, pasti aja orang-orang Islam marah (kecuali yang udah “terlalu pintar” dan “disumbat moncongnya sama uang”).

Kita aja sebagai mahasiswa kalau buat kutipan harus sesuai dengan sumber yang asli, dan akan dimarahin dosen kalau ngutip ngak bener. Eh, malah si Mirza buat kitab suci baru comot-comot Alqur’an sembarangan malah dibela sama orang-orang yang kayaknya pinter-pinter tuh. Ngak tahu deh, dulu mereka kuliah dimana. Ya, mbok agak ilmiah gitu. Paling ngak sebelum bela Ahmadiyah cuba lakukan uji materiil terhadap ajaran-ajarannya, dan juga kitab-kitab yang mereka pakai. Ngak usah sok-sok pake tamen HAM dan Demokrasi segala. Lagaknya anda dia aja yang tahu HAM dan Demokrasi… huhhh

Telinga kita dah capek dengar omong kosong kalian yang ngaku-ngaku sebagai pembela HAM dan kebebasan beragama. Emang dibayar berapa sih untuk ngomong membela yang jelas-jelas salah?

Huh… Sebel deh…

Iklan

6 thoughts on “Lagi-Lagi Ahmadiyah

  1. @GRE
    Seluruh umat Islam menanti kedatangan Imam Mahdi & Isa Almasih a.s. (masih berpangkat Nabi, karena masih menerima wahyu Ilahi) yang akan datang pada akhir zaman berdasarkan perkataan Nabi saw di hadis-hadis sahih Bukhari & Muslim. Tentu Anda tahu penafsiran tentang hal ini sangat beragam di kalangan umat Islam. Siapa dia? Kapan datangnya? Dll.

    Penafsiran khas Ahmadiyah adalah Isa Almasih yang dahulu sudah wafat, yang akan datang adalah orang dari kalangan pengikut Rasullulah sendiri yang mempunyai karakter seperti Isa Almasih Israeli. Kami meyakini perwujudan itu ada Hz. Mirza Ghulam Ahmad (MGA). Sebenarnya, label kenabiannya, menurut hemat saya, adalah keniscayaan dari statusnya sendiri yang sebagai Al Masih Al Mau’ud (istilah yang dicontek oleh Ahmad Musadeq) diutus Allah SWT kepada umat.

    Jadi yang ada adalah perbedaan penafsiran. Tentang apakah klaim MGA benar atau tidak, Anda bisa menempuh jalan aqli (dengan menelaah buku-buku-nya) atau jalan naqli (dengan shalat Istikharah minta petunjuk langsung dari-Nya). FYI, saya menjadi mualaf Muslim, lalu menjadi Muslim Ahmadi memakai kedua cara, tapi naqli lebih dominan. Alhamdullilah, Allah SWT memberikan makrifat kepada saya melalui kasyaf tentang kebenaran MGA.

    Sanggahan Ahmadiyah atas fitnah-fitnah seperti ini dan yang lainnya dapat Anda lihat di situs ini (bahasa Inggris).
    http://www.alislam.org/library/books/review-of-white-paper.html

  2. Btw… lagu Indonesia Raya yang anda sebut-sebut itu pun penggubahnya W.R. Supratman adalah seorang penganut Ahmadiyah. Silakan lihat link ini :
    http://denagis.wordpress.com/2008/10/25/pencipta-lagu-indonesia-raya-ternyata-pengikut-ahmadiyah/

    Kalo anda mau bilang bahwa Ahmadiyah mengacak-acak alqur’an… well sebenernya orang Yahudi dan Kristen pun bisa mengatakan hal yang sama tentang alqur’an… Betapa banyak ayat-ayat alqur’an yang mengutip dari injil maupun taurat. Apakah anda bersedia dikatakan Rasul Agung Muhammad saw pembajak injil dan taurat??

    Jadi berpikir dulu ya sebelum anda bicara…

  3. Mengutip kalimat dari anda; “Kita aja sebagai mahasiswa kalau buat kutipan harus sesuai dengan sumber yang asli,……. ”

    Saya berharap anda bisa mengamalkan dulu apa yg anda ucapkan sendiri. Nah.. dari sini yg anda andalkan gak akan lagi ‘Katanya…’ apalagi itu dari sumber tuduhan2 kebanyakan manusia seperti kumpulan ulama bernama MUI & cs.. Amin Djamaluddin yg memang mentalitasnya getol memfitnah plus tukang tunjuk ‘sesat’

    Mulai dari pengamalan kalimat anda yg saya kutip itu percaya deh gak akan jauh2 lagi sampe bilang yg lain diluar pemahaman anda sebagai ‘sesat’.

    Saya percaya anda mahasiswa baik.

  4. Agree with Nuxone… Dalam bahasa tulis, kalimat-kalimat yang anda susun sudah salah. Berulangkali anda menulis kalimat dalam kategori kesimpulan akan tetapi tidak didahului oleh premis yang shahih. Bukalah wawasan anda…siapa yang sungguh-sungguh memperjuangkan Islam ke seluruh dunia sekarang ini ? Jangan buat saya kepingkal-pingkal jika jawaban anda MUI atau FUI … You know the answer ? Ahmadiyah !! So apa sebenarnya yang sedang terjadi sekarang ini ? Kenapa jamaah yang sangat luar biasa menyebarkan Islam ini dituduh sesat dan menyesatkan ? Satu lagi saya tanya, pernahkah anda membaca buku-buku Ahmadiyah dan Tafsir Qurannya ? Kalau anda membacanya mungkin Anda langsung Jatuh Cinta kepada Ahmadiyah ! Is it The Truth ? Offer your istikhaarah to The Almighty God. Thanks.

  5. Capek deh masalah teologi. Lepas dah tuh jubah-jubah keteologian kita. Fastabiqul khairat aja yuk? Kasian tuh rakyat. Teologi cuma bikin kita-orang berdarah-darah. Mendingan kita ngopi bareng, main bola bareng, badminton atawa-apa-kek?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s