Setelah tren cewek pada pake baju ketat plus singkat sehingga daerah sekitar pinggang pada kelihatan kalau bergerak dikit aja udah deh, yang g perlu dilihatkan ya jadi ajang pameran deh, sekarang ni ada juga tren baru. Ngak tahu deh mau ngasih nama apa. Modelnya, celana pendek setengah paha. Benar-benar tambah gila ngak. Coba, siapa yang g stress mau kemana-mana ketemu yang pake gituan.

Piktor alias pikiran kotor yang memang banyak menjangkit para pria jadi semakin liar. Kalau otak masih bisa berpikir jernih, bisa-lah “penampakan” itu bisa dienyahkan dari mata. Susahnya kalau iman lagi tipis-tipisnya, ya berantakan deh.

So, untuk situasi yang super gawat ini, memang pernikahan harus segera dilakukan. Kalau ngak, bisa-bisa terjerembab dalam perzinaan. Apalagi virginitas ngak jadi masalah dan sudah dianggap bukan hal yang urgen lagi.

Kemarin-kemarin, aku memang masih kuat bertahan menghadapi godaan yang satu ini. Tapi saat ini, benteng pertahananku benar-benar rapuh. Harus cari “defense” baru kenapa harus teguh menjaga kesucian sampai nikah nanti. Berkelana bersama paman google, akhirnya kutemukan sebuah artikel bagus tentang masalah ini. Ku kutipkan saja ya…

*************************************************

Banyak alasan tepat yang bisa kamu gunakan untuk mempertahankan virginitas kamu. Alasan2 tersebut antara lain :

  • Dengan mempertahankannya, kamu tidak perlu melanggar agama dan moral. Kamu pun tidak perlu mengecewakan dan membuat malu orang tua dan keluarga besar kamu.
  • Kamu tak perlu takut hamil karena ”kecelakaan” sehingga terpaksa melahirkan anak yang tidak (belum) kamu inginkan atau terpaksa menggugurkan kandungan.
  • Kamu akan terbebas dari segala macam resiko penyakit menular seksual (kecuali bagi kamu pecandu drug yang menggunakan jarum suntik).
  • Seks sama sekali bukan urusan kecil. Tapi sebaliknya, sex is a big big deal. Seks bukan hanya melibatkan nafsu saja dan yang kadang kurang disadari bahwa sebenarnya seks juga harus melibatkan cinta, komitmen, serta tanggung jawab antara 2 manusia. Kamu akan jauh lebih berharga sebagai manusia, bila bisa melakukan seks sebagai kegiatan fisik sekaligus mental yang utuh dan tentunya ini bisa terjadi setelah kamu menikah nanti.
  • Kamu sangat berhak untuk menikmati pengalaman seksual kamu dengan senyaman dan seindah – indahnya. Dan itu hanya bisa kamu dapatkan bila kamu melakukannya di tempat yang nyaman pula. Dimana itu? Adalah, sekali lagi saat kamu sudah menikah. Karena kecemasan melakukan aktifitas seksual di luar pernikahan, seringkali terjadi karena rasa ketakutan akan ketahuan.
  • Cinta bisa menunggu. Inilah yang musti kamu tanamkan di dalam benak kamu saat kamu mulai diintimidasi oleh masalah virginitas. Karena itu tanamkan komitmen, ”Karena aku percaya bahwa cinta sejati bisa menunggu, maka aku akan membuat komitmen pada Tuhan, diriku sendiri, keluargaku, calon pasangan hidupku, dan calon anak – anakku : bahwa aku akan menunda hubungan seksual sejak hari ini sampai saat aku menikah nanti”. (http://dokteriwanmenjawab.blogspot.com)

****************************************************

Mudah2an, kita bisa termasuk ke dalam orang-orang yang selamat dari hantaman nafsu dunia yang semakin ganas belakang ini. Jika pernah terjebak dalam masalah ini, mudah2an ada jalan keluar yang terbaik.  Kesalahan di masa lalu memang tak mudah dilupakan, tapi yakinlah kita punya kekuatan untuk keluar untuk memperbaiki kesalahan. Bagi yang masih muda, mudah2an kita bisa menyerahkan kesucian diri dan cinta kepada insan yang akan menjadi ibu dari anak-anak kita nantinya. Amien…