Sering kali mata ini tertipu. Kenikmatan yang tampak di pelupuk mata telah membuat hati iri atas apa yang dimiliki dan diraih oleh orang lain. Sering kita terpesona dengan hal yang fisik dan penampakan dari luar, tapi setelah usut demi usut, ternyata gambaran awal tak seindah yang dibayangkan.

Di semester yang lalu, aku dikejutkan oleh sapaan seorang cewek, saat masih pagi di depan ruang kuliah. Sejenak aku terpana, karena wajahnya yang ayu. Ingatanku melayang. Rasa-rasanya aku pernah bertemu dengan dia sebelumnya… Eh, bener. Cewek ini teman satu angkatan yang dah lama ngak ketemu. Aku pikir dia dah wisuda dan terjun di dunia kerja. Rupanya belum. Dia masih ada beberapa mata kuliah yang belum diambil.

Setahuku dia mahasiswi yang pintar. Dan teman-teman dekatnya juga pada pinter-pinter. Tapi kok dia “tertinggal” dari yang lain. Dia bercerita, bahwa selama ini dia sering sakit-sakitan. Jadi sering ngak masuk kuliah. Apalagi di zaman absensi mesti 70% yang diberlakukan beberapa tahun ini, telah membuat dia melepas mata kuliah yang sudah tercantum di krs.

Temanku ini, benar-benar manis untuk seorang cewek. Wajahnya ayu, kulitnya putih, dan yang ku suka rambutnya yang panjang tergerai lepas. Kadang ia pake kacamata juga, melintaskan kesan smart pada dirinya. Tutur katanya yang lembut membuat betah ngobrol berlama-lama. Pastilah dia diburu oleh banyak pemuda.

Kasat mata, aku mengira dia begitu bahagia dengan anugerah kecantikan wajah yang telah dikaruniakan Tuhan. Tapi, sakit yang mengerogoti tubuhnya telah membuat dia kehilangan banyak kesempatan untuk meraih apa yang ia cita-cita.

Ada juga ku kenal seorang gadis yang kuliah di universitas negeri top. Lahir di tengah keluarga yang berada, dimana keluar negeri sudah menjadi rutinitas. Tapi dia merasa hidup ini begitu menyakitkan, ketika percekcokan kedua orang tuanya hampir berujung perceraian.

Aku tersentak. Di benakku selama ini tertanam benih-benih materialistik yang tumbuh, dan mengakar. Bagiku kebahagiaan adalah uang dan keindahan fisik. Jadi tak selamanya yang nampak indah di mata, seperti itu kenyataannya..