Ketika menemui bahwa orang yang kita cintai memilih untuk menikah dengan orang lain. Padahal “the other” itu tidak lebih baik dari segi fisik, kecerdasan atau kebaikan. Bahkan kalah malahan dengan apa kita miliki. Kadang timbul tanda tanya, mengapa sang pujaan lebih memilih “dia” daripada “saya”. Kalau lagi g mood, mesti sakit hati, sumpah-serapah dan penyesalan mendalam berkelabat di pikiran.

Setelah saya coba-coba renungkan, dapatlah saya satu titik bahwa fisik, harta, kepandaian, bahkan kebaikan ataupun kesholehan/ah tidaklah menjadi faktor utama dalam merajut pernikahan. Ada faktor yang lebih dari itu. Orang mungkin mengatakannya cinta, tapi definisi cinta yang begitu banyaknya membuat saya harus membuat sebuah istilah baru “deep holy heart”. Rasa terdalam yang ada di hati sehingga kita memiliki ketertarikan spesial pada sosok tertentu dan rasa itu mendapat sambutan darinya. Artinya, suara untuk menjadikan “dia” spesial terpatri di hati kedua insan.

Fenomena ini memang agak rumit dan susah untuk kita buat hitung-hitungan matematisnya. Sempat juga saya terpengaruh dengan metode yang mengatakan bahwa, untuk mengaet wanita pujaanmu, engkau hanya butuh menjadi orang kaya dan menjadi orang yang pintar. Kalau kamu dah punya posisi yang bagus, maka kamu punya kuasa untuk memilih siapun yang engkau mau. Ternyata pikiran kayak gini benar-benar salah. Pikiran rasional plus hitung-hitungan matematis dalam mencari pasangan, agaknya tiada bertahan lama kalau tidak dilandasi “deep holy heart” ini. Dan rasa ini hanya masing-masing orang yang bisa merasakan, dan tak bisa dipungkiri.

Saya rasa, kisah Layla Majnun, ataupun kisah Romeo and Juliet, dilandasi chemistry ini. Terkadang kita tak perlu mencari. Mungkin hanya menunggu. Tanpa harus terlalu agresif membelalakan mata mengintai setiap orang yang tampak menarik secara fisik. Tapi cukuplah bersabat menanti. Karena kalau Tuhan mengizinkan, kita akan menemui momen bertemu dengan belahan hati yang telah lama ditunggu kehadirannya.

Duh, ni dah mepet mau kuliah. Belum mandi lagi..He..He.. So, udahan dulu ya. Kalau keasyikan ntar terlambat kuliah.. Kan sayang… Okey.. Sampai ketemu lagi…