Ni postingan pertama setelah jum’at malam yang lalu monitorku tiba-tiba g mau nyala sehabis pemadaman listrik oleh PLN. Terpaksalah kubawa ke tempat service, dan baru jam 11 tadi selesai diperbaiki. Padahal aku dah g tahan untuk memposting apa saja yang berkecamuk di kepalaku beberapa hari ini.

Barusan salah seorang teman asrama menelponku. Dia ni lagi di pedalaman Kalimantan Barat. Kerja di Sinar Mas dan ditempatkan di perkebunan sawit dekat Malaysia. Ya, senang juga dapat telpon dari teman satu angkatan. Paling tidak ada sedikit semangat yang terbesit untuk segera merampungkan studi.

Benar, aku benar-benar butuh pemberi semangat saat ini. Aku tak tak tahu kenapa tubuhku tak mau lagi diajak untuk bersemangat, pikiran enggan untuk mikir hal-hal yang lebih serius.  Entah virus apa yang tengah mengerogotiku. Padahal aku sudah tak mau ambil pusing apakah ada cewek yang suka sama aku atau tidak. Tak lagi peduli gadis yang kucintai lebih memilih untuk bersama yang lain.

Aku sudah tak lagi repot-repot dengan penampilanku yang semakin kusam dan rambut yang tak lagi terurus. Persetan dengan penampilan dan perjuangan cinta. Aku telah coba hidup menjadi orang biasa dan melakukan hal yang sewajarnya saja.

Tapi kenapa virus malas ini menikamku hingga aku lemah tak berdaya. Seolah aku tak lagi punya obor kehidupan yang membangkitkan gairahku menghadapi hidup. Deretan persoalan telah membuatku lari tersudut, terpinggir dalam dunia kesepian. Memendam perasaan sendiri.

Mudah2an virus gila ini segera pergi saat aku mulai menempuh semester penentuan yang akan dimulai minggu depan. Semoga…