Tadi pagi, aku bangun telat lagi. Tiada yang membuat semangat untuk bangun pagi. Karena derasnya suara dari tape Ibu2 dan Bapak lansia yang senam pagi persis di samping kamarkulah, aku bisa terbangun. Ya, mudah2an kemalasan ini tidak bertahan sampai saat kuliah mulai nanti.

Sempat juga aku datang mengikuti pengajian Prof. Yuhanar Ilyas di Kantor PP Muhammadiyah Cik Di Tiro. Untung datang g telat2 amat. Kajian tadi pagi membahas surat Al Baqarah ayat 257.

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Berikut ini akan saya tuliskan beberapa catatan yang bisa saya rekam dari kajian yang disampaikan oleh Ustadz Yunahar.

Dalam Alqur’an tidak ada istilah “Atheis”, karena semua orang punya Tuhan. Cuma bedanya ada yang menyembah Allah, ada yang menyembah manusia/jin/malaikat, dan ada juga yang menyembah materi serta hawa nafsu.

Manusia yang beriman mendapat ujian dengan kehadiran thagut. Dimana tugas pemimpin thagut adalah membawa manusia beriman dari nur (cahaya) kembali pada dzulumat (kegelapan). Sehingga kehadiran Rasul-Rasul mengemban tugas utama menyeru manusia untuk menyembah Allah dan menjauhi thagut. Siapakah thagut? Thagut adalah semua yang disembah selain dari Allah dan dia suka dengan penyembahan itu. Contoh thagut yang paling nyata dalam sejarah adalh Fira’un. Menyembah thagut tidak hanya melalui tindakan sujud saja. Tapi berdo’a, patuh secara absolut adalah bentuk-bentuk penyembahan kepada thagut.

Dalam sejarah Islam, yang banyak tergelincir dalam masalah thagut ini adalah ulama-ulama tarikat. Hal ini disebabkan kepatuhan murid kepada guru sangat tinggi. Guru dianggap sebagai perantara antara umat dengan Tuhan. Jalan menemui Tuhan tidak bisa ditempuh tanpa bimbingan guru. Oleh karena itu, pengkultusan guru sangat sering terjadi pada tarikat-tarikat yang ada. Padahal di dalam Islam tidak dikenal sistem kependetaan layaknya dalam agama Nasrani dan Yahudi.

Sebenarnya uraian Ustadz Yuhahar masih panjang. Tapi saya cukupkan di sini dulu karena mata saya udah lelah. Tapi saya masih ingin melanjutkan postingan kali ini dengan sebuah artikel yang dimuat di Kompasiana. Karena setelah membaca artikel inilah semangat menulis saya muncul kembali. Judulnya “Mengapa Orang yahudi banyak yang pintar ?”. Di sini dijelaskan tentang penelitian seorang doktor di AS yang mengamati kenapa banyak orang-orang yang cerdas-cerdas. Untuk selengkapnya pengunjung bisa membaca di Kompasiana.

Yang menarik bagi saya adalah keenganan orang Yahudi untuk mengkonsumsi rokok meskipun mereka adalah produsen terbesar rokok di dunia. Menurut mereka rokok bisa mengubah kemurnian Gen dan DNA yang memang sejak dulu sangat dijaga kemurniannya. Saya jadi teringat dengan acara Today’s Dialog di Metro TV yang tadi sore disiarkan kembali. Tema yang diangkat adalah fatwa yang baru saja dikeluarkan MUI terkait haramnya rokok. Yang mewakili MUI adalah KH. Ma’ruf Amien. Sedangkan pembicara yang lain ada Abdul Muqsith Ghazali dari JIL, ada sekjen GP Anshor  dan seseorang yang ditulis sebagai intelektual Muhammadiyah.

Ada kesan KH Ma’ruf berhadapan dengan ketiga pembicara yang lain. Tidak saja mendapatkan pertanyaan dari pembawa acara, tapi ketiga pembicara yang lain memposisikan diri sebagai orang yang kontra dengan fatwa haramnya rokok. Apa hubungannya dengan artikel yang saya baca di Kompasiana tadi? Ya, saya g habis pikir aja kenapa masih ada orang-orang “bodoh” yang berbusa-busa mulutnya menentang fatwa haramnya rokok dari MUI. Orang Yahudi aja yang lebih pintar dari mereka-mereka tu sudah sadar akan bahaya rokok. Kok mereka yang ngaku intelektual (ya macam2 gelar untuk menaikkan pamor mereka, tapi tetap saja pemikirannya menyesatkan) bisa-bisanya menyerang bahwa rokok itu tidak membahayakan. Padahal dokter udah menyampaikan bahwa merokok merusak kesehatan. Benar-benar aneh. Mudah2an orang-orang kayak itu dihinakan dan menjadi sampah di masyarakat.

Duh, udahan dulu ya. Emosi saya dah benar-benar memuncak ni. Takut keluar kata-kata sumpah serapah yang lebih kasar lagi. Saya cukupkan di sini dulu ya postingan ini. Makasi..:)