Aku telah terjerat oleh arus yang tak ku mengerti. Di persimpangan ini, aku terus menanti dalam rasa keharuan. Entah bagaimanakah akhirnya. Hingga aku menjadi lupa, siapakah diriku ini?

Itulah syair yang kugubah dari lagu “Jerat Percintaan” Kak Siti Nurhaliza. Saat ini, aku merasakan keanehan. Aku tak sadar, siapakah aku ini? Aku amnesia tentang segala hal. Aku terbawa dalam gelombang yang tak ku tahu kemana dia akan menghempaskanku.

Dari kamar ini, aku hanya bisa berteriak-teriak, mendendangkan lagu pilu. Meski tak terlalu indah, tapi suaraku lumayan juga untuk melantunkan lagu-lagu berirama tenang lagi syahdu. Malahan banyak yang mengira aku ini cewek, karena suaraku sangat halus. G mirip dengan suara ngebass kaum pria kebanyakan. Mungkin karena namaku Anggun, jadi Tuhan memberikan suara yang agak berbeda.

Aku tak tahu apa yang membuat aku gelisah. Gejala psikologis ini telah pula membuat tubuhku menjadi lemah. Pundakku terus saja pegal-pegal. Perutku sakit entah apa sebabnya. Sampai-sampai jadwal latihan sepakbola hari ini harus aku lewatkan, karena staminaku benar-benar buruk hari ini.

Yang membuatku bahagia cuma nilai semester yang lumayan baik. Dari 10 mata kuliah yang kuambil sudah 7 yang keluar. 5 dapat A, satu B dan satu B/A. Paling tidak semester depan jalanku lumayan teringankan dan target IPK lulus minimal syarat beasiswa S2 bisa ku kejar.

Semoga kegilaan beberapa hari ini bisa segera berakhir. Hingga aku bisa meretas jalan semester baru dengan semangat. Semangat menuju wisuda. Ya, wisuda yang begitu aku nanti-nantikan.. Ku mohon kebaikan dan kemurahan Engkau Ya ALLAH untuk mudahkan jalanku meraih cita-cita ini. Amien…