Tuhan, Kenapa Engkau Ciptakan Kecantikan dan Ketampanan. Sementara Engkau syariat kepada manusia untuk menjaga pandangan.

Setelah tadi malam baru tidur jam 12, karena keenakkan main komputer, pagi ini aku langsung meluncur ke kampus. Masih ngurusin yang kemarin, KRS. Ternyata untuk kesekian kalinya aku harus kecewa karena jadwal kuliah semester depan belum juga keluar. Mungkin dosen-dosen pada sibuk jadi belum sempat mengfix-kan jadwal mengajar.

Melancong sebentar ke perpustakaan fakultas untuk mengembalikan buku sekaligus pinjam buku yang baru, barulah aku kembali pulang ke asrama, setelah duduk sebentar, ngobrol dengan teman satu angkatan. Yang pasti obrolin soal nilai.

Saat hendak pulang, singgah dulu di Kopma UGM. Beli lakban buat nambal celana-celana yang dah robek. Mau sih dijahit, tapi mau yang simpel ya ditambal dulu aja. Kemarin-kemarin udah nyoba sih pake mesin jahit dan sudah lumayan mahir. Tapi setelah dijahit, ee malah jebol lagi. He.. He.. Mungkin dipakai buat main bola jadi celana cepat sobek.

Selesai bayar di kasir dan ambil tas sama mbak-mbak yang ramah, segera ku parkiran. Nah di saat di parkiran ini, ada 2 cewek yang manis dan putih dengan stelan coklat menawarkan kue pada seorang ibu-ibu. Dengan ramah mereka memberikan penjelasan, dan harga satu keranjang kue. Si Ibu karena tertarik mungkin, langsung aja beli 2 keranjang, yang satunya 10.000 rupiah.

Ada sentakkan hadir di pikiranku. Mereka cantik-cantik kok mau ya kerja dengan berjalan-jalan terus menawarkan barang dagangan pada setiap orang. Pikiranku mengembara pada sales-sales yang ada di mall-mall yang memang pada cantik-cantik dan penunggu stand pameran.

Wanita cantik dan Pria yang tampan sering diletakkan di front office. Ya, bisa bintang iklan di TV, pemain film atau sinetron, pelayanan contumers di kantor-kantor, marketing sampai hadir di sampul-sampul majalah. Kenapa mereka yang dihadirkan di depan? Mungkin saja teori bahwa “condong mata para yang rancak, condong selera pada yang enak” (ni pepatah minang yang telah ku Indonesiakan) menjadi alasan utama.

Kecantikan dan ketampanan memang menarik bagi mata yang memandang. Membuat hati berdebar-debar kadang lupa ingatan. Apalagi ditambah suara yang lembut, makin klop sudah. Mungkin inilah yang dijadikan senjata bagi pemilik produk dagang untuk memanfaatkan jasa mereka yang diberi kelebihan fisik oleh Tuhan untuk merayu dan mengaet konsumen. Lihatlah sekarang betapa lakunya produk-produk pemutih di Indonesia, padahal kulit orang Indonesia memang sudah sawo matang dari sononya. Betapa hebatnya rayuan produsen dengan memakai bintang iklan gadis-gadis yang memang sudah putih atau mungkin punya darah Eropa yang memang pigmennya putih.

Ketika kecantikan dan ketampanan telah menjadi “fitnah” yang membuat banyak orang terjerumus dalam dosa-sengsara, hari-hari ini malah sudah memasuki taraf yang lebih hebat lagi. Bukan hanya pameran wajah, tapi juga pameran body, bahkan seluruh anggota tubuh. Kayaknya kita sekarang kembali ke zaman purba, dimana keminiman pakaian untuk menutup tubuh sudah menjadi pandangan sehari-hari. Mau lari kemana lagi? Ngak di kampus, g di jalan, pasar, mall, bahkan di rumah pun dia datang sendiri lewat televisi dan koran.

Mungkin kalau mau benar-benar menjaga pandangan mungkin lari aja ke hutan. Hidup sendiri di sana bersama para kawanan hewan yang memang tak bikin nafsu kalau g berpakaian. Ya, g tahu deh. Pintu-pintu zina memang sudah terbuka sangat lebar sekarang. Salah sedikit saja melangkah, bisa-bisa kita terjerembab dalam kubangannya. So, bagi yang masih muda-muda dan single, hati-hati aja sama godaan ini. Dan tak lupa juga buat yang tua-tua, jangan malah semakin menjadi-jadi karena dibuai oleh zaman yang buka-bukaan ini. Yang muda, semoga selamat sampai menikah. Dan yang tua semoga selamat dari perselingkuhan.. He..

Terus buat yang diberikan wajah dan body yang lebih oleh Tuhan, mudah2an tidak ikut bikin pusing pandangan orang. Ya, kelebihan itu dinikmatin aja sendiri. Tapi kalau dah kepepet, sementara butuh duit dan modal yang dipunyai cuma fisik, ya jangan terjun ke dunia yang aneh-aneh dan bikin jantung berdebar tak karuan…

Udahan dulu ya, ni cuma curhatan aja. Bukan berarti saya ni orang suci, malahan banyak dosa. Tulisan ini cuma memaparkan realitas yang kutangkap dalam keseharian.

So, siapa sih yang tertarik sama yang cantik dan yang tampan… He2.. Duh, g tahu mau dikasih ending apa ini. BTW, nikmati saja tulisan ini… Sampai ketemu di edisi berikutnya..:)