Kalau listrik padam, gelaplah malam.. Kalau hati hitam kelam, tiada lagi memori indah terpendam.. Kata orang, hiasan terindah dunia adalah perempuan sholehah. Mau nyari dimana ya??

Itulah sebait pantun yang g karuan kukarang menjelang magrib kemarin. Habis main futsal yang penuh emosi, kudapati asrama gelap gulita. Kirain PLN mutusin listrik karena iuran bulan ini belum dibayar, ternyata pemadaman merata di daerah Karangwaru.

Tiada postingan yang inspiratif dapat kutuliskan beberapa hari ini. Karena hari-hari yang kujalani belakangan memang biasa-biasa saja. Mondar-mandir di asrama. Kalau lagi bosan, sesekali jalan-jalan pake motor yang barusan diservice. Atau main-main ke kampus yang sepi untuk lihat nilai yang udah keluar.

Tadi sore, saat hujan gerimis-gerimis tanggung, aku kembali beraksi di lapangan hijau. Bersama team sepakbola Karangwaru alias KPP, pertandingan melawan klub yang ku tak tahu namanya, berlangsung di lapangan Karangwaru yang tak lagi berdebu sehabis diguyur hujan. Meski baru main babak kedua, tapi kontribusiku lumayanlah mengantarkan team menang 3-0 setelah babak pertama skor imbang 0-0.

Dan, kalau sudah magrib, penyakitku kumat. Kirim-kirim sms yang g jelas, terus dengarin lagu-lagu yang melow. Yang lagi kuputar saat ini, lagunya Stinky, Seandainya.

Duh, aku g tahu harus nulis apa lagi. Udahan dulu ya..:)