“Seandainya kau ada di sini, hilang semua rindu di dada. Oh Permata, kau selalu ku damba”

Inilah sepenggal bait lagu “Seandainya” dari Stinky. Group band yang sekarang sudah tak eksis lagi. Terakhir sang vokalis band ini, Andre, main film “Kiamat Sudah Dekat”.

Setelah lama tak mendengar lagu yang sering membuat aku menangis ketika menyanyikannya sendiri, kemarin saat “jalan-jalan” ke Youtube kutemukan videonya. Ya, langsung saja ku download.

Aku benar-benar telah menjadi orang yang teramat hina dalam minggu ini. Terlalu banyak nista yang kulakukan. Ketika aku ingin bangkit, mengharapkan uluran tangan dari akhwat yang baik, ternyata tiada dapat ku menggapainya. Dia sudah punya calon. Artinya, aku tiadalah dianggap apa-apa. Sms-sms yang ku kirimkan tak lebih dari debu yang mengganggu hubungan mereka.

Apakah aku telah menjadi sampah karena dosa-dosaku ya Tuhan?

Ku coba berlari, mengingat kembali kenangan-kenangan masa lalu. Memutar memori tentang insan-insan spesial di hatiku. Dan kembali aku terdampar di dermagamu Great. Setelah nomor Hp-mu yang lama tak lagi bisa ku hubungi, melalui seorang teman ku cari lagi nomor-mu yang terbaru. Ya, ku dapatkan. Segera, ku sms dirimu. Ternyata jawabanmu sungguh menghabiskan sisa-sisa asa-ku. “Maaf, kayaknya anda salah orang”. Aku benar-benar remuk Great. Kamulah yang ku harapkan tempat mengobati luka yang telah berdarah-darah ini. Meninggalkanku ketika aku benar-benar terpuruk.

Mau gila saja rasanya. Dosa terlalu banyak. Jika ini adalah karma atas kesalahan-kesalahan yang telah ku lakukan, aku rela menerimanya Tuhan. Asal tak Engkau tutup pintu taubat bagiku. Dan tak Engkau halangi aku untuk memberikan secercah kebahagiaan bagi kedua orang tuaku yang begitu mencintaiku. Sebuah kebanggaan kepada keluargaku yang begitu mengharapkan aku pulang sebagai sarjana UGM. Aku hanya ingin Engkau memaafkanku.

Tiada aku berharap lebih. Dipuji sebagai orang baik. Tidak… Tidak ya Tuhan. Aku terlalu hina untuk itu. Dikenang sebagai orang yang taat, tiada pula aku inginkan itu. Karena aku sudah berkubang dengan dosa, tiada bermuru’ah lagi.

Ketika telah ku selesaikan kuliahku, dan memberikan kebahagiaan kepada keluargaku, serta Engkau berikan maaf atas dosa-dosaku yang tak terhingga, ambillah nyawaku Tuhan. Karena aku tak ingin lakukan dosa lagi. Aku tak ingin menyakiti orang-orang baik lagi. Dan aku tak ingin luka karena cinta lagi. Panggillah aku kembali ke sisi-Mu dalam ketaatan. Meski tak pernah ku sempurnakan separo dien ini dengan menikah, aku rela ya Tuhan. Ku mohon  Engkau selamatkan aku ketika hari yang begitu berat nanti di Padang Masyar. Dan jadikanlah aku termasuk hamba-Mu yang menghuni sorga-MU.