Pengunjung setia yang saya hormati, mohon kesediaan anda untuk mengklik salah satu link di bawah ini sebagai bentuk apresiasi pengunjung terhadap blog ini. Terima kasih banyak saya ucapkan atas kebaikannya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Utusan Israel untuk PBB mengatakan tidak akan melakukan negosiasi perdamaian, setelah aksi Tel Aviv menyerang warga sipil Gaza selama 3 hari ini.

Israel memulai “all-out war” di Jalur Gaza pada hari sabtu kemarin. Lebih 345 warga Palestina meninggal dunia dan sekitar 1550 orang terluka, sebagaimana disampaikn Para Medis di Palestina kepada Televisi pada hari Senin kemarin,

Ketika ditanyakan tentang kemungkinan perdamaian, utusan Israel Gabriela Shalev mengatakan kepada CNN pada hari senin, “Tak ada kata damai untuk kejadian ini”.

Diharapkan Hamas akan mengerti bahwa Israel berlaku benar untuk melindungi dirinya dan kewajiban untuk melindungi warga negaranya, kata Shalev tanpa menyebutkan ratusan warga Palestina menjadi korban atas serangan membabi buta terhadap infrastruktur sipil sehingga hancur berantakan.

Sementara itu, Negosiator perdamaian Palestina Hanan Ashrawi mengatakan dia tidak setuju dengan argumen Israel tentang tindakan self defense itu.

Tindakan Israel ini adalah bentuk pendudukan yang sewenang-wenang. Ashwari mengatakan hal saat interview dengan CNN pada hari senin yang lalu.

Di Gaza, rakyat Palestina berada diisolasi sampai berbulan-bulan hingga kini. Mereka sangat kekurangan bahan makanan pokok… Dan sekarang Israel telah menambah penderitaan dengan meluncurkan misil dari udara yang secara kejam telah membunuh ratusan nyawa tak berdosa, Ashwari menambahkan.

Ketika korban meninggal dunia di Gaza terus bertambah, Deputy Prime Minister Israel Haim Ramon berapologi bahwa tujuan borbamdir besar-besaran di Jalur Gaza semata-mata untuk melumpuhkan Hamas.

Pemerintah Demisioner Bush juga memberikan dukungan penuh atas serangan berdarah oleh Tel Aviv, dan menyalahkan Hamas yang memulai provokasi dengan menembakkan roket ke Israel dari Gaza.

Untuk memulihkan situasi dan menghentikan kekerasan, Hamas harus menghentikan serangan roket kepada Israel dan berkomitmen mematuhinya., ujar juru bicara gedung putih Gordon Johndroe

Para pejuang pembela Palestina di jalur Gaza mengatakan mereka menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas serangan berhari-hari yang dilakukan Israel atas mereka. Berbeda dengan senjata dan amuninis Israel seperti pesawat tempur F-16 yang telah menewaskan ratusan orang, roket buatan mereka” Qossam” hanya menimbulkan kerusakan kecil tak berarti.

Sumber: Aljazeera.com