Tujuan dari operasi ini adalah untuk merobohkan Hamas, kata Deputy Prime Minister Israel Haim Ramon dalam penyataannya  di Televisi Senin yang lalu.

Tel Aviv telah menyatakan sebelumnya tentang “all-out war” di Jalur Gaza sebagai upaya  mempertahankan diri, dalam arti lain untuk membalas serangan Roket Palestina atas Israel.

Kami akan menghentikan serangan seketika, jika ada pihak yang bertanggung jawab terhadap pemerintah Hamas. Kata Ramon.

Sementara itu Gedung Putih menyatakan pada hari Senin yang lalu, bahwa Israel tidak sedang melakukan upaya merebut kembali Jalur Gaza dan hanya melakukan perlindungan terhadap warganya.

Untuk menghentikan serangan misterius Hamas, Angakatan udara Israel melakukan penyerbuan terhadap kurang lebih 300 target yang dimiliki oleh Hamas seperti sekolah, stasiun TV  sejak Sabtu kemarin.

Serangan ini telah merenggut kurang lebih 345 orang dan lebih dari 1550 menderita luka, sebagaimana yang dilaporkan oleh  Pihak Kesehatan Palestina kepada televisi.

Jalur Gaza telah diblokade oleh Israel sejak pemilihan demokratis pemerintahan Palestina yang dimenangkan oleh Hamas pada pertengahan Juni 2007.

Pagi ini,  Pemimpin Oposisi Israel Benjamin Netanyahu menyerukan pejabat Tel Aviv mengambil segala usaha merobohkan Pemerintahan Hamas. Komentar ini sama dengan pernyataan janji Menteri Luar Negeri Tzipi Livni, serangan ini untuk melemahkan gerakan Islam. Netanyahu dan Livni mengharapkan dapat ikut bagian dalam Pemilu Israel yang akan dilangsungkan tidak lama lagi.

Serangan gencar Israel berawal setelah penilaian bulan November oleh Keamanan Israel yang mengusulkan agar  Otoritas Palestina harus menganti segala kerugian.

Jika  gencatan senjata gagal dan konflik berlanjut di Jalur Gaza, Israel harus menumbangkan kekuatan Hamas di sana,  ungkap bocoran sebuah laporan.

Menurut penilaian Israel, Tel Aviv khawatir akan kemenangan kubu Hamas pada pada pemilu yang akan datan.

Sumber: Aljazeera.com