Pengunjung setia yang saya hormati, mohon kesediaan anda untuk mengklik salah satu link di bawah ini sebagai bentuk apresiasi pengunjung terhadap blog ini. Terima kasih banyak saya ucapkan atas kebaikannya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Aku tak bisa membayangkan, bagaimana rasanya dicekam suara kematian dari lebih dari 200 pesawat tempur F 16 meraung-rang di atas langit yang memuntahkah mortir penghancur.  Terisolor karena  terputusnya aliran listrik. Kelaparan karena minimnya makanan. Menjerit kesakitan karena  obat-obatan yang teramat sedikit.

Itulah yang saat ini, dan sampai detik ini dirasakan oleh saudara-saudara kita di Gaza Paletina. Diserang dan dibantai oleh “Real Terrorist” Israel yang seakan sudah kalap mata dan kehilangan rasa kemanusiaan dengan dalih pembungkaman terhadap HAMAS yang memang selama ini menjadi benteng perlawanan yang menakutkan bagi Israel.

(Reuters) A Palestinian boy is carried to al-Shifa hospital following an Israel air strike in Gaza December 28, 2008.

Uni Eropa dan AS yang merupakan sekutu bagi Israel, cendrung menutup mata atas tradegi kemanusiaan ini. Secara gamblang sikap persetujuan AS, Inggris, dan Uni Eropa diungkap oleh Stuart Littlewood, pengarang buku “Radio Free Palestine” (buku yang menggambarkan kesengsaraan, kepedihan dan kenyataan miris yang dialami oleh rakyat Palestina selama pendudukan zionis Israel). Dalam Majalah Al Jazeera edisi 28 Desember 2008, dengan headline “Can there be any doubt who the real terrorists are?”, Stuart mengatakan:

“The killing spree couldn’t have happened without the tacit approval of America, Britain and the EU. The political pea-brains that direct the pro-Israel western alliance were partying, gorging themselves on Christmas fare or binge-shopping while this massacre of hungry women and children and their despairing menfolk in Gaza was being planned and executed.”

Aksi Genocide di Gaza, hingga kini telah merenggut lebih dari 300 orang meninggal dunia dan lebih dari 1000 orang terluka parah. Dan jumlah ini akan terus bertambah karena sang biadab Israel belum juga menghentikan serangan tak berprikemanusiaannya itu.

Rakyat Palestina yang menjadi korban kebiadaban Israel

Rakyat Palestina dan Masyarakat Arab menyatakan kekecewaan sangat mendalam atas kegagalan menekan Israel untuk menghentikan serangan berdarah yang merupakan kejahatan perang dan genocide.

Hamas mengatakan pemimpin Mesir menipu kami. Seorang pejabat Hamas menceritakan kepada The Jerusalem Post tentang alasan mengapa instalasi keamanan di Gaza Strip tidak diungsikan sebelum serangan adalah karena Mesir menjamin bahwa di sana tidak akan datang serangan dari Israel.

“Only hours before the attack, the Egyptians told our representatives that they were under the impression that Israel would not launch an operation,” the Hamas official said. “We believe the Egyptians deliberately deceived us because they had given Israel a green light to attack.”

(AFP) Israeli tanks on the border with the Gaza Strip.

Terlepas dari itu,  Grand Syaikh Al Azhar , Dr. Muhammad Sayyid Thanthawi menyerukan negara-negara Islam untuk “mengerahkan segenap kemampuan mereka” untuk membantu Gaza yang tengah digempur secara brutal oleh Israel.

Syeikh Thanthawi juga mengatakan dirinya dan seluruh elemen Lembaga Islam Al-Azhar mengecam aksi penyerangan Israel atas wilayah pesisir tersebut. “Al-Azhar dengan semua lembaga, ulama, dan elemen lainnya mengutuk aksi Israel.

Thanthawi dan Mufti Mesir Dr. Ali Jum’ah menyerukan kewajiban untuk membantu rakyat Palestina bagi seluruh kaummuslimin di seluruh dunia. “Ini adalah fardhu ‘ain bagi setiap umat Islam, baik pemimpin maupun rakyat biasa. Tidak hanya diam di hadapan bala dan musibah besar ini.”

A Palestinian man cries over the body of his son following an Israeli air strike in Gaza December 27, 2008.  (REUTERS/Ismail Zaydah)

Bagi  umat Islam Indonesia bisa menyalurkan bantuan lewat Bantuan Anda untuk rakyat Gaza bisa disalurkan KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) melalui No rek. KISPA Bank Mua’malat Indonesia no.311.01856.22 an Nurdin QQ KISPA cab. Slipi. dengan contact person 08128173107 Nurdin.

Saya tak bisa berpikir dengan apa bisa dibayangkan oleh para “orang-orang” pintar yang selama ini bermuka manis kepada Israel dan AS serta menerima uang dari mereka untuk mengulirkan pemikiran aneh dan cendrung merusak Islam. Apakah mereka masih bisa membicarakan tentang Humanisme Universal ketika darah telah mengalir di bumi para Anbiya? Mana suara mereka yang bermimpi bahwa Zionis Israel dapat diajak berdamai. Bersiaplah berjuang wahai pemuda Islam karena Perang Akhir Zaman memang benar-benar akan terjadi. Dan apa yang terjadi di Palestina hari ini adalah rangkaian menuju perang yang besar itu.

Sumber:

Iklan