Menikmati siang yang teramat cerah hari ini. Setelah tadi menyelesaikan cucian seabrek karena sudah lebih satu minggu dibiarkan menumpuk di sudut kamar. Masih di sini, di depan komputer dengan seabrek bacaan dan tak lupa mengutak-atik tampilan blog. Masih dalam rangkain libur minggu tenang, menyonsong ujian akhir semester yang akan dimulai 5 Januari esok.

Tadi malam, aku baru selesai di depan internet jam 1.30 dinihari. Melacak keberadaan beberapa teman lewat google.com. Mampirlah aku di laman anak-anak SMA 1 Padang angkatan 2002. Selama di Jogja dapatlah aku berkenalan dekat dengan beberapa dari mereka karena sama2 tinggal di asrama pemda Sumatera Barat. Terpingkal-pingkal aku menahan geli, karena isi web yang kocak dari anak-anak cerdas itu. Maklum SMA 1 Padang memang terkenal dengan kepintaran siswa-siswinya. Dan yang satu asrama denganku itu adalah pemilik passing grade tertinggi saat sama2 dulu bimbel di Adzkia Padang.

Pagi ini kembali kulanjutkan petualangan browsing. Dan kujumpai beberapa kenalan lama yang sudah lama tak berjumpa. Suprise, mereka sudah keren-keren sekarang. Salah satunya Oce Madril, teman satu angkatan dulu di filsafat tapi tahun 2003 menyeberang ke Hukum, sudah melanglang ke negeri sakura. Ya, Oce yang memang terkenal garang dan aktivis banget sejak awal kuliah dulu ini melanjutkan studi di Nagoya University.

Namun yang membuat tercenung adalah prestasi Gonda Yumito, yang ku kenal di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UGM. Lulusan HI UGM yang sekarang menjadi dosen di Universitas Muhammadiya Malang, mencatat prestasi yang spektakuler. Lulus S1 hanya dalam waktu 3 tahun 1 bulan 5 hari. Kedua adalah Lily Oktari yang ku kenal di Forkommi UGM. Cewek angkatan 2005 ini berhasil wisuda pada bulan november kemarin dan keterima di perusahaan internasional. Wah, benar-benar keren, karena bisa S.H dalam usia masih muda, 21 tahun.

Jika ku bandingkan dengan keadaan diriku, sungguh jauh dari yang mereka capai. Kalau mereka bisa lulus kurang dari masa studi standar, aku harus berjuang agar bisa merampung kuliah sebelum jatah kuliah maksimal (7 tahun) tidak jatuh tempo. Aku hanya bisa menekur malu. Menjadi mahasiswa tua dengan tampang yang juga tua. He.. He.. Mungkin inilah jalan hidup. Atau tepatnya inilah akibat kebodohan dan kemalasanku selama ini. He.. He.. Aku hanya bisa tersenyum miris sambil menikmat lagi Looking in The Eyes of Love dari Group Musik dari Irlandia, The Cors.

Selamat datang dzuhur, ketika aku benar-benas malas sholat di masjid beberapa minggu ini.

Iklan