Pengunjung setia yang saya hormati, mohon kesediaan anda untuk mengklik salah satu link di bawah ini sebagai bentuk apresiasi pengunjung terhadap blog ini. Terima kasih banyak saya ucapkan atas kebaikannya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Ku coba juga merangkai kata demi blog ini kala letih menderaku begitu hebat. Malam tadi begadang ngerjain tugas kelompok. Pagi masuk kuliah pak Joko yang benar-benar sulit kupahami. Bukan karena pak Joko tak cakap untuk menerangkan, tapi memang materi kuliah hari ini memang berat, memahami pemikiran Husserl dan Wittgeinstein.

Karena harus mengantar tamu ke bandara, aku tak sempat ikut kuliah logika. Moga-moga saja ini tidak menjadi batu sandungan bagiku untuk meraih nilai yang baik di mata kuliah yang rumit ini. Simbol-simbol yang diajarkan pak Noor Bakri memang susah masuk dalam kepalaku yang lama tak terbiasa dengan simbol-simbol logika dan matematika.

Dan yang lebih parah adalah barusan ini, saat presentasi tugas epistemologi. Ketika membacakan makalah, keringat bercucuran di keningku. Konsentrasi buyar. Jadilah presentasi yang membosankan. Parahnya lagi pertanyaan yang diajukan tak dapat kujawab dengan baik. Mumet… Padahal sudah ku baca berulang-ulang referensi yang digunakan, namun tak jua singgah dalam ingatanku. Capek deh…

Letih demi letih yang mendera, paling tidak menjadikan waktu tidak terbuang percuma dan larut dalam lamunan berpanjang angan. Desakan-desakan tugas dan kewajiban telah membuat kesadaran tersendiri tentang kemampuan dan kekurangan diri. Ya, masih ada waktu untuk terus berproses memperbaiki sikap, memperbaiki hubungan, dan meningkatkan kemampuan intelektual. Paling tidak apa yang kulakukan hari ini masih dalam tren pencapaian cita-citaku menjadi orang yang pintar.

Karena bagiku, ketentraman lewat penguasaan banyak hal sangat menyejukkan daripada kebanggan memperoleh jabatan dan menjadi kaya. Karena jabatan sering orang terlena, dan harta sering membuat orang lupa diri. Tapi kalau kearifan pemikiran telah dicapai, hidup akan terasa nikmat meskipun hanya sebagai orang biasa-biasa saja.