Sejarawan UGM Prof Dr Taufik Abdullah, menyangkal mantan Wakil Presiden RI Adam Malik pernah menjadi agen CIA seperti yang ditulis wartawan New York Times, Tim Weiner dalam buku Legacy of Ashes, History of the CIA (Membongkar Kegagalan CIA).

“Tidak masuk akal sehat saya jika Pak Adam (Adam Malik) itu masuk sebagai agen CIA, dan lebih mungkin ini lebih ke arah membalikkan informasi,” kata Taufik Abdullah Kepada wartawan di sela kegiatan Asian Public Intellectuals (API) Public Forum, Kamis (27/11) di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM.

Taufik Abdullah tidak yakin jika seorang Adam Malik ingin menjadi agen CIA, karena agen CIA lebih merupakan pencari informasi dan memberikan informasi terbalik kepada militer dan pemerintah Amerika.

“CIA itu kan intel, nah kalo intel itu apa yang dilakukan, tetunya mencari informasi dan memberikan informasi terbalik. Berdasarkan riwayat hidup pak Adam Malik, maka sulit saya menerima itu,” katanya.

Mantan Ketua LIPI ini menambahkan, Adam Malik merupakan salah satu pengikut gaya hidup Tan Malaka, dan seorang murid Soekarno. Bahkan dari sejak muda sudah ikut berjuang dalam perang memperebutkan kemerdekaan dalam usia masih belasan tahun. Setelah tamat sekolah agama di Padang, lalau merantau ke tanah Jawa ini, membiayai sekolah sendiri dan hinggabisa mendirikan kantor berita ANTARA,

“Seluruh hidupnya beliau seorang nasionalis yang cenderung sosialis,” katanya.

Selain itu, kata Taufik Abdullah, Adam Malik termasuk tokoh pemuda dalam gerakan proklamasi. Salah satu tokoh pemuda yang mendesak Soekarno untuk segera menproklamirkam kemerdekaan.

“Meski begitu, Ia tetap menjadi golongan kiri seperti Tan malaka, jadi bukan bagian dari Pak Sahrir,” katanya.

Di era Bung Karno, Adam Malik sempat diangkat sebagai duta besar di Moskow (Rusia), dan diangkat menjadi menteri perdagangan. Sempat diturunkan dari jabatan menteri karena terkait masalah dengan keterlibatan dirinya dengan partai Murba.

“Tapi ia tetap menganggap Bung Karno sebagai gurunya,” jelasnya.

Tidak hanya sampai disitu, ujar Taufik Abdullah, saat terjadinya peralihan kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru, Adam Malik termasuk tiga orang kepercayaan Soekarno untuk mengalihkan kekuasaannya, yakni Soeharto, Sri Sultan HB IX dan Adam Malik.

Menyinggung sudah terbitnya buku yang membalikkan fakta tentang Adam Malik, Taufik menyarankan agar pihak keluarga, kolega, sahabat dan murid Adam Malik untuk membantah isi buku tersebut dan menjelaskan hal yang sebenarnya kepada publik.

“Seharusnya dibantah saja dari keluarga dan para murid Pak Adam,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Mantan Ketua MPR RI Prof Dr Amien Rais MA, dirinya sama sekali tidak pernah percaya sama sekali terhadap buku ‘Membongkar Kegagalan CIA’. Menurut Amien, penyebutan Adam Malik sebagai Agen CIA dalam buku tersebut merupakan kesalahan fatal yang dilakukan si penulis, dan sudah termasuk kategori buku asal tulis.

“Saya dari A sampai Z, Saya tidak percaya seorang adam malik sebagai agen CIA,” katanya.

Alasan Amien, dirinya tidak yakin seorang patriot seperti Adam Malik, akan terbersit dari hati kecilnya untuk menjadi agen asing karena akan menjadi agen budak Amerika.

“Begitu di CIA, kita akan menjadi budak kepentingan Amerika, kita jadi nista, dan jadi hina hingga tidak ada harganya. Masa adam malik jadi agen CIA, tidak akan ketemu nalar saya lah,” kata Amien Sambil lalu. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Sumber: http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=1648: