Barusan ku baca email dari panitia Live Blogging Contest KMTE UGM bahwa blogku ini g jadi diikutkan sebagai peserta. Ya, gara-gara terlambat memposting artikel. Telat 34 menit dari yang diatur oleh panitia. Tapi tak apalah, belum nasib kali. Dari pada tambah pusing mending nyantai-nyantai aja.. he..he.. Lagian kepala ku sudah pusing sejak tadi malam, dan barusan agak reda. Migrain yang selalu datang ketika aku banyak pikiran atau ketika berlama di depan komputer.

Siang ini, ku nikmati liburan mingguan. Mudah2an senin besok sudah fresh untuk kuliah. Namun, masih ada yang menganjal di hatiku, tugas untuk mengisi materi saat di DAD IMM UGM yang dijadwalkan besok hari. Selain suara yang berubah karena batuk dan flu yang melandaku sejak kamis yang lalu, masih ada ganjalan yang mendera hati. Aku masih belum sreg dengan pimpinan IMM yang sekarang, bahkan aku sempat berkata pada sesama instruktur bahwa aku g akan kembali aktif di IMM sebelum kepengurusan berganti. Kemarin, ku sabangi juga PP. Muhammadiyah tempat kader baru berangkat ke lokasi DAD. Ada perasaan tak enak, aku seolah menjadi orang asing yang aneh. Tiada taste yang membuat aku akrab dengan teman-teman yang lain. Mungkin ini problemku sendiri. Lagian aku juga telah kehilangan teman-teman yang dekat dan bisa kuajak ngobrol. Dari pada jadi orang aneh, yang dibutuhkan saat kekurangan orang (atau memang g dibutuhkan lagi) lebih baik kuurus saja kuliahku yang masih terbengkalai.

Siang ini, saat langit biru nan cerah. Ketika tak tahu apa yang harus dilakukan, aku hanya memandangi kembali wajahmu Kak. Senyum manismu. Meski seorang teman barusan men-sms, “Gun, ngapain mendengar suara istri orang, lebih baik mendengar suara istri sendiri”. Ku balas saja, “Tidak salah kan jika seseorang mendengarkan suara yang merdu. Lagian saya juga belum punya istri”. Ku mendengarkan syair Kak Siti bukan karena nafsu dan birahi yang hina. Tiada bayangan-bayangan tak pantas terlintas di benakku. Aku hanya ingin obati kesendirianku, menenangkan pikiranku yang karuan, menahan gejolak cinta yang belum kutemui hingga saat ini, hanya mencoba menghentikan tangis karena dibenci oleh orang yang kucintai. Aku hanya berharap, masih ada cinta, setelah saat ini hatiku kabur menerawang entah kemana. Lewat syair Kak Siti, aku berharap mendapat spirit dan semangat hidupku lagi.

Tadi, ku stel Metro TV yang menayangkan Oprah Show. Cerita kali episode tadi mengisahkan cerita tentang seorang wanita yang bertukar identitasnya pasca kecelakaan. Aku kagum dengan kekuatan keyakinan. Keluarga yang melepas puterinya yang meninggal dunia setelah semula mengira masih hidup. Setiap orang beragama punya keyakinan. Keyakinan bahwa hidup bukan hanya di dunia ini. Tuhan menjalankan skenarionya untuk dijalani. Betapa cinta berumahtangga bukanlah cinta karena pelepasan nafsu belaka. Tapi lebih dari itu, kasih sayang yang dalam, penuh pengertian dan saling berbagi dalam keadaan apapun yang terjadi. Sekarang ku sadar betapa cintanya orang tua kepada anak.

Dalam kekacauan dan kegelisahan ini, aku tak tahu apa yang kutulis ini benar atau salah. Ini hanyalah goresan-goresan yang kutulis mengalir, seingat dan seiring dengan apa yang kurasakan. Jika orang mengatakan tulisanku ini tak berarti aku takkan marah, karena aku hanya bercerita tentang kisahku. Toh dengan menuliskanya aku bisa melepas beban yang ada di pikiran. Terserah orang mau bilang apa. Karena aku berjalan kemana hatiku ingin kakiku melangkah. Silahkan benci dan tak suka, karena aku sudah biasa hidup dalam kesendirian dan kesepian sehingga aku tak terlalu risau ditinggalkan atau dilupakan… Karena senyum Kakakku nan tersayang terbitkan jua semangat dalam diriku.