Alhamdulillah, akhirnya kulewati juga minggu yang berat ini. Ujian Mid semester telah berlalu kecuali satu mata kuliah yang mesti dihadang selasa depan, Bahasa Inggris. Soal hasilnya entahlah, cuma satu yang ku tahu, mata kuliah metode-metode filsafat yang dikasih nilai B/A oleh Pak Joko. Senin depan, setengah semester menjelang ujian akhir harus mati-matian. Belajar lebih baik. Demi pencapaian nilai maksimal, dan perbaikan IPK. Menjelang perjuangan ini, agaknya ku manjakan diri dulu dua hari ini. Karena kalau diporsir bisa ngak karuan nanti, jadi anti klimaks.

Profesi sebagai pemain bola kampung, ku jalani lagi. Sore tadi main bersama Team Kampung Karangwaru (KPP), bertanding dengan di lapangan Bernebeu alias lapangan berdebu Karangwaru. Lapangan yang 2/3-nya adalah pasir, kalau kemarau, maka debu akan berterbangan menyesakan nafas. Meski baru masuk di babak kedua, karena terlambat datang ke lapangan. Setelah ujian Filsafat Ketuhanan jam setengah tiga tadi, tubuku ini benar-benar capek. Mas Culut datang membangunkan kala aku masih terlelap. Cuma main setengah pertandingan, tapi dapat jua aku membantu team menang 4-2. Ya, kemenangan kedua setelah laga away di Piyungan jum’at yang lalu. He2…He2…

Saat ini, asrama lumayan sepi. Teman-teman pada keluar, pergi berenang ke UNY. To menyenang-nyenangkan hati, kuputar Jet Audio, dengarin album “Sanggar Mustika” Kak Siti. Album bersajak dengan irama Melayu.