Ketika ku ketikkan nama “Anna Althafunnisa” di mesin pencari kelas wahid yang disukai para netter Google, tampilah blog ku ini masuk sebagai pencarian halaman pertama. Alhamdulillah, hanya itu bisa aku ucapkan. Padahal web khusus tentang Anna Althafunnisa sudah ada dalam web  film ketika cinta bertasbih Agaknya aku perlu menjelaskan tentang nama cantik ini.

ANNA ALTHAFUNNISA

Gadis Jawa, berusia menjelang 25 tahun, putri seorang kiayi. Anna, dia biasa dipanggil begitu. Ia adalah putri Jawa nan ayu. Kulitnya kuning langsat. Mukanya anggun mempesona. Ia memiliki aura kecantikan dan keanggunan.

Kalau bicara tegas, tenang sambil terus menatap lawan bicaranya tapi dengan pandangan tetap santun. Pribadinya tergolong serius jika dilihat dari usianya yang masih sangat muda. Apalagi jika dibandingkan denganumumnya gadis-gadis yang seusia dengannya. Sangat mencintai ilmu dan buku. Belanja buku dan kitab adalah hobinya.

Anna mahasiswa S2 Kuliyyatul Banat Al Azhar University. Dalam dirinya ada kedalaman khazanah keilmuan Islam klasik dan ada keprigelanmenganalisis. Anna sangat menguasai tata bahasa Arab dan Ilmu Ushul Fiqh. Bahasa Inggrisnya sama baiknya dengan bahasa Arabnya. Ia pernah tinggal di Wales, Inggris.

Cara berpakaiannya Islami, namun tampak ia sangat menguasai pemilihan warna. Jilbab dan pakaiannya semakin membuat anggun penampilannya. Anna tipe orang yang tidak banyak bicara. Namun jika sudah bicara, kata-katanya seolah menyihir siapa pun yang mendengarnya. Kedua matanya bening dan teduh.

Anna orang yang rendah hati, tapi ia adalah gadis yangsangat teguh memegang keyakinan yang ia anggap benar. Dalam menyelesaikan suatu masalah rujukan pertamanya adalah ajaran agama yang ia yakini kebenarannya. Dan Anna adalah orang yang sangat teliti melihat dasar-dasar agama. Tradisinya merujuk kepada kitab-kitab induk sangat kuat.

Uniknya, Anna ternyata adalah pecinta karya sastra. Dia banyak membaca karya-karya sastra baik klasik maupun kontemporer. Tapi ia bukan sastrawan, tidak menulis karya sastra.

(Sumber: http://www.filmketikacintabertasbih.com/audisi.php?show=karakter#karakter)

===================================

Hujan kembali basahi bumi tempat ku berada kini. Dalam kegelisahan yang aku sendiri tak tahu kenapa. Telah ku coba baca Al Qur’an sehabis sholat Magrib tadi, namun tetap saja hati ini belum jua tenang. Gelisah dalam penantian yang tak menentu. Menunggu cinta tiada ganti. Seseorang yang hanya ku perjuangkan sebagaimana yang dilagukan oleh Kak Siti:

Cinta Tak Terganti

Biarkanlah resah sayang
Sukar ku lalui
Buat ku berduka

Kenangkanlah oh semalam
Walau cinta dikunci
Janji tak ku lupa

Tak daya ku halangi
Tak ku cuba jauhi
Tetap di sini
Terus menanti

Ikrar kita mengharungi badai sakti
Mencari sinar kasih suci
Walaupun nafas ku ini pasti terhenti
Jangan pula ada sangsi lubuk hati
Percaya cinta tiada ganti
Kau yang ku cari
Kaulah kasih ke akhir hayat nanti

**********

Asrama Merapi Singgalang, malam 29 Oktober 2008 Jogjakarta