Alhamdulillah, pagi ini sempat juga ku datangi pengajian Kamis Pagi di P.P Muhammadiyah Jl. Cik di Tiro. Karena Ustadz Yuhanar Ilyas dalam perjalanan ke Arab Saudi mengemban tugas dari MUI, maka tadi kajian digantikan oleh Ust. Syakir Jamaludin. Tema yang diangkat seputar masalah-masalah ibadah Idul Fitri.

Talenta Ustadz Syakir di bidang hadist dengan penyebutkan riwayat yang cukup memusingkan, membuatku tak bisa menyampaikan review kajian kamis pagi kali ini. Tapi paling tidak aku dapat menyampaikan inti dari materi yang disampaikan beliau. Yang dibahas tadi adalah masalah takbir saat idul fitri, jumlah raka’at sholat tarawih/sholat lail, beberapa pertanyaan dari jama’ah seputar posisi jama’ah makmum wanita, masa iddah untuk wanita karir, apakah boleh sholat lail kurang dari 11 raka’at dan takbiran berjama’ah.

Untuk pembahasan takbir saat hari raya, berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap hadist-hadist yang ada, maka beliau lebih cendrung membenarkan ucapan Allahuakbar hanya 2 kali bukan tiga kali. Jumlah raka’at dalam sholat tarawih/lail, yang lebih tepat adalah yang 11 raka’at, karena riwayat 20 rakaat yang disandarkan kepada khalifah Umar Bin Khatab diragukan riwayatnya dan harus ditafsirkan secara benar. Terkait dengan dua ibadah ini, ketika disampaikan oleh Ust. Syakir dalam forum Majelis Tabligh Muhammadiyah, Ust. Faturrahman Kamal, Lc. M.A yang merupakan alumni Universitas Al Madinah menyatakan di Saudi berdasarkan pengalaman beliau, takbir hari raya dilakukan 2 kali dan sholat tarawih di masjid-masjid selain masjidilharam dilakukan dengan 11 raka’at.

Terkait dengan posisi  satu orang makmum perempuan maka ada yang berpendapat yang menyatakan posisi makmum tersebut di sebelah kiri imam. Namun, Ustadz Syakir menyatakan bahwa beliau menyakini bahwa posisi yang betul adalah di sebelah kanan. Kemudian seseorang boleh melakukan sholat malam kurang dari 11 raka’at.

Demikianlah yang mampu saya uraikan dari kajian kamis ini, untuk lebih jelas dan lengkapnya, bahasan seputar masalah fiqih ini akan dipublikasikan oleh Ust. Syakir dalam bentuk buku yang akan diterbitkan dalam waktu dekat.