Jangan coba-coba bermain cinta kalau tak sanggup menanggung akibatnya. Itulah yang pahami beberapa hari ini setelah menemui permasalahan pelik terkait ekses yang ditimbulkan oleh cinta. Beruntung rasanya sampai saat ini aku masih menjadi pria lajang. Ngak pernah pacaran hingga umur mendekati 24 tahun di akhir november esok. Meski sering juga ditolak sama cewek, tapi ngak masalah. Bagiku itu kesempatan untuk terus memperbaiki diri. He2.. He…

Baru kemarin siang aku tahu arti Althafunnisa yang merupakan bait kedua dari nama tokoh kukagumi dalam novel “Ketika Cinta Bertasbih”. Althaf artinya Yang Lembut. Jadi Althafunnisa artinya gadis nan lembut. He2.. Nama yang bagus kan? Ngak salah kan jika aku mengimpikan Althafunnisa? He..he..

Minggu ini adalah minggu yang berat bagiku. Maklumlah, sampai selasa depan harus berkutat menghafal bahan kuliah demi ujian mid semester. Kemarin hari kedua mid semester, harus menghadapi ujian lisan pak Joko, dosen yang ditakuti oleh mahasiswa filsafat. Setelah sempat deg-deg, akhirnya pertanyaan pak Joko dapat juga saya jawab semampu. Nilai B/A-pun di tangan. Alhamdulillah, sebuah nilai lumayan.

Pagi ini, kudengarkan lagi ceramah Buya Hamka “Cinta dan Cemburu”. Biar sejuk juga hati nan resah. Karena diri ini milik Allah, maka akupun akan kembali kepada-Nya. Apapun yang kupunya hanyalah pinjaman dari Allah. Cintapun sesuatu yang dianugerahkan Allah kepada hati kita. Oleh karena itu, jangan mengatakan cinta , jika yang dilakukan adalah kemaksiatan dan mempersulit orang yang kita cintai. Karena cinta yang murni itu, cinta yang bersamanya kita bisa meraih ridha Allah. Cinta yang dengan bersamanya hendak mencapai sorga.