Pagi tadi kusempatkan juga menghadiri undangan teman-teman Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UGM yang mengadakan acara halal bi halal di aula P.P Muhammadiyah. Mengapa tidak, karena yang mengirimkan undangan adalah sosok yang paling kukagumi di IMM UGM. Sosok yang demikian menghargaiku dan telah memberikan beberapa amanah kepadaku.

Meski tak ku lihat dia di acara tadi, namun tak mengapa. Paling tidak aku bisa sedikit refreshing, sejenak melepas stress sebelum menghadapi ujian mid semester senin esok. Lumayan banyak juga kader-kader baru yang ikut. Syukurlah karena langkah IMM UGM semakin hari semakin baik.

Acara tadi juga menyadarkanku akan pentingnya kemampuan berbicara di depan forum. Ya, saat ini kemampuan bicaraku di hadapan orang banyak masih berantakan. Padahal kata dosenku, kekuatan mahasiswa filsafat adalah menulis dan berbicara selain harus memiliki rasa sombong kalau ingin menjadi filsuf.

Memang ada juga yang sinis memandang orang memiliki retorika yang bagus. Dibilang, orang yang kayak gitu cuma pintar ngomong tapi prakteknya mana. Aku kira ungkapan ini hanyalah sebagai bukti ketidakmampuan. Untuk bicara baik saja sulit, apalagi mampu menghipnotis audience. Tentu perlu talenta dan kemahiran spesial. Aku mengagumi orang-orang yang memiliki kemampuan bicara dan debat yang bagus. Seraya berharap bisa seperti mereka. Semoga. Amiin

Selepas Dzuhur, masih di kamar asrama, diiringi syair “Cinta Tak Terganti”, siapa lagi kalau bukan dari Kak Siti…He2.. He…