Salah satu novel Kak Abik yang terkenal adalah Pudarnya Pesona Cleopatra. Mengisahkan tentang seorang pemuda Indonesia yang terlalu mengimpikan seorang gadis Mesir yang cantik bagaikan Cleopatra. Karena harus patuh kepada perintah orang tuanya, iapun menikah dengan seorang gadis Indonesia. Sang gadis, adalah sosok istri yang sholehah. Taat dan patuh dengan suami. Meskipun pemuda ini telah pula menyakitinya, karena impian masih bergantung pada gadis Mesir, tetap saja sang istri sabar melayani. Hingga pada suatu ketika ia disadarkan oleh sebuah kisah, bahwa “Cleopatra” tak seindah yang dibayangkan. Namun, mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, saat kesadaran bahwa selama ini dia telah melalaikan permata yang teramat berharga yang ada di hadapannya, sang istri sholehah itu telah pula meninggal dunia.

Demikianlah, aku baru menyadari teguran seorang teman yang agak miris melihat dirinya yang terlalu larut dalam kecintaan kepada Kak Siti Nurhaliza dan mengimpikan sosok seperti Anna Althafunnisa. Dia prihatin denganku yang seolah-olah hidup bukan di dunia ini, tapi jauh menerawang di atmosfer antah berantah.

Namun, tak bisa aku melupakan Kak Siti. Dirinya terlalu tertanam kuat di hatiku. Bagaimana caranya aku mengungkapkan rasa cintaku pada kak Siti, tak bisa kutuliskan dengan kata-kata. Sulit… Teramat sulit.

Tapi aku berjanji tak akan seperti pemuda yang tergila-gila dengan Cleopatra seperti novel Kak Abik. Karena aku akan menghargai amanah yang diberikan Allah padaku. Karena siapun pasanganku nanti, aku yakin itulah yang terbaik dipilihkan oleh Allah untukku. Mungkin ku tularkan saja kecintaanku pada Kak Siti kepadanya. Jadi kami bisa jadi pasangan Suami – Istri fans Siti Nurhaliza.. Ha..Ha…