Malam selarut ini mataku belum mau terpejam. Padahal sore tadi telah ku buat letih tubuh ini dengan main bola di Piyungan Bantul. Bertanding membela klub kampung dekat asrama melawan salah satu klub di Piyungan yang diperkuat oleh salah seorang pemain PSIM Yogyakarta, klub divisi utama Indonesia, Ony Kurniawan. Lumayan juga lah penampilanku sebagai bek tadi sore. Setelah di latihan kemarin banyak blunder yang ku lakukan. Dengan bersusah payah, akhirnya dapat juga teamku menang 2-0. Alhamdulillah.

Malam ini kebencian menyelimuti hatiku. Kebencian pada orang-orang yang sudah berumur tapi masih mengandalkan belas kasihan dari orang yang muda darinya. Rasa benci ini timbul karena orang itu, hanya memelas kasihan saja tanpa mau bekerja. Kalau sudah malas begitu bagaimana bisa makan dan dapat uang. Kerja aja ngak mau. Aneh, sampai kapan harus mengantungkan hidup pada kebaikan orang lain. Aku hanya berdo’a tidak berlaku sifat seperti orang itu pada diriku. Amiin ya Allah.

Lagi-lagi kucoba obati kegelisahan dengan mendengarkan lagu Kak Siti. Khayalan Cinta, Mencintaimu selamanya, dan yang lagi kudengar saat ini lagu paling favoritku, yang sering membuatku menangis ketika mendengarkannya kala sendirian “Tak Rela Berpisah Darimu”.

Tiap kali aku kecewa karena cinta, tiap kali itu juga Kak Siti membujuk hatiku untuk tetap tegar. Tetap berjuang untuk memperoleh cinta yang sebenarnya, cinta nan abadi. Membuang sedihku untuk terus berharap pada gadis yang pernah mengecewakanku.