Menjelang dzuhur tadi, Ustadz Ridwan akhirnya membalas smsku ahad malam yang lalu. Bukankah pilihan Allah adalah pilihan yang terbaik? Cukuplah sabar menjadi penenang kala gelisah menerpa. Ya, aku sudah bisa menerima kenyataan dia telah bertunangan.

Cinta datang tanpa diundang, dan pergi tanpa pernah kita duga. Begitulah romantikanya. “Setiap orang punya impian. Dengan impian itulah kehidupan terus berjalan. Meskipun sayah patah dihempas angin. Namun, luka dapat jua terobati seiring waktu yang berlari”. Itulah sebait syair yang bisa kukirimkan padanya malam tadi. Meski tak ia balas, namun sudah lega perasaan. Karena terang sudah perkara. Dan tak perlu lagi untuk terus menanti. Terus melangkah, karena jika diratapi hanya sengsara saja yang akan datang.

Ku tahu dirinya baik. Sekian lamanya aku sudah mengenal dirinya. Berhati-hati benar dia mengungkap semua, agar aku tak kecewa dan terluka. Ku tahu hatinya begitu lembut. Meski telah disampaikannya hal itu, namun tetap jua ia memintaku untuk terus menjadi sahabatnya. Malahan dia begitu takut kehilangan sahabat seperti diriku. Aku hanya bisa berdo’a, semoga dia bahagia dengan pilihannya. Karena tak bisa memilikinya, bukan alasan untuk dijadikan sengketa dan memutuskan silaturrahim.

*****************

Sudah sejak tadi pagi Hpku berdering menerima sms. Hp hadiah dari seorang teman yang teramat baik. Ya, selama 5 tahun kami bersama tinggal satu asrama. Sekarang dia sudah kerja di Jakarta. Apalagi kalau bukan sms ucapan selamat idul fitri. Ya, banyak sih ragam bahasanya. Ada yang kayak pantun, ada yang kayak syair, dan ada pula yang nyentrik. Tapi sampai kini belum jua ku balas sms yang terus berdatangan. Maklumlah, lagi hemat duit ni sekarang. He2…

***************

Ku buka lagi milis rantaunet. Ternyata ada postingan bagus. Link ke sebuah blog yang berisi nasehat seorang ayah kepada anaknya. Pitaruah Ayah, begitu judulnya. Sekuel ini diangkat dari kaset tuturan yang dulu juga pernah ku dengar. Di blog itu adalah versi tulisan. Kalau mau lihat, silahkan kunjungi http://www.geocities.com/abrahamilyas/

**************

Segitu dulu postingan ini. Di siang hari terakhir ramadhan tahun ini. Besok sudah lebaran. Lebaran untuk ketiga kalinya di Jogja. Lebaran dua tahun berturut-turut di rantau orang. Ya, nikmati saja.. He2..