Penelusuranku untuk mencari gambar yang pas buat artikel “Ramadhan Berantakan” telah mengantarkanku pada sebuah artikel “Bosan Hidup“. Segera saja ku baca kalimat demi kalimat yang tertulis di sana. Sebuah kisah tentang orang yang teramat stress dengan beban hidup dan ingin bunuh diri. Kemudian ia mendatangi seorang Master/Guru untuk memberikan jalan keluar yang atas masalah yang sedang ia hadapi.

Untaian nasehat sang Master mengingatkanku pada cerita perdebatan yang terjadi pada zaman Yunani Kuno antara Parmenides dan Heraklitos. Filsuf Parmenides mengatakan kehidupan itu tetap. Sedangkan Heraklitos berpendapat kehidupan itu adalah perubahan.

“Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Itulah nasehat sang Master tentang kehidupan. Persis seperti yang disampaikan Heraklitos. Ibarat berdiri di atas sungai, air yang mengalir tidaklah sama setiap detiknya. Ketika terus menghadang arus sungai, lambat laun kekuatan kita semakin lemah. Seperti orang yang berenang menentang arus. Ia ingin mempertahankan keegoan dirinya. Tapi sampai kapan dia sanggup melawan. Akhirnya ia terseret dalam kelelahan tak berdaya. Menjadi orang yang kalah.

Terus mempertahankan mitos-mitos pikiran lama, tak mau berubah seiring zaman membuat diri semakin terasing dari kehidupan. Menjadi orang aneh. Berpikir bahwa konsep lamalah yang sempurna, apa yang dulu dicintailah yang ideal, telah menjadikan diri kaku. Terus mengingat masa lalu, telah menghujam penderitaan berketerusan terhadap alam bawah sadar. Menjadi murung, terasa kesepian.

Solusinya adalah memulai hidup baru dengan sabahat dan teman yang baru. Bisakah aku?????