Meski, badanku tak enak sejak hari sabtu kemarin, kukuatkan juga datang ke kampus. Aku sudah bertekad untuk bisa dapat 100% absensi di semester ini. Kepala yang sakit dan flu yang makin berat tetap kutahan agar bisa mengikuti kuliah.

Tadi malam kusempatkan juga  begadang sambil nonton TV. Audisi Ketika Cinta Bertasbih, pertandingan bola, dan film detektif menjadi teman menghabiskan-habiskan waktu. Jam 2 dinihari, sudah ku datangi warung makan buat sahur daripada nanti ketiduran.

Siang ini, aku kembali bertemu dengan gadis cantik yang kucerita pada postingan yang lalu. Seminggu ini wajahnya selalu saja datang ketika kupejamkan mata beranjak tidur. Aku makin penasaran dengan dirinya. Siapa namanya dan apakah ia seorang muslimah?

Tak seperti biasanya Bu Daru Winarti dosen Bahasa Palembangku mengabsen nama seluruh mahasiswa. Dan akhirnya ini jawaban atas misteri dua minggu ini. Nama gadis cantik itu Nike Widiyah. Mirip juga dia dengan bu Widi (dosen fakultasku), tapi dia lebih langsing dan tinggi. Dan ku ketahui juga dia juga Islam lewat suaranya yang menyampaikan amiin dan insya Allah. Dan berat dugaanku dia adalah mahasiswi Sastra Indonesia.

Wah lumayan juga hasil nonton film detektif selama 3 jam tadi malam. Terus, kalau sudah tahu namanya, aku harus apa lagi ya? Duh, daripada bikin dosa lebih banyak dan menyia-nyiakan ramadhan lebih baik bikin tulisan buat dikirim ke koran aja daripada termanggu terus mengingat wajahnya yang ayu itu.