Bisa Apa Sarjana Filsafat?


Tanyalah kepada anak-anak SMA, apakah mereka tahu dengan jurusan Filsafat. Saya yakin sebagian besar mereka tak tahu. Atau malah memandang rendah jurusan yang aneh ini. Apalagi stigma yang berkembang di masyarakat Filsafat adalah mistik, klenik, atau ilmu yang tak terdefinisikan. Sehingga jarang di antara anak-anak Indonesia yang mau belajar di jurusan Filsafat.

Kuatnya saya mengambil jurusan Filsafat 6 tahun yang lalu saat menentukan pilihan saat SPMB 2002 didorong oleh selembar halaman yang ada di Al Qur’an terjemahan yang diterbitkan oleh Depag. Dalam paragraf-paragraf itu disebutkan kejayaan Islam pada saat Filsafat menjadi bahan kajian mendalam oleh para ilmuan Islam. Akhirnya dengan mantap dan tak tergoyahkan saya cantumkan Filsafat UGM sebagai pilihan pertama dan Ilmu Politik Unand sebagai pilihan kedua.

Dua semester awal kunikmati perkuliahan filsafat dengan indeks prestasi di atas 3. Tapi sindrom “haramnya filsafat” yang kudapatkan dalam pengajian salafi telah membuat mandeg pikiranku. Filsafat yang dulu kuanggap sebagai bagian dari ilmu-ilmu keislaman dianggap sesat oleh para ustadz yang sering kuikuti pengajiannya. Setiap kajian yang menyetil filsafat sebagai ilmu yang tak bermanfaat, pandangan para jama’ah yang lain menuju kepadaku.¬† Entah apa yang ada di pikiran mereka, namun aku benar-benar malu.

Sejak itulah aku mulai malas-malasan kuliah. IP-ku jeblok. Ketika masuk kuliah, hari-hariku diisi untuk mendatangi kajian-kajian salafi yang kuanggap saat itu sebagai hal yang mesti aku lakukan sebagai orang Islam. Puncaknya di tahun 2004, aku berangkat ke Surabaya mendaftar di Ma’had Bahasa Arab Al Irsyad. Berangkat seorang diri tanpa tahu Kota Surabaya seperti apa. Modalku waktu itu cuma nekad. Setelah tes dan tinggal di sana sehari, aku balik lagi ke Jogja. Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya pihak ma’had mengumumkan aku diterima.

Langsung saja, ku kabari Bapak dan Ibu di kampung bahwa aku mau berhenti kuliah, mau masuk pondok di Surabaya. Serta merta saja Bapak dan Ibu marah. Bapak yang amat berharap padaku, teramat terpukul dengan sikapku itu. Akhirnya, datanglah Ibu ke Jogja menyampaikan bahwa Bapak marah besar karena aku mau berhenti kuliah. Dengan menangis Ibu membujukku untuk terus melanjutkan kuliah. Aku memang penghiba. Tak tahan aku melihat Ibu menangis. Ku kubur dalam-dalam impianku untuk belajar di Ma’had yang banyak mengirimkan lulusannya ke Universitas Madinah dan Lipia itu. Aku luluh dan berjanji pada Ibu untuk tetap kuliah.

Saat semester 6 itu, mata kuliah yang kuikuti tak sampai 60 sks. Sebuah perjalanan yang amat berat. Sedikit demi sedikit doktrin Filsafat Haram mulai ku kikis biar tiada menganggu pikiran lagi. Hari ini telah 6 tahun aku kuliah. Berjuang meraih gelar sarjana Filsafat yang Insya Allah 1 tahun lagi dapat kuraih. Waktu yang terbuang selama 2 tahun telah membuat masa studiku teramat lama dibandingkan teman-temanku yang sebagian besar sudah lulus dan bekerja.

Mengapa aku memilih untuk mengikuti permintaan Ibu dan Bapak daripada meninggalkan yang dikatakan sebagai hal yang haram? Padahal pernyataan yang sering kudapatkan adalah “tiada ketaatan kepada makhluk ketika bertentangan dengan syari’at Khalik”. Bagiku, durhaka pada Orang Tua lebih hina daripada sekedar kuliah di Filsafat. Lagian hari ini aku baik-baik saja kuliah di Filsafat. Aku tetap sholat, aku tetap percaya dengan Allah.

Setelah kejadian-kejadian yang menyakitkan itu, aku semakin benci dengan ustadz-ustadz salafi kecuali beberapa Ustadz yang kuanggap berjasa dalam kehidupan beragamaku. Jarang lagi kuikuti kajian salafi. Perjalanan spiritualku beralih pada kajian-kajian yang diadakan Muhammadiyah. Aku menemukan diriku lagi ketika mengikuti ceramah dari Ustadz Muhammadiyah yang juga lulusan Saudi, tapi berbeda cara pandang dengan Ustadz-ustadz salafi.

Teman-teman do’akan aku bisa segera lulus ya dan berkesempatan untuk mendalami filsafat di jenjang magister. Spiritku semakin menjadi-jadi belajar filsafat hari ini. Terutama ketika kutemui alumni asrama yang juga lulusan filsafat UGM. Beliau sekarang bekerja di UNDP PBB, meraih doktor di Jerman. So, aku tak ragu lagi bisa kerja apa nanti dengan ijazah filsafat. Karena alumni-alumni almamaterku telah banyak yang sukses di berbagai bidang. Tak percaya? Buka aja situs ini….http://alumni.filsafat.ugm.ac.id/

Iklan

27 thoughts on “Bisa Apa Sarjana Filsafat?

  1. semangat…saya juga seorang alumni filsafat UGM.kita harus yakin dengan apa yang kita pelajari COZ tidak ada ilmu yang mubadzir di dunia ini.setiap ilmu memiliki perannya masing-masing,begitupun filsafat yang mengajari kita tentang sari pati kehidupan dan mengajari kita untuk bisa menghargai orang lain juga jujur terhadap diri sendiri maupun kehidupan…..kita bisa menjadi apapun yang kita mau tanpa harus dibelenggu keraguan…KITA BISA MENJADI APAPUN YANG KITA MAU….jadi tetap yakin dan tetap semangat untuk kehidupan yang akan datang…..teng kyu

  2. Semangat saja Bro…., aq punya temen di kantor juga lulusan filsafat UGM klo tahunnya ga tau yg jelas beliau punya nama : ABDUL WAHAB sudah melaksanakan rukun Islam kelima, juga telah menyelesaikan S2 di UMEA, Swedia, juga ahli di bidang DEMOGRAFI

    Yang saya tau beliau Drs. H. Abdul Wahab, MPH, pernah bekerja di Penelitian MORVITA, CHN RL III, sekarang mengajar di S2-IKM FK UGM minat KIA-KESPRO mata kuliah Metodologi Penelitian Demografi

    Mantap khan…..!!!!

  3. ehmm…saya baru aja masuk jurusan filsafat UGM nih. Nah sekarang yang jadi masalah kok rasanya jadi ada sedikit kebimbangan gitu, apakah mau diambil atau engga!!!
    bisa dibilang lagi bingung nih.
    mohon nasihat atau sarannya deh buat munculin keyakinan hati buat saya yang lagi bimbang ini!!

  4. tnang bro..sy jg snatri,dulu d psantren pernah ngaji filsafat klo bhs ma’had nya ilmu manteq.yah skarang sy jg masuk filsafat ugm..hehheh
    tak ada pengharaman yang jelas tentang filsfat,..al-ghozali yng sbgai hujjatul islam pun pernah berkata”seorang yang mendalami berbagai ilmu tanpa mendalami ilmu mantiq(filsafat)maka tak jelas lah ilmu nya…..”dan bnyk jg pndpt para ulama dulu sprt ibnu rusyd,ibnu sina,..dlll
    tpi entah knapa ustad2 karbitan skarang slondongan banget segampangnya ngucapin “haram”. sesat..dll
    tnpa d pikir2..emang ustad skarang pda goblok2 yah..hahhaha

  5. haram ndasmu mas-mas. kalau gak tahu gak usah komentar. Apakah agama juga pasti benar?
    kitab suci yang buat juga manusia. manusia tempat salah dan lupa.
    Lagian memangnya Tuhan itu ada> apa bukti logisnya. dasar plekotho.

  6. assalamualaikum….
    saya masih menjadi mahasiswa filsafat di IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA…….. dan saya bangga bisa masuk jurusan filsafat karena disini saya bisa menyeimbangkan antara pemikiran filosof muslim dan barat…. dan saya sedang pusing” nya karena lagi bikin skripsi……… mohon doanya ya…….

  7. saya juga lagi mengusahakan untuk bisa masuk fakultas filsafat UGM nich…
    mohon bantuan doanya yach kak ^^

  8. Assalamualaikum Wr. Wb
    Hampir sama dengan apa yang saya takutkan. Filsafat banyak dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Tapi, saya yakin, tidak ada mubadzir ilmu di dunia ini. Setelah membaca postingan kakak, saya menjadi lebih yakin dan optimis dg jurusan ini. Saya maba Filsafat UGM th ini, smg bisa menyelesaikan pendidikan dg baik dan di ridhai Allah. Amin…

  9. Saya sudah memantapkan diri untuk masuk ke jurusan filsafat UGM,apalagi setelah baca artikel anda….artikel anda mengimajinasi saya. Alangkah baiknya jika anda bisa menulis artikel tentang filsafat lebih luas lagi,dengan itu mungkin dapat mengimajinasi atau bermanfaat bagi seseorang yang berminat dengan filsafat…sukses selalu buat anda

  10. asalamualaikum, saya siswi kelas 3 SMA di daerah cibinong, saya masih ragu sama jurusan ini, yang buat ragu itu pekerjaan yang nantinya akan di dapat setelah sarjana, teman, orang tua dan semuanya tidak ada yang mendukung, tapi saya percaya ilmu filsafat ini beda banget dari yang lain, mungkin karna tipe saya yanng suka berfikir keras, kaka kaka yang dia atas mohon bimbinganya untuk fakultas ini ya :)

  11. Assalamualaikum saya siswi kls 3 SMA di kota bekasi. Saya ingin masuk filsafat UGM tp banyal stigma negatif sprti nanti kalau gakuat iman bisa atheis lah bisa gapercaya tuhan lah dll. Saya berminat yp karna tdk ada dasar dri sma ttg filsafat sya smsekali buta filsafat. Saya khawatir tiba2 ditengah jalan ada kendala dlm belajar. Mohon dijawab kak. Biar saya yakin ambil jurusan ini. Danprospek kerjanya bagaimana?

  12. Saya Mahasiswi semester akhir Filsafat Agama, lbih spesifiknya Filsafat Islam,
    Saya sama sekali tidak memperdulikan desas desus yg mnagatakan filsafat haram, sesat dll.. ckup yakin dengan bekal pengetahuan keagamaan yg telah kita yakini..
    Klo mahasiswa filsafat percaya bgitu saya dengan pernytaan haram n sesat berarti blm mendalaminya..
    Ga usah takut,
    Meski rumit, filsafat itu unik…
    Banyak nilai2 Kebijaksanaan yg d raih..
    Mngajarkan bagimana kita melihat realitas tidak hanya satu sisi, tpi beragam,
    Mmbuat kita smakin terbuka dgn kebeneran, hingga tak asal mengatakan ini salah, ini sesat, dll
    Pokonya lanjutkan saja yg memang infin mendalaminya…yakini dgn sepenuh hati..
    Sayapun menikmati..
    Salam Njhe

  13. Dulu aku pengen masuk filsafat tapi aku lebih tertarik ke sastra :’v
    SEMANGAT teman-teman yang ingin masuk filsafat, di Indonesia saja filsafat dianggap remeh. Di luar negeri, lulusan filsafat sangat dihargai kok. ^^

  14. Ph.D = Philosophy Doctor.

    Apakah Ibnu Sina seorang tukang ngibul?
    Descartes pemabuk?
    Lalu siapa Einstein?
    Dan Schroedinger?

    Mereka ini punya akar pemikiran dari mana?
    Sains? Ok. Terus apa yang disebut sains?
    Mau dirunut ke mana? Sains lahir dari batu?
    Batu berbentuk ketek?

    Kok aneh ya dengernya…. hahahahahaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s