Kadang kita harus melupakan sesuatu, termasuk hal yang paling kita impikan demi sebuah hal yang pada dasarnya tidak kita mengerti. Itulah sepenggal kalimat yang kudapatkan habis menonton film Spiderman malam ini. Hatta orang yang kita cintai sekalipun harus kita tinggalkan ketika kita merasa dia akan teraniaya dengan petualangan hidup kita yang beresiko untuknya.

Tahukah dirimu, dalam lamunan ku lihat dirimu tersenyum bahagia. Tapi lamunan itu tetap saja menjadi khayalan. Kini tiada lagi puisi di tengah malam, setelah kemarin dirimu teramat marah padaku. Hingga kau ungkapkan juga kata yang menusuk itu, “Mas, saya sudah tunangan dengan orang lain. Saya mohon setelah ini tiada lagi syair-syair itu”. Hatiku serasa luluh lantak. Serta merta impianku pudar, terbang dibawa angin, pergi entah kemana.

Di malam ini, ketika mataku tak mau dipejamkan karena resah, hendak ku kirimkan lagi sebait syair iringi tidurmu. Namun, aku tak bisa karena telah berjanji tak akan ganggu dirimu lagi. No hpmu telah ku hapus setelah sms-an terakhir kita. Ya, aku harus lenyap dari hidupmu. Meniti jalanku sendiri, tanpa lagi hadirmu di sisiku. Karena tangisan tiada dapat merubah semua. Semua telah hilang, buyar.