E-Learning: Saatnya Mahasiswa Mengalahkan Dosen


Aku seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Sebagai mahasiswa yang bergelut dengan pemikiran para filsuf dari ujung barat hingga timur, dari utara sampai ke selatan, membuatku harus banyak-banyak menbaca berbagai macam referensi. Kalau ada yang menanyakan, apa sih bisanya filsafat? Aku hanya bisa menjawab memberikan ide kreatif lewat tulisan.

Suatu ketika dalam sesi perkuliahan Metode Penulisan Naskah Ilmiah yang diampu oleh Dekan Fakultas, muncul lontaran dari tentang kiprah Dosen Filsafat UGM di dunia per-blog-an. Usut punya usut ternyata hanya segelitir saja dari dosen-dosenku yang udah punya Blog. Padahal di Fakultas lain malah ada yang mewajibkan tiap Dosen harus memiliki blog dalam penyampaian materi kuliah.

Akhirnya aku berpikir, jika begini keadaannya bisa jadi suatu saat para mahasiswa akan mengalahkan dosennya sendiri. Keterbatasan buku di perpustakaan dan di shopping center bisa diakali dengan membaca jurnal dan artikel di internet. Memang untuk bidang filsafat, artikel yang bagus-bagus masih dalam format bahasa inggris yang sering menjadi kemusykilan bagi banyak mahasiswa Indonesia. Jika sang mahasiswa bisa menguasai bahasa asing no 1 di dunia ini, bisa jadi kuliah konvensional jadi tak begitu menarik jika slide materi kuliah yang disampaikan dosen masih bersumber pada buku-buku tua.

E-learning jika menitikberatkan pada dosen, untuk fakultasku kayaknya masih jauh. Meski kemudahan fasilitas (internet gratis dan wifi) telah tersedia, tapi kalau dosennya ngak donk dengan per-blog-an dan per-website-an kayaknya percuma aja. Karena zaman internet ini adalah zamannya kita dan dunia kita. Maka, kemungkinan kita mengalahkan dosen dengan sering membaca referensi dari internet yang tanpa batas, sangatlah besar.

Mungkin untuk saat ini, aku hanya bisa berharap tugas-tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa bisa dikumpulkan lewat email saja. Selain praktis, juga hemat biaya. Coba misalnya kalau tugas masih harus dikumpul dalam bentuk hardcopy, berapa biaya yang kita habiskan untuk print dan beli kertas.

Bagiku, pembelajaran lewat e-learning akan berhasil jika fasilitas dan kemampuan dosen dalam penguasaan multimedia dan internet cukup memadai. Jika tidak, siap-siaplah para dosen akan ditikung oleh para mahasiswanya yang kreatif lagi dinamis.

Ayo, kamu bisa ngalahin dosenmu, dan kamu sendiri nantinya yang akan jadi dosen. Kuncinya adalah kalau buka internet jangan cuma buka friendster melulu, apalagi buka situs porno. Kalau sekedar itu mah, g bakalan maju. Coba deh buka jurnal internasional, surat kabar online luar negeri, pasti deh ilmu kamu makin tambah banyak. Ya, e-learning hanya bagi kita yang gila dengan berita dan pingin tahu banyak tentang dunia. Dan internet telah menerobos sekat-sekat waktu dan wilayah. So, ayo optimalkan waktumu…

=================================

Berikut Penulis lampirkan tanggapan dari netters yang membaca tulisan di atas lewat mailinglist:

Milis: “RantauNet@googlegroups.com” <RantauNet@googlegroups.com>

Setuju. Sudah lama di fasilkom ui ngtmpulin tugas ada yg lewat email . Bacalah puisi ku dg juduk andriansyah mahasismaku. Adalah contoh mahasiswa yang kalahkan aju dosennya. Sebagai dosen hal begitu sudah kuberi tau di awal kulhah. Jadi biar tidak terasa dikalahkan aku pakai metoda mengajar diskusi kelompok. Topik aku kasih, bahan cari di internet. Modalku memahami dengan cepat apa yang mereka presentasikan. Kubaca cepat2 makalahnya. Nah kalau aku tidak ngerti ku giring mereka dengan pertanyaan2 sementara aku tetap mikir apa inti yg mereka kupas. Pernah di penataran elearning yang di ikuti dosen2, waktu itu aku peserta, kuberitahu temamku yang presentasi bahwa dengan elearning dosen siap2 dikalahkan mahasiswa. Kupanggil mhsku untuk buktikan.

Gampang solusinya. Pakai metoda diskusi dalam kuliah. Agiah nilai A mhs nan santiang dun. Dorong untuak capek tamaik. Suruah maaja adiak kelasno. Nah salamaik dosen dari kakalan. Bacolah baliak puisi kami tantang andriansyah mahasiswaku. Itu adolah mhs yang kalahkan aku dosennya. Salam. Hanifah

Iklan

5 thoughts on “E-Learning: Saatnya Mahasiswa Mengalahkan Dosen

  1. Ujung2nya internet membawa revolusi belajar,belajar tdk lagi terbatas pd diktat2 yg mulai kusam dan bau. Tp,bisa online dan up to date.

    Yo’i mas,ngenet emg tdk blh fs-an tok,tp hrs produktif,ngeBLOG misalnya.

  2. Pencarian ilmu sentiasa terbuka.terserah kepada inidividu untuk menilai yang baik atau sebaliknya. Ilmu itu akhirnya akan sampai pada punca atau sumber mutlak iaitu Allah swt.

  3. dalam proses e-learning, seharusnya antara mahasiswa dan dosen bisa timbul simbiosis mutualisme. bukan saling mengalahkan atau merasa masing-masing lebih hebat.
    dosen ndak perlu jaim kalau memang mahasiswanya lebih banyak tau tentang info-info terbaru, namun mahasiswa juga ndak pantes berbesar hati menganggap dirinya lebih hebat drpd dosen. bagaimanapun juga, dosen tetap dibutuhkan sebagai fasilitator.

    e-learning : mungkinkah kuliah tanpa dosen??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s