Berbicara tentang E Learning di Perguruan Tinggi, menurut penulis titik sentralnya terletak pada Dosen. Meskipun sistem perkuliahan yang tidak melulu mengandalkan Dosen dalam prosesnya, namun wibawa intelektual Dosen masih menjadi magnet bagi mahasiswa dalam gairah mengikuti sesi-sesi perkuliahan. Jika Dosen tidak mampu membawakan diri dan mencitrakan diri dalam merebut perhatian mahasiswa saat proses belajar-mengajar, maka yang terjadi adalah kelas yang vakum, tanpa gairah dan improvisasi.

Bertitik tolak dari asumsi ini, maka pada konsep e-learning yang akan dilakukan maka Dosen harus mampu merancang blog yang interaktif, inovatif, dan enak dipandang mata. Harus kita akui, mahasiswa adalah sosok yang kritis dalam menilai sesuatu. Tidak hanya isi tapi juga tampilan. Untuk menarik minat mahasiswa mengunjungi blog yang dikelola oleh Dosen maka design yang dirancang mesti menunjukan semangat muda dan gairah intelektual. Mungkin dengan tampilan flash dan gambar-gambar animasi yang menarik pandangan mata, mahasiswa akan terus mengklik blog sang Dosen ketika ia membuka internet.

Untuk isi blog Dosen, paling tidak menurut penulis harus memenuhi beberapa elemen. Pertama, biografi lengkap sang Dosen harus dicantumkan. Terutama jenjang studi dan seminar-seminar yang telah diikuti. Kedua, kategori publikasi ilmiah Dosen baik itu yang sudah diterbitkan ataupun yang belum. Forum Diskusi, di sini bukan saja sekedar untuk saling beradu argumen, namun lebih dari itu bagian forum diskusi ini digunakan sebagai ajang untuk mendekatkan dosen dengan mahasiswa.

Terkadang mahasiswa juga pingin tahu kehidupan pribadi sang Dosen, apakah sudah punya istri/suami atau belum, hobinya apa sih, udah punya anak atau belum, kisah cintanya gimana dulu pas masih kuliah. Agak bagian ini bisa ditampilkan dalam blog sang Dosen, ya sebatas tidak terlalu vulgar dan menghilangkan wibawa sebagai seorang pendidik.

Sebagai upaya untuk menarik minat mahasiswa, agak di Blog Dosen perlu diadakan lomba-lomba kecil-kecilan tiap minggu dengan hadiah yang tak terlalu mahal (mungkin bisa buku atau kredit penambahan nilai). Lomba tersebut, bisa berupa mahasiswa teraktif tiap minggu, mahasiswa yang sering mengunjungi blog, lomba pembuatan artikel ringan, atau lomba ide kreatif. Saya pikir dengan stimulus ini, blog sang Dosen akan semakin ramai.

Sama-sama kita ketahui, penguasaan mahasiswa Indonesia terhadap bahasa asing masih rendah. Oleh karena itu, tidak ada salahnya di blog sang Dosen juga ditampilkan kategori info-info terbaru yang berkaitan dengan mata kuliah yang ia ampu atau bidang yang ia geluti dalam format deskripsi singkat tentang berita dalam bahasa asing tersebut ke format bahasa Indonesia.

Terakhir, mungkin satu kali sebulan untuk melepas kejenuhan kuliah di ruangan, agak forum conference live agak perlu dicoba oleh Dosen. Melalui fasilitas yahoo messenger alternatif kuliah ini tidaklah memakan biaya yang banyak.

Mungkin ini dulu yang dapat saya sampaikan terkait dengan imajinasi saya tentang BLOG SANG DOSEN