Pengunjung yang saya hormati, sebelum membaca artikel ini mohon sekiranya untuk mengklik link di bawah ini terlebih dahulu. Makasi…

*****************************

Rasyid Ridha merupakan tokoh muslim yang terpengaruh oleh gerakan tajdid Ibnu Taimiyah. Seperti halnya ‘Abduh dan pembaharu-pembaharu yang lain, Rihda juga boleh dikatakan anti bid’ah dan khurafat selain tidak membenarkan sikap taklid dan takut ijtihad pada sebagian ulama yang ada pada masanya. Sikap Ridha yang demikian agaknya sama persis atau minimal mirip dengan pendirian Ibnu Taimiyah.

Bahwa Ridha terpengaruh oleh tulisan-tulisan Ibnu Taimiyah, ternyata mudah dipahami dan dapat diterima mengingat “Ia, yang sesungguhnya pengikut Ibnu Hanbal, menjadi pembaca dan penerbit antusias karya-karya Ibnu Taimiyah.” Indikasi lain yang memperkuat betapa besar pengaruh Ibnu Taimiyah dalam diri Rasyid Ridha adalah sokongan dan pembelaannya yang gigih terhadap perjuangan Muhammad Ibnu “Abd al Wahhab dan gerakan Wahabinya ketika gerakan yang dikenal keras ini mendapat perlawanan dan serangan sengit dari pihak-pihak yang menentangnya. Bahkan, lebih jauh dari itu Ridha menyatakan bahwa pemahaman agama kaum Wahabi adalah pemahaman yang benar dari umat Islam yang sejati.

Kekaguman Rasyid Ridha terhadap Ibnu Taimiyah, bahkan juga terhadap muridnya, Ibnu Qoyyim al Jauziyah, tersimpulkan dalam pernyataan singkatnya:

“Tidak kami ketahui (jumpai) dalam berbagai kitab para ulama Hadist yang pembahasannya dalam mengkompromikan naql dan ‘aql lebih bermanfaat daripada buku-buku Syekh al Islam Ibnu Taimiyah dan Syekh al Islam Ibnu al Qoyyim; dan aku sendiri berkomentar tentang diriku: sesungguhnya aku pada mulanya tidak merasa tenang (puas) hatiku dengan memegangi mazhab salaf secara detail, kecuali setelah berulang-ulang menelaah kitab-kitab Ibnu Taimiyah dan Ibnu al Qayyim.”

*Dikutip dari Buku “Ijtihad Ibnu Taimiyah Dalam Bidang Fikih Islam”, karangan Muhammad Amin, Penerbit INIS, Jakarta, Tahun 1991.