Surat Protes Promosi Pariwisata Israel di KOMPAS (3 edisi 6/9, 13/9)


Kepada
Yth. Pemimpin Redaksi
Harian Umum KOMPAS
Jl. Palmerah Selatan No. 22- 28
Jakarta 10270

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan pemuatan advertorial tentang pariwisata Israel pada rubrik perjalanan (Klasifikasi Iklan) KOMPAS halaman 44 yang paling tidak saya catat pada tiga edisi KOMPAS (6 September 07, 13 Sept 07 tentang Eilat, dan satu lagi tentang Kibbutz) bersama ini saya mengajukan protes keras atas pemuatan advertorial tersebut.

Saya menghargai hak setiap orang atas kebebasan berekspresi (freedom of expression) melalui media massa, sayapun menghargai hak setiap orang untuk berpergian kemanapun ia suka (freedom of movement), namun saya harap KOMPAS juga menghargai sikap politik, politik luar negeri, dan hak bangsa dan negara Indonesia untuk tidak mengakui eksistensi negara Israel.

Sejak berdirinya negara Israel sejak tahun 1948 Indonesia tidak pernah mengakui eksistensi negara Israel secara yuridis, formal, maupun politis, pun
kini pada pemerintahan Presiden SBY. Dasar utama penolakan ini adalah berdirinya negara Israel terjadi melalui penjajahan dan kekerasan yang menyejarah dan melegenda dengan mengorbankan hak bangsa Palestina untuk hidup bebas dari penjajahan dan kekerasan.

Sikap anti penjajahan bangsa dan Negara Indonesia terefleksi secara jelas dalam alinea pertama Pembukaan UUD 45, juga dalam politik luar negeri Bebas Aktif Negara Indonesia. Salah satu implementasi sikap tersebut adalah dengan tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel, negara yang berdiri di atas darah dan air mata bangsa Palestina (dan juga Lebanon).

Pemuatan advertorial pariwisata Israel pada tiga edisi KOMPAS adalah suatu
‘pengakuan diam-diam’ terhadap Israel. Secara diplomatik dan praktek konsuler, inipun mengherankan, karena bagaimana bisa masyarakat Indonesia mengunjungi Israel ketika Israel tidak memiliki perwakilan di Indonesia? Bagaimana calon turis Indonesia mendapatkan visa Israel? Apakah mereka harus ke negara ketiga dahulu yang memiliki Perwakilan Israel? Maka secara tidak langsung advertorial tersebut mengajarkan turis Indonesia untuk menjadi ‘penyelundup visa.”

Saya berharap, KOMPAS lebih sensitif dan lebih tanggap terhadap isu ini. Janganlah membuat cedera hati sebagian rakyat Indonesia yang anti kekerasan dan penjajahan di Asia Barat dan di semua penjuru bumi. Apalagi KOMPAS adalah media publik yang selama ini cukup terpercaya dan dikenal cukup hati-hati dalam pemberitaan.

Atas perhatian Bapak dan jajaran redaksi KOMPAS saya ucapkan terima kasih.

Jakarta, 13 September 2007

Heru Susetyo, SH. LL.M. M.Si.
Indonesian Representative
Nusantara Committee for Peace

Sumber: http://groups.yahoo.com/group/insistnet/message/8245a

Iklan

2 thoughts on “Surat Protes Promosi Pariwisata Israel di KOMPAS (3 edisi 6/9, 13/9)

  1. Ah, bagi saya, biasa-biasa aja tuh…Andanya aja yang goblok tidak bisa membuat distingsi antara masalah politik dengan bisnis…emang Indonesia ini cuma orang Islam ya?..bagaimana dengan orang-orang Kristen yang mau ziarah ke situs-situs suci agama kristen di Israel?…apa anda melarang mereka?…mikir dong bos…katanya anda menghargai kebebasan berekspresi n kebebasan bergerak…mana ekspresinya?…lagipula anda katanya berpendidikan, apalagi sebagai Indonesian representative Nusantara Committee for Peace…gimana tuh bos?…menyedihkan sekali orang Indonesia punya intelektual punya pikiran sempit kaya Anda?…walaupun Anda tidak mengakui negara Israel, Israel tetap exist sebagai negara…so, ga ngaruh guys…kompas, tetap benar…dan artikel itu tentu saja netral…ga ada unsur menyakiti suatu golongan tertentu….thx….sory, ya bos..rada keras ne…

  2. Iyalah, namanya juga iklan, Kompas kan gak boleh nolak selama tidak ada unsur sara
    N uu pers. Lg pula kan bukan hub politik, ni ziarah keagamaan. Tp umat muslim kan jg banyak yg ke israel klu mereka umroh,
    Musti ke Bethlehem n Yerusalem. Walau secara de jure itu punya Palestina tp de Facto pemeriksaan melalui Israel.
    Jadi gak usah diributkan, hal2 yang tidak prinsip.
    Salam. Pisss ya pak, seNusantara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s