Buku Baru: Messianik Yahudi

Posted on Updated on


Sinopsis:

Ekpektasi akan hadirnya juru selamat pada Hari Akhir Zaman (The End of Days) tidak hanya menjadi ranah khusus dalam teologi Islam. Agama Yahudi-pun menantikan kehadiran “Imam Mahdi” yang mereka sebut dengan “Moshiach” atau “Messiah”. Sosok yang akan membawa bangsa Israel dalam kedamaian dengan The Promise Land Jerussalem sebagai pusat kekuasaannya.

Sang Moshiach akan memimpin pasukan Yahudi dalam Perang Armageddon melawan Raja Gog (Raja yang memimpin pasukan Islam). Versi Yahudi mengatakan, merekalah yang memenangkan pertempuran itu lewat pertolongan Yahweh.

Kedatangan Moshiach sangat erat kaitannya dengan keadaan di Palestina. Konflik Israel – Palestina yang tak kunjung reda hingga saat ini tak bisa dilepaskan dari ekpektasi orang-orang Yahudi akan kehadiran Sang Moshiach. Lebih jauh mengenal sosok “Imam Mahdi” Yahudi, silahkan baca lebih lanjut dalam buku ini.

Judul: Messianik Yahudi, Juru Selamat Yahudi dalam Telaah Psikoanalisa Erich Fromm

Penulis: Anggun Gunawan, S.Fil.

Penerbit : Gre Publishing Yogyakarta

Percetakan: Kanisius Yogyakarta

ISBN :  979 – 602 – 96397

Editor: Dr. Ahmad Iqbal Baqi – Agus Himawan Utomo, S.S., M.Ag.

Prolog: Dr. Arqom Kuswanjono –  Septiana Dwiputri M, S.S., M.Hum.

Ukuran : 14,8 cm x 21 cm

Cover: Glosy

Kertas: HVS 70 gram

Halaman : 120 halaman

Harga Promosi : Rp. 32.500 (jika dikirim ke luar kota ditambah ongkos kirim)

Harga Toko: Rp. 40.000

 

 

Untuk pemesanan bisa menghubungi saya di:

Gre Publishing Yogyakarta

Karangwaru Kidul TR II/506 Yogyakarta 55241

Hp: 085228463184

Email: gre_jogja2005@yahoo.com

************************

About these ads

24 thoughts on “Buku Baru: Messianik Yahudi

    hub hub said:
    9 Februari 2010 pukul 08:05

    da anggun, d cover yg kaduo, patuang sia tu?

      Gunawan responded:
      9 Februari 2010 pukul 09:04

      he2.. patuang urang fan..:) he2..:) yang jaleh indak patuang awak doh..:) he2..

    Zulfi said:
    9 Februari 2010 pukul 08:30

    Udah terbit beneran mas?
    Wow, keren… :)

      Gunawan responded:
      9 Februari 2010 pukul 09:05

      iya mas alhamdulillah.. sekarang tinggal cetakan nunggu dari kanisius..:)

    anggar said:
    9 Februari 2010 pukul 17:10

    Hebat… temanku…
    terus.. kembangkan potensi diri…
    banyak hal yg bermanfaat yg bisa kita lakukan …..

      gre responded:
      9 Februari 2010 pukul 20:25

      makasi banyak mbak anggar.. dah lama ya kita ngak ketemu..:) salam kangen ya mbak..:)

    hairul wariadi said:
    15 Februari 2010 pukul 14:56

    Salam… Saya nak tahu adakah buku ini juga terdapat di Malaysia?

    أبو محمد العصري said:
    28 Februari 2010 pukul 18:53

    إن قلوبنا طهرت ما شبعت من كلام الله

    Jika hati kita suci, niscaya ia tidak akan pernah kenyang dari kalamullah

    yudi said:
    11 Maret 2010 pukul 07:59

    Orang yahudi ga punya negara, sama ga dengan orang yang ga punya KTP, orang yang ga mau bayar pajak, orang yang melanggar hukum negara (hukum negara aja yg kelihatan simbolnya macam rambu2 lalu lintas) dilanggar, apalagi hukum agama. Bukankah orang2 seperti itu tidak mengakui adanya peran negara

      andre said:
      3 Mei 2010 pukul 12:13

      kurang baca sejarah….kasihan

    winda aprilisa said:
    4 April 2010 pukul 19:36

    waw… kereN. selamat ya uda anggun gunawan. pesan satu dunk yg covernya patung. heheheh

    Febri said:
    19 April 2010 pukul 14:32

    buku ini pasti buku berat…

    Riezka Purwitasari said:
    21 April 2010 pukul 18:59

    kak gun, mau dunk bukunya.. kayaknya menarik.. tapi messiak disini sapa? bukan nabi Isa As tentunya, karena yahudi sendiri tak percaya dengan kenabian Isa As. Pesen satu ya kak.. hehehehe

    Riezka Purwitasari said:
    21 April 2010 pukul 19:02

    wah, kayaknya sebelum baca buku ini harus persiapan aqidah 2 kali lipat…

    Nicholas Dammen said:
    22 April 2010 pukul 19:58

    dari judulnya, buku ini amat menarik.
    mudah-mudahan dgn mebaca buku ini org mulai bisa membedakan antara Yahudi dan Kristen.

    budi said:
    24 April 2010 pukul 01:56

    orang yahudi itu unik, kulit putih bukan, negro juga bukan, secara genetik mereka banyak membawa penyakit keturunan karena hanya menikah di antara famili saja, trus uniknya yahudi bukan agama yang wajib disebarkan oleh mereka kepada umat yang lain, tidak seperti muslim dan nasrani yang wajib mengajarkan ajaran agamanya kepada orang lain, walhasil pemeluk agama yahudi ini tidak terlalu banyak, so kenapa mereka banyak menguasai iptek dan ekonomi? itu karena mereka adalah keturunan alien generasi pertama yang berasimilasi dengan mahluk primitif bumi yang asli, kalau tidak percaya, buat saja penelitiannya deh

      Alvie said:
      16 Agustus 2010 pukul 01:14

      Masak iya pak orang Yahudi begitu?! Tetapi ada beberapa kasus yang orang yahudi menikah dengan pasangan yang diluar yahudi lo…..

    aishawasholihat said:
    20 Juli 2010 pukul 17:17

    Assalamualaikum wr wb.

    Pak Gunawan, saya mau tanya apa tujuan bapak menulis buku ini. dalam perspektif mana bapak menulis ini. terima kasih pak?

    zenma said:
    21 September 2010 pukul 07:31

    “Buku ini tersedia dalam dua pilihan cover”

    hehe, kayak beli motor aja… :D

    AM Saputra said:
    10 Desember 2010 pukul 10:31

    buku ini sama saja mengikis keimanan kita…sebuah jembatan jurang menuju ajaran Kabbalah yahudi

    abdul said:
    19 Januari 2011 pukul 08:57

    Sebagian Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Al-Mahdi
    Senin, 18 Oktober 2004 13:46:45 WIB

    SEBAGIAN HADITS SHAHIH YANG BERHUBUNGAN DENGAN AL-MAHDI

    Oleh
    Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA

    [1]. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Artinya : Bagaimana keadaanmu jika Ibnu Maryam telah turun kepadamu dan imam kamu dari golonganmu?” [Shahih Bukhari, Kitab Ahaditsil Anbiya', Bab Nuzuli Isa bin Maryam 'alaihissalam 6: 491; Shahih Muslim, Kitab Al-Iman, Bab Nuzuli Isa bin Maryam Hakiman 2: 193]

    [2]. Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:

    “Artinya : Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tampil membela kebenaran hingga datangnya hari kiamat.” Kemudian, sabda beliau selanjutnya, “akan turun Isa ibnu Maryam, lalu pemimpin mereka berkata, ‘Marilah shalat mengimami kami. ‘ Lalu Isa menjawab, ‘Tidak! Sesungguhnya sebagian kamu adalah pemimpin bagi sebagian yang lain, sebagai kehormatan dari Allah. ‘” [Shahih Muslim, Kitabul Iman, Bab Nuzuli Isa bin Maryam Alaihis sallam. Hakim 2: 193-194].

    [3]. Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasullulah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Artinya : Pada masa terakhir umatku akan ada khalifah yang membagi-bagikan harta dengan tiada terhitung. ” Al-Juzairii – salah seorang perawi hadits ini berkata, “Saya bertanya kepada Abu Nadharah dan Abul ‘Ala’. “Apakah Anda berdua berpendapat bahwa orang tersebut adalah Umar Abdul Aziz?” Mereka menjawab,”Tidak.”[Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asyrathis Sa'ah 18: 38-39. Dan diriwayatkan oleh al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah pada bab Al-Mahdi 15: 86-87 dengan tahqiq Syu'aib Al-Aznaut. Al-Baghawi berkata. "ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Muslim."].

    Hadits-hadits yang tersebut dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim ini menunjukan kepada dua hal:

    Pertama.
    Bahwa ketika Isa Ibnu Maryam ‘Alaihis sallam turun dari langit, yang menjadi pemimpin untuk mengurus urusan kaum muslimin adalah salah seorang laki-laki di antara mereka.

    Kedua.
    Bahwa kehadiran pemimpin mereka untuk shalat mengimami mereka dan permintaannya kepada Isa ketika turun dari langit itu untuk menjadi imam shalat bersama mereka menunjukkan bahwa pemimpin tersebut adalah orang yang shalih dan mendapat serta menerapkan petunjuk Allah. Meskipun dalam hadits-hadits tersebut tidak disebutkan nama Al-Mahdi secara eksplisit melainkan hanya disebutkan sifat-sifatnya sebagai orang shalih yang mengimani kaum Muslimin pada waktu itu, namun banyak hadits dalam kitab-kitab Sunan dan Musnad serta lain-lainnya yang menafsirkan hadits-hadits yang tersebut dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim itu yang menunjukkan bahwa lelaki yang shalih itu bernama Muhammad bin Abdullah dan disebut juga Al-Mahdi, dan sunnah itu saling menafsirkan antara sebagian terhadap sebagian yang lain. Dan di antara hadits yang menunjukkan hal itu ialah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Harits bin Abi Usamah dalam Musnadnya dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Artinya : Isa bin Maryam akan turun, lalu Amir (pemimpin) mereka, Al-Mahdi, berkata. . . ”

    Hadits ini menunjukkan bahwa pemimpin yang tersebut dalam Shahih Muslim yang meminta kepada Isa Ibnu Maryam untuk mengimami shalat itu bernama Al-Mahdi.

    Syaikh Shidiq Hasan mengemukakan sejumlah besar hadits tentang Al-Mahdi di dalam kitabnya Al-idza ‘ah dan menempatkan hadits Jabir yang diriwayatkan Imam Muslim ini di bagian terakhir. Selanjutnya Uqbah berkata, “Di dalam hadits ini tidak terdapat sebutan Al-Mahdi secara eksplisit, tetapi hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna dengannya tak dapat diartikan lain kecuali Al-Mahdi Al-Muntazhor (yang ditunggu kedatangannya) sebagaimana ditunjuki oleh hadits-hadits dan atsar-atsar terdahulu yang banyak jumlahnya.” [Aqidah Ahlis Sunnah wa Atsar fil Mahdil Muntazhor. 175-176 oleh Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-'Abbad, Dosen Al-Jami'ah Al-Islamiyyah Madinah Al-Munawarroh, cetakan pertama tahun 1402 H, terbitan Mathabi'ur Rasyid, Madinah. Dan periksa pula Al-Idza'ah halaman 144]

    [Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka Mantiq]

    abdul said:
    19 Januari 2011 pukul 08:59

    Banyak hadits shahih yang menunjukkan akan munculnya Al-Mahdi ini. Di antaranya ada hadits-hadits yang secara eksplisit menyebutkan Al-Mahdi dan ada pula yang hanya menyebut sifat-sifat atau identifikasinya saja. Di sini akan kami sebutkan beberapa hadits saja yang kami pandang sudah cukup untuk menunjukkan akan munculnya Al-Mahdi pada akhir zaman yang merupakan salah satu tanda sudah dekatnya hari kiamat.

    [1]. Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    “Artinya : Pada masa akhir umatku akan muncul Al-Mahdi. Pada waktu itu Allah menurunkan banyak hujan, bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan banyak harta (penghasilan), banyak ternak, umat menjadi mulia, dan dia hidup selama tujuh atau delapan tahun.” [Mustadrak Al-Hakim 4: 557-558, dan ia berkata, "Ini adalah hadits yang shahih isnadnya, tetapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya." Dan Adz-Dzahabi menyetujui pendapat Al-Hakim ini. Al-Albani berkata, "Ini adalah sanad yang shahih yang perawi-perawinya terpecaya". Silsilatul-Ahaditsish-Shalihah 2:336, hadits no. 711. Dan periksa risalah (Thesis) Abdul Alim Ahaditsul Mahdi Fi Mizanil-Jarhi wat-Ta'dil halaman 127-128]

    [2]. Juga diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Artinya : Aku sampaikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya Al-Mahdi yang akan diutus (ke tengah-tengah manusia) ketika manusia sedang dilanda perselisihan dan kegoncangan-kegoncangan, dia akan memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan penganiayaan dan kezhaliman. Seluruh penduduk langit dan bumi menyukainya, dan dia akan membagi-bagikan kekayaan secara tepat (merata).” Lalu ada seseorang yang bertanya kepada beliau, “Apakah yang dimaksud dengan shihah (tepat) ?” Beliau menjawab, “Merata di antara manusia.” Dan selanjutnya beliau bersabda, “Dan Allah akan memenuhi hati umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kekayaan (kepuasan), dan meratakan keadilan kepada mereka seraya memerintahkan seorang penyeru untuk menyerukan: ‘Siapakah yang membutuhkan harta? Maka tidak ada seorang pun yang berdiri kecuali satu, lalu Al-Mahdi berkata, “Datanglah kepada bendahara dan katakan kepadanya, ‘Sesungguhnya Al-Mahdi menyuruhmu memberi uang. ‘Kemudian bendahara berkata, ‘Ambillah sedikit” Sehingga setelah dibawanya ke kamarnya, dia menyesal seraya berkata, ‘Saya adalah umat Muhammad yang hatinya paling rakus, atau saya tidak mampu mencapai apa yang mereka capai’ Lalu ia mengembalikan uang (harta) tersebut, tetapi ditolak seraya dikatakan kepadanya, ‘Kami tidak mengambil kembali apa yang telah kami berikan.’ Begitulah kondisinya waktu itu yang berlangsung selama tujuh, delapan, atau sembilan tahun. Kemudian tidak ada kebaikan lagi dalam kehidupan sesudah itu. ”
    [Musnad Ahmad 3: 37. Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya secara ringkas, dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan berbagai sanad, juga diriwayatkan oleh Abu Ya'la dengan ringkas dan perawi-perawinya terpecaya. Majma'uz Zawaid 7: 313:314. Dan periksalah "Aqidatu ahlis-Sunnah wal-Atsar fi Al-Mahdi Al-Muntazhar" halaman 177 karya Syekh Abdul Muhsin Al-'Abbad)].

    Hadits ini menunjukkan bahwa setelah kematian Al-Mahdi akan muncul keburukan dan muncul fitnah-fitnah yang besar.

    [3]. Dari Ali Radhiyallahu ‘anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Artinya : Al-Mahdi itu dari golongan kami, ahli bait. Allah memperbaikinya dalam satu malam. ” [Musnad Ahmad 2: 58 hadits nomor 645 dengan tahqiq Ahmad Syakir yang mengatakan. "Isnadnya shahih." Dan Sunan Ibnu Majah 2:1367. Hadits ini juga dishahkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 6: 22 hadits nomor 6611].

    Ibnu Katsir berkata, “Allah menerima taubatnya dan memberinya taufiq, memberinya ilham dan bimbingan setelah sebelumnya tidak demikian.” [An-Nihayah fil-Fitan wal-Malahim 1: 29) dengan tahqiq DR. Thaha Zaini]‘

    [4]. Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Artinya : Al-Mahdi itu dari keturunanku, lebar dahinya dan mancung hidungnya. la memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan kezhaliman dan penganiayaan.. la berkuasa selama tujuh tahun.”
    [Sunan Abu Daud, Kitab Al-Mahdi 11: 375 hadits nomor 4265. Mustadrak Al-Hakim 4: 557 dan dia berkata, "Ini adalah hadits shahih menurut syarat Muslim, tetapi beliau berdua (Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya." Adz-Dzahabi berkata. "lmran, salah seorang perawinya, adalah dha'if dan Muslim tidak meriwayatkan haditsnya." Dan mengenai sanad Abi Daud, Al-Mundziri berkata, "Di dalam sanadnya terdapat Imran Al-Qaththan, yaitu Abul 'Awwam Imran bin Dawur Al-Qaththan Al-Bishri, Al-Bukhari menjadikan haditsnya sebagai syahid. dan dia dianggap kepercayaan oleh Affan bin Muslim dan Yahya bin Sa'id Al-Qaththan memujinya dengan baik. Tetapi dia dilemahkan oleh Yahya bin Ma'in dan Nasa'i." (Aunul Ma'bud 11: 37). Adz-Dzahabi berkata dalam Mizanul I'tidal, "Ahmad berkata, 'Saya berharap dia itu baik haditsnya.' Abu Daud berkata, 'Dha'if.' (mizanul I'tidal 3: 26). Ibnu Hajar berkata mengenai Imran, "Dia itu jujur tetapi tertuduh berfaham Khawarij. " (Taqribut-Tahdzib 2: 83). Dan Ibnul Qayyim mengomentari sanadnya Abu Daud demikian. "Jayyid (bagus). " (Al-Manarul Munif: 144 dengan tahqiq Syeh Abdul Fattah Abu Ghadah). Al-Albani berkata, "Isnadnya hassan. " (Shahih Al-Jami'ush Shaghir 6: 22-23 hadits nomor 6612)].

    [5]. Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata : saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    “Artinya : Al-Mahdi itu keturunanku, dari anak cucu Fatimah”. [Sunan Abi Daud : 373; Sunan Ibnu Majah 2: 1368. Al-Albani berkata dalam Shahih Al-Jami'ush Shaghir 6: 22 nomor 6610. "Shahih." Dan periksalah Risalah / Thesis Abdul Alim tentang "Al-Mahdi" halaman 160].

    [6]. Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Artinya : Isa bin Maryam akan turun, lalu pemimpin mereka, Al-Mahdi, berkata. ‘Marilah shalat bersama kami! Isa menjawab, Tidak! Sesungguhnya sebagian mereka menjadi amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain sebagai penghormatan dari Allah kepada umat ini. ‘”
    [Hadits Riwayat Al-Harits bin Abu Usamah dalam musnadnya seperti disebutkan dalam Al-Manarul Munif karya Ibnul Qayyim halaman 147-148, dan diriwayatkan dalam kitab Al-Hawi fi Al-Fatawa karya As-Suyuthi 2: 64. Ibnul Qayyim berkata, "Hadits ini isnadnya jayyid (bagus). " Dan dishahkan oleh Abdul 'Alim dalam Risalahnya tentang Al-Mahdi halaman 144].

    [7]. Dari Abi Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah sShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Artinya : Dari antara keturunan kami akan ada orang yang Isa Ibnu Maryam melakukan shalat di belakangnya. ”
    [Riwayat Abu Nu'aim dalam Akhbaril Mahdi sebagaimana dikatakan oleh As-Suyuthi dalam Al-Hawi 2: 64, dan dia memberi tanda dha'if, demikian pula Al-Munawi dalam Faidhul Qadir 6: 17. Al-Albani berkata, Shahih. Periksa: Shahih Al-Jami'ush Shaghir 5: 219 hadits nomor 5796. Abdul 'Alim mengatakan di dalam risalah nya, isnadnya hasan karena syahid-syahidnya." Periksa Risalah/Thesis Abdul 'Alim halaman 241].

    [8]. Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Artinya : Tidaklah dunia akan lenyap sehingga negeri Arab dikuasai oleh seorang laki-laki dari ahli baitku (keluarga rumahku) yang namanya sama dengan namaku” [Musnad Ahmad 5: 199 hadits nomor 3573 dengan tahqiq Ahmad Syakir, dia berkata, 'Isnadnya shahih'. Dan Tirmidzi 6:485, dan dia berkata, "Ini adalah hadist hasan shahih. '' Dan Sunan Abu Daud 11: 371]

    Dan dalam riwayat disebutkan dengan lafal:

    “Namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku. ” [Sunan Abi Daud 11: 370. Al-Albani berkata, "Shahih. " (Shahih Al-Jami'ush Shaghir 5: 70-71, hadits nomor 5180). Dan periksa pula Risalah Abdul 'Alim tentang al-Mahdi halaman 202]

    [Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka Mantiq]

    abdul said:
    19 Januari 2011 pukul 09:01

    Kategori As-Saa’ah : Al-Mahdi
    Al-Mahdi, Namanya Sifat-Sifatnya Dan Tempat Keluarnya
    Kamis, 30 September 2004 13:41:06 WIB

    AL-MAHDI, NAMANYA SIFAT-SIFATNYA DAN TEMPAT KELUARNYA

    Oleh
    Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA

    AL-MAHDI
    Pada akhir zaman akan keluar seorang laki-laki dari golongan Ahlul-Bait (keturunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) dan Allah mengokohkan Dinnul Islam dengannya pada saat itu. Dia berkuasa selama tujuh tahun. Pada waktu itu dia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kelaliman dan kezhaliman. Pada masanya umat manusia merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya; bumi rnengeluarkan tumbuh-tumbuhan, langit menurunkan hujan, dan memberikan penghasilan (kekayaan) yang tak terhitung banyaknya.

    lbnu Katsir rahimahullah berkata, “Pada waktu itu banyak buah-buahan, tanam-tanaman subur, harta melimpah, kekuasaan berjalan dengan baik, agama berdiri tegak, permusuhan sirna. dan kebaikan bersemarak.” [An-Nihayah Fil-Fitan wal-Malahim 1:31 dengan tahqiq DR. Thaha Zaini]

    NAMANYA DAN SIFAT-SIFATNYA
    Laki-laki ini namanya seperti nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan nama ayahnya seperti nama ayah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka dia bernama Muhammad atau Ahmad bin Abdullah. Dia berasal dari keturunan Fatimah binti Rasulullah Saw, dari anak cucu Hasan bin Ali Radhiyallahu ‘anhu

    Ibnu Katsir berkata tentang Al-Mahdi, “Dia bernama Muhammad bin Abdullah Al-Alawi Al-Fathimi al-Hasani radhiyallahu ‘anhu.” [Ibid, halamann 29].

    Dan sifat-sifat tubuhnya antara lain mukanya lebar dan hidungnya mancung.

    TEMPAT KELUARNYA
    Al-Mahdi akan muncul dari arah (kawasan) timur. Dalam sebuah hadits dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu. ” Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah “Al-Mahdi”.[1]

    Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan perbendaharaan didalam hadits ini ialah perbendaharaan Ka’bah. Akan ada tiga orang putera khalifah (ia berperang di sisinya untuk memperebutkannya hingga datangnya akhir zaman, lalu keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur, bukan dari dalam bangunan di bawah tanah Samira seperti anggapan orang-orang Rafidhah yang jahil bahwa Al-.Mahdi sekarang berada di sana dan mereka menanti keluarnya pada akhir zaman. Anggapan semacam ini merupakan igauan yang hina dari syetan, karena tidak ada dalil dan keterangannya sama sekali baik dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah, dari perkataan atau pemikiran orang sehat maupun dari istihsam.”

    Selanjutnya beliau mengatakan, “Dan beliau dikukuhkan oleh penduduk masyriq (kawasan timur) yang membantunya, menegakkan kekuasaannya, dan membangun pilar-pilarnya, dan bendera mereka juga berwarna hitam, yaitu warna yang melambangkan sikap merendahkan diri, karena bendera Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berwarna hitam yang diberi nama Al-’Uqab…. Maksudnya, bahwa Al-Mahdi yang terpuji dan dijanjikan akan muncul pada akhir zaman, kemunculannya adalah dari wilayah timur dan dia dibai’at di sisi Baitullah sebagaimana ditunjuki oleh beberapa hadits. “[2]

    [Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka Mantiq]
    _________
    Foote Note
    [1]. Sunan Ibnu Majah, Kitabul Fitan, Bab Khurujil Mahdi 2: 1467; Mustadrak Al-Hakim 4: 463-464. Dan dia berkata, “Ini adalah hadits shahih menurut syarat Syaikhain.” Perkataan Hakim ini juga disetujui oleh adz-Dzahabi.
    Ibnu Katsir berkata. “Ini adalah isnad yang kuat lagi shahih.” (An Nihayah fil Fitan 1: 29 dengan tahqiq DR. Thaha Zaini).

    Al-Albani berkata, “Hadits ini shahih maknanya, tanpa perkataan: “Karena dia khalifah Allah Al-Mahdi”. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari jalan Alqamah dari Ibnu Mas’ud secara marfu’ seperti riwayat Utsman yang kedua, dan isnadnya hasan, tetapi tanpa perkataan “khalifah” (khalifah / pengganti Allah). Dan tambahan “khalifatullah” ini tidak dimiliki jalan yang shahih serta tidak memiliki syahid (hadits yang senada yang diriwayatkan dari orang lain); karena itu tambahan tersebut adalah munkar. Dan di antara kemungkarannya ialah bahwa di dalam syara’ tidak boleh dikatakan ada khalifah Allah, karena kemungkinan orang tersebut berbuat keliru, padahal tidak layak bagi Allah kekurangan dan kelemahan.

    Kemudian dikutip dari Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengenai penolakan beliau terhadap orang yang mengatakan bahwa khalifah itu sebagai wakil Allah Ta’ala, karena tidak laik bagi Dia memiliki khalifah (wakil / pengganti), sebab Dia adalah Maha Hidup, Maha Menyaksikan, Maha Melindungi, Berdiri Sendiri, Yang Mengawasi, Maha Pemelihara, Maha Kaya dan tidak membutuhkan alam semesta. Sedang khalifah itu ada karena yang digantikan itu mati atau lenyap, sedangkan Allah Maha Suci dari semua itu.” (Vide: Silsilatul Ahaditsih-Dha’ifah wal-Maudhu’ah 1: 119-121, hadits nomor 85).

    [2]. An Nihayah fil Fitan wal-Malahim 1: 29-30.
    Syekh Abdul Alim Abdul Azhim membicarakan hadits-hadits Al-Mahdi secara panjang lebar dalam thesis beliau untuk memperoleh gelar Magister yang berjudul “Al-Ahaditsul Waridah fil Mahdi fi Mizanil Jarh wat Ta’dil”. Dalam thesis ini beliau menyebutkan orang-orang yang meriwayatkan hadits-hadits tersebut beserta perkataan para ulama mengenai isnad masing-masing hadits beserta keputusannya dan kesimpulannya.

    Barangsiapa yang ingin mengetahui secara luas dipersilahkan membaca thesis tersebut, karena ia merupakan pembahasan paling luas mengenai hadits-hadits Al-Mahdi sebagaimana dikatakan oleh Syekh Abdul Muhsin Al-’Abbad dalam majalah al-Jami’ah Al- Islamiyyah nomor 45 halaman 323.

    Dalam thesis tersebut beliau menyebutkan ada hadits-hadits marfu’ dan atsar-atsar sahabat dan lainnya tentang Al-Mahdi ini sebanyak 336 riwayat. Di antaranya terdapat tiga puluh dua hadits dan sebelas atsar yang berkedudukan diantara shahih dan hasan. Yang menyebutkan Al-Mahdi secara eksplisit sebanyak 9 hadits dan 6 atsar, dan sisanya hanya menyebutkan identifikasinya.
    Banyak al-Huffazh yang mengesahkan hadits-hadits Al-Mahdi ini, antara lain Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya “Minhajus Sunnah fi Naqdhi Kalamisy Syi’ah wal Qadariyyah” 4: 211, dan al-’Allamah Ibnu Qayyim dalam kitabnya “Al-Manarul Munif fish Shahih wadh-Dhaâ’if” halaman 142 dan seterusnya dengan tahqiq Syekh Abdul Fattah Abu Ghadah, serta dishahkan oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam kitabnya “An-Nihayah fil-Fitan wal-Malahim” 1 : 24-32 dengan tahqiq DR. Thaha Zaini. Juga dishahkan oleh ulama- ulama lain sebagaimana akan kami sebutkan.

    abdul said:
    19 Januari 2011 pukul 09:06

    Setelah Dajjal muncul dan melakukan perusakan di muka bumi, Allah mengutus Isa ‘Alaihissalam untuk turun ke bumi, dan turunnya adalah di menara putih di timur Damsyiq, Syiria. Beliau mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran ; dan beliau taruh kedua telapak tangan beliau di sayap dua orang Malaikat. Bila beliau menundukkan kepala, meneteslah/menurunlah rambutnya, dan bila diangkat kelihatan landai seperti mutiara. Dan tidak ada orang kafir yang mencium nafasnya kecuali akan mati, dan nafasnya itu sejauh pandangan matanya.

    Beliau akan turun pada kelompok yang diberi pertolongan oleh Allah yang berperang untuk menegakkan kebenaran dan bersatu-padu menghadapi Dajjal. Turunlah beliau pada waktu sedang diiqamati shalat, lantas beliau shalat di belakang pemimpin kelompok itu.

    Ibnu Katsir berkata, “Inilah yang termasyhur mengenai tempat turunnya Isa, yaitu di menara putih bagian timur Damsyiq. Dan dalam beberapa kitab saya baca beliau turun di menara putih sebelah timur masjid Jami’ Damsyiq, dan ini rupanya pendapat yang lebih terpelihara. Karena di Damsyiq tidak dikenal ada menara di bagian timur selain di sebelah Masjid Jami’ Umawi di Damsyiq sebelah timur. Inilah pendapat yang lebih sesuai karena beliau turun ketika sedang dibacakan iqamat untuk shalat, lalu imam kaum Muslimin berkata kepada beliau, “Wahai Ruh Allah, majulah untuk mengimami shalat.” Kemudian beliau menjawab, “Anda saja yang maju menjadi imam, karena iqamat tadi dibacakan untuk Anda.” Dan dalam satu riwayat dikatakan bahwa Isa berkata, “Sebagian Anda merupakan amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain, sebagai penghormatan dari Allah untuk umat ini.” Shahih Muslim, Kitab Al-Imarn, Bab Bayanu Nuzuli Isa bin Maryam Hakiman bisyari ‘ati Nabiyyina Muhammad saw 2: 193-194. [An-Nihayah Fil Fitan wal Malahim 1: 144-145 dengan tahqiq DR. Thaha Zaini]

    Ibnu Katsir menyebutkan bahwa pada zamannya, tahun 741, kaum Muslimin merenovasi bangunan menara dengan batu putih yang biayanya diambilkan dari harta kaum Nashara yang telah membakar menara yang berada di daerah mereka. Hal ini barangkali merupakan petunjuk kenabian yang jelas di mana Allah menakdirkan pembangunan menara ini dengan harta kaum Nashara, agar Isa Ibnu Maryam turun di sana untuk membunuh babi, menghancurkan salib, dan tidak menerima jizyah dari mereka. Terhadap orang Nashara yang mau memeluk Islam diperlakukan dengan baik, dan yang tidak mau memeluk Islam dibunuh, demikian pula dengan orang-orang kafir yang lain. [An-Nihayah 1: 145]

    Dalam hadits Nawwas bin Sam’an yang panjang yang membicarakan kemunculan Dajjal dan turunnya Isa ‘alaihissalam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Artinya : Ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyiq dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za ‘faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecuali pasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lalu Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya di pintu Lodd, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga.” [Shahih Muslim, Kitab al-Fitan wa Asyrothis Sa 'ah, Bab DzikrAd-Dajjal 18: 67-68].

    [Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka Mantiq]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s