Jilbab dan Ibu Menteri

Posted on


Headline surat kabar hari ini dihiasi foto-foto para mentri. Setelah kemarin malam presiden SBY mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Bersatu II yang akan bekerja dari 2009 sampai 2014 nanti. Berbagai analisis pakar politik semakin meramaikan opini. Ada yang mengatakan SBY terlalu berkompromi, ada pula yang berujar “ini adalah kabinet balas budi”. Yang pasti, berbagai pihak menyandarkan harapan kepada sosok-sosok pilihan ini.

Lagi-lagi laki-laki mendominasi. Dari 34 kursi, hanya 5 orang sosok perempuan. Linda Agum Gumelar sebagai Menneg Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan anak, Armida Alisjahbana sebagai Menneg PPN/Kepala Bappenas, Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, Maria Elka Pangestu sebagai Menteri Perdagangan, dan Endang Rahayu S sebagai Menteri Kesehatan. Tak terdengar suara-suara dari aktivis feminis. Mungkin jumlah yang sedikit ini sudah dianggap mewakili perempuan.

Sisi lain yang perlu dicermati oleh partai-partai religius seperti PKS yang menjadi mitra koalisi utama Demokrat adalah Jilbab para Ibu menteri.  Ruang dakwah potensial bagi politisi PKS di kabinet, jika memang semangat untuk mengislamkan muslimah secara kaffah masih menjadi perjuangan utama. Apa sebab??? Tidak ada satupun dari ibu-ibu cantik dan pintar itu yang memakai jilbab.

He2.. Apa juga ya hubungannya antara jilbab dengan ibu menteri??? Kayak kurang kerjaan aja.

Ini bukan sekedar fenomena biasa. Tapi sebuah pertanda bahwa gelombang Islamisasi telah mengalami titik kulminasi. Dulu, orang sampai mati-matian memperjuangkan jilbab. Sekarang ketika kebebasan telah dibuka, terjadi eliminasi makna berpakaian sesuai dengan syariat. Jika dulu, istri pejabat tak menutup kepala menjadi aib. Sekarang, berbaju minimpun tak menjadi problema.

Ini adalah zaman kebebasan. Atribut-atribut agama hanya simbol. Jilbab lebih digiring sebagai alternatif berpakaian, bukan sebagai simbol kesholehahan. Kerudung hanyalah hiasan. Jika kondisi sudah kayak gitu, tak usah lagi masalah jilbab kita persoalkan. Bukankah jilbab hanya selembar kain???

So, Jilbab dan Ibu Menteri?? Kayak ngak ada hubungan… Ha2..

Tulisan ini telah dipublish sebelumnya di

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s