Lulus UM UGM, Jadi Mahasiswa No 1 Indonesia

Posted on Updated on


Oleh : Anggun Gunawan Mahasiswa Filsafat Fakultas Filsafat UGM, Ketua Asrama Mahasiswa Sumbar, Merapi Singgalang, periode 2006-2007.

Tulisan ini telah diterbitkan oleh Koran Padang Ekspres Edisi Selasa, 10 Juni 2008

Hari Sabtu 7/06-2008 lalu, hasil ujian masuk Universitas Gadjah Mada Yogyakarta diumumkan melalui media cetak dan juga dapat diakses melalui situs resmi UGM. Ujian Masuk UGM yang dikenal dengan UM UGM, merupakan seleksi mandiri yang dilakukan UGM dalam penerimaan mahasiswa baru. Kuota mahasiswa yang diterima lewat jalur ini lebih besar dari seleksi lain yang juga dilakukan UGM.

UM UGM menampung 80 % mahasiswa baru. Sedangkan 15 % disisakan untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebagai penganti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru SPMB yang diadakan pada tahun sebelumnya, ditambah 5 % mahasiswa pilihan yang lulus lewat jalur khusus, antara lain: Penerimaan Bibit Unggul Daerah (PBUD), Penerimaan Bibit Atlet Daerah (PBAD), kerjasama UGM dengan beberapa Instansi Pemerintah, dan kerjasama UGM dengan Departemen Agama.

Menjadi salah seorang mahasiswa UGM merupakan kebanggaan tersendiri. Mengapa tidak, dalam peringkat World Class University yang dirilis oleh Webometrics Januari 2008 yang lalu, UGM adalah Universitas No. 1 di Indonesia, mengungguli ITB, UI, Unibraw, Universitas Petra, IPB, dan ITS. Bukan hanya itu, dalam peringkat yang dikeluarkan oleh Times Higher Education Supplement (THES-QS) yang mengumumkan World Top University pada akhir tahun 2007 yang lalu, UGM sebagai kembali menempati Universitas Teratas di Indonesia, mengalahkan ITB dan UI.

Salah satu ukuran keberhasilan pendidikan menengah pada suatu daerah adalah seberapa banyak siswa-siswa SMA dan SMK yang bisa menembus Universitas Favorit. Melihat statistik yang dikeluarkan oleh Data akademik UGM, Sumatera Barat hanya berada pada peringkat ke 13 (dengan total mahasiswa 612 orang) dari 33 provinsi dalam jumlah mahasiswa yang kuliah di UGM. Posisi kita masih jauh di bawah Sumatera Utara yang berada pada peringkat 6 dengan total mahasiswa 1352 orang. Kita juga masih kalah dibandingkan Sumatera Selatan yang berada peringkat 9 dengan total mahasiswa 1019.

Memang kondisi ini tidak menjadi indikator kualitas pendidikan menengah di Sumatera Barat. Namun, paling tidak ini bisa menjadi barometer pencapaian Sumatera Barat sebagai Center of Intelectual. Banyak faktor yang mempengaruhi jumlah mahasiswa Sumatera Barat di UGM. Salah satunya adalah siswa-siswi SMA-SMK di Sumbar harus jauh-jauh datang ke Pekanbaru untuk mengikuti ujian masuk UGM. Hal ini dikarenakan sejak tahun 2004 UM UGM tidak lagi diadakan di Padang. Selain itu, semakin mahalnya biaya pendidikan UGM membuat banyak orang tua yang mengalihkan pilihan anaknya ke Universitas Negeri lain yang lebih murah.

Walaupun demikian, tentunya kita mesti memberikan apresiasi dan pujian kepada siswa-siswi SMA-SMK Sumatera Barat yang berhasil menembus ketatnya persaingan memperebutkan kursi bergengsi di Universitas Negeri Tertua Indonesia tersebut. Mengapa tidak, menempatkan kaki di kampus biru (julukan khas UGM) bukanlah perkara mudah. Banyak saingan yang mesti dikalahkan dari seluruh provinsi di tanah air. Oleh karena itu, sangatlah layak kita mengucapkan selamat kepada siswa-siswi Sumatera Barat yang lulus UM UGM

Bagi siswa-siswi yang dinyatakan lulus sebagai mahasiswa baru oleh UGM, selain rasa bangga menjadi civitas akademika universitas no 1 di Indonesia ini, kemudahanpun telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kemudahan itu berwujud lewat kehadiran Asrama bagi mahasiswa Sumatera Barat yang menempuh pendidikan di kota pelajar ini. Ada Asrama Mahasiswa “Merapi Singgalang” dan Asrama Mahasiswa “Bundo Kanduang” yang dikelola oleh Pemda Sumatera Barat. Kedua asrama ini berada di pusat kota Yogyakarta dan lokasinyapun dekat dengan Kampus UGM. Asrama ini ditunjang kelengkapan fasilitas seperti sarana olahraga, internet di setiap kamar, dan kondisi lingkungan yang asri. Asrama milik Pemda Sumatera Barat hanya membebankan kurang dari Rp. 50.000/bulan.

Semoga, dengan semakin meningkatnya kualitas pendidikan menengah di Sumatera Barat, semakin banyak pula bakat-bakat cerdas yang menempuh pendidikan tinggi di UGM dan di Perguruan Tinggi favorit lainnya. Akhirnya, sekali lagi Selamat menjadi Mahasiswa UGM kepada siswa-siswi SMA-SMK Sumatera Barat yang telah berhasil menembus Ujian Masuk UGM yang diumumkan hari ini. (***)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s