TEORI EVOLUSI

Posted on Updated on


Teori evolusi berawal dari sebuah pertanyaan besar yang telah menganggu pikiran manusia dari dahulu, yaitu “DARI MANA ASAL MANUSIA?”. Banyak pandangan lahir, namun Teori Evolusilah yang paling mengemparkan. Teori Evolusi secara kasar digambarkan sebagai teori yang mengatakan bahwa manusia berasal dari binatang, jelasnya dari kera.

Pengertian

Evolusi dari segi bahasa (Bahasa Inggris: evolution), berarti perkembangan. Dalam ilmu sejarah, evolusi diartikan sebagai perkembangan social, ekonomis, politis yang berjalan sedikit demi sedikit, tanpa unsur paksaan. Dalam ilmu pengetahuan, istilah evolusi diartikan sebagai perkembangan berangsur-angsur dari benda yang sederhana menuju benda yang lebih sempurna.

Evolusi pada dasarnya berarti proses perubahan dalam jangka waktu tertentu. Dalam konteks biologi modern, evolusi berarti perubahan frekuensi gen dalam suatu populasi. Akumulasi perubahan gen ini menyebabkan terjadinya perubahan pada makhluk hidup.

Tokoh-Tokoh Teori Evolusi Awal

  • J. B. de Lamarck (1774-1829)

Lamarck adalah seorang sarjana Perancis, merupakan orang pertama yang secara tegas menyatakan bahwa kehidupan berkembang dari tumbuh-tumbuhan menuju binatang, dan dari binatang menuju manusia. Namun, pandangannya pada waktu itu belum mendapat banyak perhatian.

  • Charles Darwin (1809-1882)

Darwin adalah ahli zoology yang berasal dari Inggris. Dalam bukunya “The Origin of Species)” (Terjadinya Jenis-Jenis), yang terbit tahun 1859, ia merumuskan pandangan bahwa: semua jenis binatang berasal dari satu sel purba. Sel-sel purba ini menurut Darwin diciptakan oleh Tuhan.

Tahun 1871, terbit buku kedua Darwin, “The Descent of Man” (Asal Usul Manusia). Dalam buku ini, ia mengatakan: binatang yang paling maju, yaitu kera, dengan proses struggle of life, sedikit demi sedikit berubah, dan dalam jenisnya yang paling sempurna, mengarah menuju wujud kemanusiaan. Binatang menjadi manusia. Pandangan ini diperkuat dengan ditemukannya tengkorak Manusia Neanderthal tahun 1856 di Lembah dekat Dusseldorf, Jerman Barat. Manusia Neanderthal menyerupai kera dan manusia.

  • Ernst Heirich Haeckel (1834-1919)

Haeckel adalah sarjana ilmu pengetahuan berkebangsaan Jerman. Ia menolak penciptaan sama sekali. Menurutnya, dunia ini kekal, tak ada permulaan, dan hidup tercipta dengan sendirinya secara mekanis. Demikian juga halnya dengan manusia.

Haeckel dalam bukunya “Naturliche Schopfungsgeschichte” (Sejarah Penciptaan) mengatakan, bahwa sebelum manusia Neanderthal tentu pernah hidup semacam “keramanusia” yang disebutnya “Pithecanthropus”. Namun sampai waktu fossil semacam keramanusia itu belum ditemukan.

Atas pengaruh Haeckel timbullah kebiasaan untuk menyamaratakan manusia dengan kera, melalui ungkapan “manusia berasal dari kera”. Haeckel yang sikapnya atheis membuka lebar jalan bagi penganut teori evolusi yang menentang Tuhan terutama Marxisme dan Komunisme.

Perkembangan Teori Evolusi Biologis (Aspek Lahiriah)

Secara garis besar bukti biologis/fisically yang membuktikan teori evolusi ada 3, yaitu:

1. Penemuan fosil-fosil dari zaman purba

Fosil adalah kerangka atau bagian kerangka baik dari hewan, tumbuh-tumbuhan, atau manusia, yang pernah hidup di zaman purbakala. Menurut fosil, manusia purba dapat di golongkan atas:

a. Manusia pra-Neanderthal (antara 600.000-150.000 tahun yang lalu)

Dari hasil penemuan-penemuan pada zaman ini, Klaatsch ,menyimpulkan bahwa manusia tidak berasal langsung dari kera primat (kera modern), tapi dari semacam makhluk turunan dari species kera umum, yang merupakan pendahulu baik dari kera-kera modern maupun dari manusia.

b. Manusia Neanderthal (hidup 150.000-60.000 tahun yang lalu)

Kebudayaan Manusia Neanderthal tampak jelas yaitu dengan ditemukannya alat-alat kerja dari batu dan tulang dan juga tempat kuburan serta tempat makanan. Sehingga kemanusiaan manusia Neanderthal tidak dapat diragukan lagi. Kesadaran untuk beragama telah mulai membenih dalam dirinya.

c. Manusia Post-Neanderthal (60.000-10.000 tahun yang lalu)

Manusia pada zaman ini dizamakan Homo sapiens. Mereka tidak hanya mengenal alat-alat kerja yang halus, lebih dari itu, mereka telah menguburkan yang mati, memiliki kemampuan untuk merenungkan hidupnya sendiri dan seluruh alam. Ia menjadi pelukis, manjadi seniman.

2. Keajaiban Atom

Tidaklah benar benda-benda itu statis, mati. Kenyataannya adalah benda itu sanggup berubah dari intinya (atom), tidak sekedar berubah secara fisik saja. Terjadi perubahan dalam inti atom dan kefleksibelannya dalam menyatukan diri dengan atom lain. Susunan dari bagian-bagian elementer (proton, neutron, electron) sangat berbeda dengan variasi yang tak terbatas, apalagi peralihannya. Hal dapat ditafsirkan sebagai cermin dari perubahan-perubahan yan berlangsung dalam bidang yang lebih tinggi, yaitu dalam alam tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia. Inti pendorong evolusi adalah enersi. Para ahli tidak bisa memastikan apakah bentuk enersi itu berupa materi, karena bagian elementer atom sama sekali tidak dapat dilihat, tidak dapat dibayangkan atau digambarkan.

3. Satu Sel Menjadi Bayi

Perkembangan yang dialami oleh anak bayi dalam kandungan wanita adalah suatu kejadian yang paling mengesankan bagi teori evolusi. Kejadian itu disebut “ontogenese”. Dengan istilah itu dimaksudkan: perkembangan yang dialami dari satu sel menuju wujud kemanusiaan. Ontogenese menunjukkan betapa hebat kekuatan alam mengembangkan sesuatu yang serba sederhana menjadi sempurna.

Selain tiga bukti ini, masih ada bukti-bukti fosil-fosil binatang dan tumbuhan, perkembangan bintang-bintang yang dasyat sebagaimana dapat disaksikan oleh astronomi untuk menguatkan teori evolusi.

Kesadaran (Aspek Batin)

Jika Darwin tokoh vital teori evolusi awal, di zaman modern ini, Teilhard de Chardin, sarjana paleontology dari Perancis, yang sangat popular dalam teori evolusi. Menurut Teilhard bumi mengalami 3 fase evolusi:
Fase Geosfer: fase terciptanya matahari dan planet-planet (termasuk bumi). Pada fase ini belum ada kehidupan, namun perubahan alam berjalan terus.
Fase Kehidupan (biosfer): bermula dari sel-sel, sampai pada tingkat perkembangan tertinggi. Loncatan evolusi terpenting adalah munculnya manusia.
Fase pikiran: manusia berkembang dari pola kehidupan primitif sampai pada kehidupan modern yang ditandai teknik dan industri modern.

Teilhard mengatakan, setiap benda memiliki dua segi yang saling berjalin, yaitu segi luar (without): seluruh struktur benda sejauh dapat diukur, diperiksa secara fisika-kimia, dan segi dalam (within): konsentrasi psikis-inti kecendrungan dari benda.

Oleh Teilhard, konsentrasi psikis itu disebut “kesadaran”. Kesadaran nampak jelas dalam diri manusia, namun ada juga dalam binatang sebagai perasaan dan insting, dan dalam tumbuh-tumbuhan sebgai hidup vegetatif. Sedangkan dalam benda mati “kesadaran” itu masih tipis.

Segi luar dan segi dalam tidaklah merupakan dua bagian yang berlainan dalam suatu benda, melainkan dua sudut dari kenyataan yang sama, sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan. Jadi benda bukanlah semacam kumpulan atom-atom yang berjajaran secara mekanis saja, melainkan suatu penyatuan atom-atom dan molekul-molekul dengan daya kecendrungan tertentu. Kecendrungan itu, “kesadaran” itu, adalah kunci evolusi.

Dalam benda mati, kombinasi atom dan molekul masih relatif sederhana dan sejalan dengan kesederhanaan segi luar itu, konsentrasi psikis, segi dalamnya-pun masih sederhana dan tipis. Makin kompleks, makin kaya segi lahir, yakni kombinasi molekul-molekulnya, makin padat dan kuatlah segi batinnya. Evolusi menuju struktur benda yang semakin sempurna adalah sekaligus evolusi menuju kesadaran batin yang semakin memusat. Sampai suatu saat, terjadilah loncatan maha penting dalam proses evolusi alam semesta, yaitu: meningkatnya kesadaran instinktif menjadi kesadaran reflektif, lahirnya pikiran. Terjadilah jiwa manusiawi. Manusia sadar bahwa dirinya “sadar”, dapat berkata “aku”, dapat memikirkan masa lampau dan masa depan, mengambil kesimpulan, dan merencanakan. Ia sendiri kini menjadi pendorong evolusi.

Makin kompleks, makin bersatulah benda – itulah hukum evolusi–, yang disebut oleh Teilhard “loi de complexite et de conscience” (hukum eratnya hubungan antara kompleksifikasi materi dan konsentrasi batin, yaitu kesadaran). Dan bisa ditambahkan bahwa; makin bersatu, makin bebas dari pengaruh luar, makin merdekalah ia dalam dirinya sendiri. Kebebasan mencapai puncaknya dalam diri manusia. Ia merupakan satu personality, kepribadian yang menyeluruh dalam dirinya sendiri. Ia bebas menentukan nasibnya sendiri.

Penjelasan dari Teilhard merupakan pukulan yang mematikan bagi materialisme. Ia menunjukan bahwa evolusi tidak berjalan atas susunan materi belaka, tidak berkembang dari kebetulan, tetapi secara terarah, berdasarkan kesadaran batin, seakan-akan dalam benda itu tertanam suatu rencana.

Persatuan mutlak antara segi lahir dan batin (tubuh dan jiwa) membawa kesimpulan-kesimpulan yang revolusioner. Pertama, manusia, seluruhnya jiwa dan badan berasal dari bapak ibu, dari leluhur. Jadi bukanlah bahwa anak bayi tubuhnya berasal dari sel telur perempuan dan sperma lelaki, sedang jiwanya pada pembuahan langsung diciptakan Tuhan. Tetapi, bapak ibu secara total, jiwa dan badan, menurunkan anak. Kedua: jika manusia meninggal, tubuh tidak akan mutlak terpisah dari jiwa, dan itu merupakan dasar dari kebangkitan.

Penutup

Teori evolusi bukan lagi teori evolusi dari Darwin. Darwin sudah jauh ketinggalan. Meskipun ia tetap berjasa, namun teorinya sudah demikian mendapat koreksi, hingga teori evolusi tidak dapat disebut dan disamaratakan dengan Darwinisme.

Selama ribuan tahun manusia berevolusi dalam kesadaran. Manusia telah mencapai tingkat kompleksitas yang tinggi, baik dalam pemikiran, perasaan maupun kegiatan-kegiatan hidupnya. Lebih-lebih dalam 300 tahun terakhir, telah terjadi peningkatan yang luar biasa di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan kemampuan-kemampuan intelektuil yang lain.

Sesungguhnya titik terpenting teori evolusi bagi kehidupan manusia hari ini adalah penelaahan terhadap langkah-langkah perkembangan kebudayaan manusia. Sehingga kita akan memikirkan lagi asal usul seluruh kegiatan dan tujuan-tujuan dasar dari kegiatan tersebut. Di bidang ekonomi misalnya, dimana saat ini yang menguasai kegiatan ekonomi adalah kapitalistik dan penciptaan kebutuhan yang tidak perlu, banyak menyimpang dasarnya. Seni, terdistorsi dari pengungkapan perasaan kepada selera dangkal seperti pornografi. Sehingga, dengan pemahaman akan landasan kehidupan, manusia bisa merencanakan merintis kemajuan-kemajuan sejati di masa mendatang.

Daftar Pustaka

  • Dahler, Franz & Julius Chandra. Edisi XI 1993. Asal dan Tujuan Manusia. Penerbit Kanisius; Yogyakarta.
About these ads

40 pemikiran pada “TEORI EVOLUSI

    joyo berkata:
    17 November 2007 pukul 01:52

    nice
    salam kenal

    chaca berkata:
    21 November 2007 pukul 13:27

    saya sich masih ragu2 ttg penciptaan manusia pertama kali d dunia ini. dosen saya sngt menyanyangkan pernyataan2 yang dikemukan harun yahya, pi agama saya sangat mendukung harun yahya. jadi mana yang harus di terapkan sebagai sebuah ilmu pengetahuanaaaaaaaa///

    joyo berkata:
    21 November 2007 pukul 18:38

    @chaca
    alam selalu lugas dan nggak pernah nyembunikan kebenaran, so…saran saya silahkan baca alam :)

    @empunya blog
    numpang komen buat chaca ya :)

    mersi berkata:
    23 November 2007 pukul 08:40

    kenapa kok ragu mbak. teori evolusi darwin hanya salah satu dari teori
    ilmiah yang pernah ada. sebuah teori ilmiah akan terus berubah sesuai
    dengan data empiris yang ditemukan.
    ilmu dan agama jelas berbeda kebenarannya. kebenaran agama adalah
    mutlak dan imanlah yang menjadi ukurannya. sedangkan kebenaran ilmiah
    itu relatif bisa berubah sesuai dengan perkembangan penelitian.
    sebelum itu, lebih baik baca buku asli Darwin sehingga kita tidak
    salah menangkap pemikirannya. setahu saya darwin tidak pernah mengatakan
    manusia berasal dari kera

    okey….salam ya

      Zuel Fahmi, SHI berkata:
      19 Januari 2011 pukul 07:58

      Klo sy sngat menentang teori Darwin yg mengatakan bahwa manusia itu berasal dari kera, itu sangat bertentangan dengan ajaran agama kita bahwa manusia pertama adalah Adam dengan dianugerahi seorang wanita cantik bernama Hawa, yang turun temurun bereproduksi sampai dg kita sekarang ini. Jd intinya buat yg memilih teori Darwin bahwa manusia itu berasal dari kera, itu anda mengakui diri anda sendiri bahwa anda keturunan kera, tp buat saya pribadi saya mutlak memilih bahwa saya adalah keturunan Adan dan Hawa. terserah anda mau pilih keturunan Manusia yg mulia atau Hewan yg hina????

        Lamark Darwin berkata:
        2 September 2012 pukul 23:46

        INILAH CONTOH KOMEN DARI ORANG DUNGU , KEBENARAN AKAN SEBUAH TEORI BUKAN DARI PILIHAN , MANA YANG LEBIH ENAK, LEBIH MULIA, LEBIH SESUAI DENGAN AGAMA DLL. KEBENARAN ADALAH KESESUAIAN ANTARA KATA KATA DAN f a k t a.

      RAVESt. berkata:
      5 Maret 2011 pukul 03:44

      shiiiip… setuju banget!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    h4md4n berkata:
    15 Desember 2007 pukul 12:38

    saya serasa mendapat pencerahan dari tulisan diatas
    terima kasih dan akan saya jadikan bahan pemikiran untuk mendalami filsafat

    syukron Jazilan…..

    andit berkata:
    17 Desember 2007 pukul 09:02

    dalan artikel diatas apa yang dimaksud dengan materi?
    jadi duluan mana nabi Adam atau manusia purba

    anang berkata:
    17 Desember 2007 pukul 14:35

    nyariin mana yang datang lebih dulu (adam atau manusia purba) kayak nanyain duluan mana ayam apa telor? jawabnya hanya bikin kita penasaran tuk bikin pertanyaan lainya.

      RAVESt. berkata:
      5 Maret 2011 pukul 03:52

      mendingan ayam ma telor.., sesuatu yang nyata keadaannya. kalau adam ma manusia purba kan kita gak tau keadaannya gimana dahulunya?!

    arsy'c berkata:
    23 Desember 2007 pukul 10:53

    duluan mana nabi adam atau manusia purba?
    ya jelas aja nabi adam bisa disebut manusia purba kalo dilihat dari sudut pandang manusia abad 21.
    Menanggapi teori evolusi: Tidak ada ada yang tetap kecuali perubahan. ya ga?! so semua makhluk dari yang hidup sampai yang ga hidup mengalami perubahan. tapi kalau manusia berasal dari kera… kenapa sekarang masih banyak banget kera berkeliaran di hutan-hutan, kebun binatang, rumah tetangga saya…??? dll.

      RAVESt. berkata:
      5 Maret 2011 pukul 03:48

      nah gitu dong!!! kan semuanya dah jelas.

    TEORI EVOLUSI « …:::: Widya Inspira Purwokerto ::::… berkata:
    8 Januari 2008 pukul 00:07

    [...] TEORI EVOLUSI Posted on January 7, 2008 by widiyantobms TEORI EVOLUSI [...]

    FERI berkata:
    15 Januari 2008 pukul 08:35

    pendapat yang paling benar adalah menurut alquran. kalau kita berpandangan pada teori darwin, maka secara spontanitas teorimya telah bertentangan dengan isi alquran. oleh karena itu teori darwin perlu diulas lebih dalam untuk mengetahui kebenarannya

    joyo berkata:
    26 Februari 2008 pukul 16:10

    @feri
    kok tau klo al quran benar?
    :D

      RAVESt. berkata:
      5 Maret 2011 pukul 03:29

      Q.S AL INSAN;
      bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
      sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang kami hendak mengujinya, karena itu kami jadikan dia mendengar dan melihat. apakah kamu menyadari ketika kamu masih berupa air mani? bagaimana perasaan kamu ketika kamu masih berupa air mani? yang jelas ilmu pengetahuan berasal dari kitab baik kitab injil, taurat, quran dan masih banyak kitab tuhan lainnya. manusia tidak akan mampu berfikir tentang alam maka yang menyebabkan manusia berfikir tentang alam itu disebabkan karena adanya kitab, dan kitab tuhan itu banyak. quran juga menerangkan tentang kejadian alam. tentang penciptaan langit dan bumi. quran juga menerangkan apa yang ada dalam perut bumi yaitu api. dan quran menyatakan bahwa dibawah laut ada api. sebab adanya penelitian karena adanya pernyataan. kenapa tiadak kamu adakan penelitian yang telah dinyatakan dalam AL QURAN? baru kemudian kamu akan mendapatkan jawaban apakah AL QURAN itu benar. itu pun kalau kamu sanggup. dan masih banyak hal-hal yang nyata yang di terangkan dalam AL QURAN. termasuk juga hal yang ghoib.

      bella malisa lubis berkata:
      11 April 2011 pukul 14:18

      karna semua yg terdapat atau kandungan al quran itu semua benar terjadi. benar adanya . sebagai umat islamkia harus mempercayi adanya allah swt yg mna dia telah menciptakan alam semesta ini. dan salah satu yg kita ketahui dalam alquran bahwa hidup di dunia ini tidaklah kekal. hidup yg kekal adalah di akhirat sana. jdi perbnyaklah amal untuk bekal di akhirat.

      bella malisa lubis berkata:
      11 April 2011 pukul 14:19

      @ joyo jadi jangan sekali kali kita ,meragukan kuasa allah.

    tomy_ganteng berkata:
    6 Juni 2008 pukul 20:36

    terima service + pasang harddisk ps2..hub..085640744567 & 081325333380

EKA GAME CENTRE



    akbar berkata:
    2 November 2008 pukul 20:30

    darwin itu yang bodoh…dia sendiri yang dari kera klugue sendiri dari mani n ovum… yah semangat

    jhj berkata:
    2 Desember 2008 pukul 22:01

    setuju,setuju

    doy berkata:
    8 Januari 2009 pukul 11:06

    uyeeechh, what up man…! loe pada ngapain man, githu aja kok diperdebatin, urus aja masalah kalian sendiri…! salam rasta dari anak sragen, wooooooyoooooooooooooooooooooooooooo

    aryo berkata:
    8 Januari 2009 pukul 11:12

    betul….. ngapa pusing.. mending podo ngurusi anak bojo..yo thow.. klo q seh good2 only wae… he.. hidup wong cilik..n wasskum

    ryanavriari berkata:
    8 Januari 2009 pukul 11:16

    aduh…aduh..wah..pkok’e yow gk usah bingung2 ja.satai ja lg hidup ini9 indah..pkok’e gk usah di bikin pusingggggg.key

    ana berkata:
    8 Februari 2010 pukul 18:16

    bagus koq makalah na wlpn puanjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang bgt bg sy… hehehehehe

    paijo berkata:
    18 Februari 2010 pukul 08:27

    saya berharap teori tentang manusia bisa digambarkan secara gamblang biar tidak ada simpang siur lagi….oke….

    Suhadi berkata:
    17 Oktober 2010 pukul 20:14

    Ok,,,?de…….,klw d ssun dgn rpi hsil penmu’n2,sang….at bgus d muat dlm su’tu makalah2?ok…bro wsalm

    Tri Wahyuni berkata:
    15 Februari 2012 pukul 20:10

    jika manusia purba adalah kera, berarti nabi adam merupakan seekor kera donk??

    be berkata:
    27 April 2012 pukul 21:20

    jika teori evolusi benar, maka seorang ibu tidak lgi hny mmpunyai atau, sudah tidak ada lgi yg nmanya kera..hha..hha..

    be berkata:
    27 April 2012 pukul 21:21

    jika teori evolusi benar, maka seorang ibu tidak lgi hny mmpunyai 2 tangan.. xixixi..atau, sudah tidak ada lgi yg nmanya kera..hha..hha..

    Lamark Darwin berkata:
    2 September 2012 pukul 23:30

    Sulit untuk merperdebatkan hal ilmiah yang dikemukakan berdasarkan analisa dan logika serta menggunakan metode yang juga ilmiah, d e n g a n keyakinan brdasarkan iman ( dogma, tidak boleh dibantah dan harus dibenarkan , jika tidak ataupun ragu akan disebut kafir). Fakta ilmiah berdasarkan bukti bukti dan kajian yang mendalam s e d a n g k a n kepercayaan / iman / dogma didasarkan pada keyakinan mutlak tanpa bertanya ataupun meneliti kebenarannya.

    Lamark Darwin berkata:
    2 September 2012 pukul 23:36

    Saran saya untuk Gunawan , tulisan anda sangat baik,cocok untuk komunitas ilamiah, saya rasa lebih baik anda posting di forum ilmiah, jadi yang koment juga kalangan yang memahami hal hal ilmiah, menggunakan logika lebih banyak dari sekedar iman ( kepercayaan yg buta, karena tidak boleh dan tidak pernah boleh diuji kebenarannya )

      joe berkata:
      5 Januari 2014 pukul 21:54

      @Lamark darwin: Kalau begitu cobalah tunjukkan fakta ilmiah makluk apa saja, bukti ttg makluk peralihan sesuai doktrin evolusi “sesudah ratusan ribu tahun sedikit demi sedikit berubah menjadi…” ?????

    hanna berkata:
    29 September 2012 pukul 20:19

    hmmmmmmmmmmmmmmmmm

    Unzilla Ainun Ulfa berkata:
    11 November 2012 pukul 09:40

    thankss :)

    Unzilla Ainun Ulfa berkata:
    11 November 2012 pukul 09:44

    kalo memang manusia dari kera kok manusia purba bentuknya kan gk mirip kera bentuk wujud manusia …..
    dan kemaren aku diterangin sama guruku kalo manusia purba sama nabi adam hidup didunia duluan mana ? pada gk bisa jwb soalnya sama2 mempunyai sumber
    menurut km ?

    Aulya Putri berkata:
    2 Januari 2014 pukul 19:22

    yang benar pasti benar

      melindah berkata:
      8 Januari 2014 pukul 18:16

      kata guru saya, darwin tidak pernah berkata kalau manusia berasal dari kera. hanya berkerabat dekat dengan kera :)

    dini nopviana berkata:
    19 Februari 2014 pukul 13:46

    hadoh….hadoh
    percaya pada kyakinan sendiri ajaaa :)
    cuek bebeeek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s